2. Segala puji [2] bagi Allah, Tuhan semesta alam[3]. 3. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. 4. Yang menguasai [4] di Hari Pembalasan[5]. 5. Hanya Engkaulah yang kami sembah [6], dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan[7]. [6] Na'budu diambil dari kata 'ibaadat: kepatuhan dan ketundukkan yang ditimbulkan oleh perasaan terhadap
Kami mengutus roh Kami kepadanya (Isa Al-Masih), maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna” (Qs 19:17). Hanya Isa yang tertulis sempurna. Ia sangat berbeda dari semua nabi lainnya. Karena itu, Isa mampu menjadi jalan Allah bagi keselamatan manusia. M emang benar seseorang berdosa tidak menanggung dosa orang lain.
Dalam pandangan yang lain, dikatakan Yesus bukan sekedar logos, tapi titisan malaikat Michael yang menjelma menjadi manusia. Lihat Herlianto, Saksi-Saksi Yehuwa (Bandung: Kalam Hidup, 2004), 122. Sementara, Offiler adalah Pendeta Bethel Pentecostal Temple yang mengutus misionari Van Klaveren dan Groesbeek ke Indonesia, yang dari pelayanan misi
Melalui peristiwa Natal, Tuhan menjelma menjadi manusia, mengangkat dan memuliakan martabat manusia. Melalui kehadiran putra-Nya, Tuhan menampak diri menjadi terang untuk menuntun perjalanan iman
Masalahnya bukan dapat atau tidaknya Tuhan yang Maha Kuasa mengoperasikan kedaulatanNya, tetapi "kenapa Tuhan menjelma menjadi manusia dan bukan keledai?" Dan pertanyaan ini menjadi mudah dijawab oleh konsep relasi , yaitu bahwa Tuhan melakukan hal itu karena mau membagikan sebuah RELASI khusus dengan manusia yang diciptakan menurut gambar dan
sejarah filsafat dan peradaban manusia, hal ini selalu menjadi perdebatan antara kaum yang percaya Tuhan, maupun kaum yang tidak percaya Tuhan. Kalau Tuhan ada, bagaimana
.
tuhan menjelma menjadi manusia