Kitadapat pergi ke Baitullah bersama-sama," ajak si pemuda dengan sopan. Ia berharap akan mendengarkan untaian-untaian kalimat mutiara yang menyejukkan jiwa dari orang tua itu. Kerinduan Asma yang selama ini dipendamnya hampir tak terbendung lagi. Ia berlari menghampiri ibunya. "Kalau begitu ya Allah, aku tidak membutuhkan sesuatu yang AkuRindu ke Baitullah, DKI Jakarta. 7,717 likes · 1 talking about this. Fan page ini merupakan kumpulan artikel/cerita/info tentang Tanah Suci. Intelektualmuslim, Quraish Shihab menyatakan, setidaknya ada dua alasan yang menyebabkan umat muslim rindu tanah suci. Pertama, doa Nabi Ibrahim As. Ketika Nabi Ibrahim membangun Kabah, beliau berdoa "Ya Allah jadikanlah hati orang-orang selalu cenderung pada Mekah," doa itu kemudian diijabah Allah Swt. Sehingga timbullah rasa rindu akan Artinya "Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu ( Baitullah) Matsabah bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat sholat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: "Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i'tikaf, yang ruku' dan yang sujud". (QS al-Baqarah: 125). RinduBaitullah PENULIS: Noffy N.C, Listyaningsih, Yulinarti Prihatiningrum, dkk Ukuran : 14 x 21 cm ISBN : -9 Terbit : April 2020 Labbaikallahumma labbaik Labbaika laa syarikalaka labbaik Inalhamda wan ni'mata laka walmulk laa syarikalak Salam rindu Ar-Rohman, temu di penghujung waktu, dan tangis Kemudianbeliau segera ke bilik air untuk berwudhu'. Dengan tubuh yang 'baru', beliau sujud syukur pada Allah s.w.t. "Ya Allah, kiranya di beri tempoh sujud 100 tahun pun belum dapat diriku menjadi hamba-Mu yg bersyukur atas nikmat yg telah Engkau berikan.." Beliau berpesan pada kami; "Adik-adik, wajarlah para sahabat Nabi yang mulia sanggup . Ini penjelasan rukun Islam, sekaligus ada pelajaran tentang hukum meninggalkan shalat. Kita bisa pahami dari hadits 03 dari Arbain An-Nawawiyah berikut ini. عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ بُنِيَ اْلإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّداً رَسُوْلُ اللهِ وَإِقَامِ الصَّلاَةِ وَإِيْتَاءِ الزَّكَاةِ وَحَجِّ الْبَيْتِ وَصَوْمِ رَمَضَانَ ” رَوَاهُ البُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ “ Dari Abu Abdurrahman Abdullah bin Umar bin Al-Khattab radhiyallahu anhuma, ia mengatakan bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Islam dibangun di atas lima perkara bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disembah melainkan Allah dan Muhammad adalah utusan Allah; menunaikan shalat; menunaikan zakat; menunaikan haji ke Baitullah; dan berpuasa Ramadhan.” HR. Bukhari dan Muslim [HR. Bukhari, no. 8; Muslim, no. 16] Faedah hadits Islam diibaratkan sebagai sebuah bangunan yang memiliki tiang pokok yang lima. Bersyahadat “laa ilaha illallah” berarti bersaksi dan mengakui bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah. Menegakkan shalat yang dimaksud adalah mengerjakan shalat dengan memenuhi rukun dan syaratnya. Menunaikan zakat artinya mengeluarkan dan memberikannya kepada yang berhak menerima. Seseorang tidak disebut berislam hingga ia mengimani lima rukun Islam yang ada. Siapa yang mengingkari salah satunya, ia kafir. Siapa yang meninggalkannya dalam rangka meremehkan, ia termasuk orang fajir. Shalat adalah amalan badaniyah anggota badan, zakat adalah amalan maaliyah terkait harta. Shalat adalah amalan anggota badan dengan bentuknya mengerjakan, sedangkan puasa adalah amalan anggota badan yang sifatnya menahan diri dan meninggalkan sesuatu. Haji adalah amalan badaniyah dan maaliyah bagi orang yang mampu melakukan perjalanan. Semua bentuk rukun Islam tidak lepas dari tiga hal 1 badzlul mahbub mengeluarkan sesuatu yang dicintai seperti pada zakat; 2 al-kaffu anil mahbub menahan sesuatu yang dicintai seperti pada puasa; 3 ijhadul badan berjuang dengan badan seperti pada puasa dan haji. Kenapa rukun Islam hanya disebut lima saja tidak ada lainnya? Jawabnya, karena hukum syari’at ini ada yang wajib dan ada yang sunnah. Perkara yang sunnah tentu tidak jadi bagian dari rukun. Sedangkan perkara yang wajib itu ada dua macam yaitu wajib kifayah dan wajib ain. Contoh wajib kifayah adalah amar makruf nahi mungkar dan berdakwah. Sedangkan yang disebut dalam rukun Islam, ada kewajiban yang terkait harta seperti pada zakat, ada kewajiban yang terkait badan seperti mengerjakan shalat; ada kewajiban yang terkait badan dan harta seperti haji; dan ada kewajiban yang terkait lisan seperti syahadat. Rukun Islam ini masuk wajib ain. Meninggalkan Syahadat dan Iman Dijelaskan oleh Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah, yang dimaksud dengan hadits di atas, Islam itu dibangun di atas lima perkara seperti tiang untuk suatu bangunan. Juga yang dimaksud dengan tiang tersebut adalah tiang pokok artinya kalau tidak ada tiang tersebut, tidak mungkin berdiri suatu bangunan. Adapun selain rukun Islam tadi adalah bagian penyempurna. Artinya, jika penyempurna tersebut tidak ada berarti ada kekurangan pada bangunan tersebut. Namun, itu berbeda kalau tiang pokoknya tadi tidak ada. Jelas, Islam seseorang jadi batal jika semua rukun Islam tadi tidak ada. Ini tak ada lagi keraguan. Begitu pula ketika dua kalimat syahadatnya tidak ada, Islam juga jadi hilang. Yang dimaksud dua kalimat syahadat ini adalah keimanan kepada Allah dan Rasul-Nya shallallahu alaihi wa sallam. Karena dalam riwayat lain disebutkan, بُنِىَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ إِيمَانٍ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ ، وَالصَّلاَةِ الْخَمْسِ ، وَصِيَامِ رَمَضَانَ ، وَأَدَاءِ الزَّكَاةِ ، وَحَجِّ الْبَيْتِ “Islam itu dibangun di atas lima perkara beriman kepada Allah dan Rasul-Nya; mendirikan shalat lima waktu; berpuasa Ramadhan; menunaikan zakat; dan berhaji ke Baitullah.” HR. Bukhari, no. 4514 Dalam riwayat Muslim disebutkan dengan mentauhidkan Allah, بُنِىَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسَةٍ عَلَى أَنْ يُوَحَّدَ اللَّهُ وَإِقَامِ الصَّلاَةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَصِيَامِ رَمَضَانَ وَالْحَجِّ “Islam dibangun di atas lima perkara mentauhidkan Allah; mendirikan shalat; menunaikan zakat; berpuasa Ramadhan; dan haji.” HR. Muslim, no. 16 Dalam riwayat Muslim lainnya disebutkan, بُنِىَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ عَلَى أَنْ يُعْبَدَ اللَّهُ وَيُكْفَرَ بِمَا دُونَهُ … “Islam dibangun di atas lima perkara hanya Allah yang disembah dan sesembahan selain Allah diingkari ….” HR. Muslim, no. 16 Lihat Jami’ Al-Ulum wa Al-Hikam, 1145 Meninggalkan Shalat Dihukumi Kafir Dari Jabir radhiyallahu anhu, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, إِنَّ بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالكُفْرِ ، تَرْكَ الصَّلاَةِ “Sesungguhnya batas antara seseorang dengan syirik dan kufur itu adalah meninggalkan shalat.” HR. Muslim, no. 82 Dari Buraidah radhiyallahu anhu, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, العَهْدُ الَّذِي بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ الصَّلاَةُ ، فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ “Perjanjian yang mengikat antara kita dan mereka adalah shalat, maka siapa saja yang meninggalkan shalat, sungguh ia telah kafir.” HR. Tirmidzi, no. 2621 dan An-Nasa’i, no. 464. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih. Orang yang Lupa Saja Tetap Harus Shalat Sebagai tanda mulianya shalat, saat lupa atau ketiduran asalkan bukan kebiasaan tetap dikerjakan saat ingat atau tersadar. Dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, مَنْ نَسِىَ صَلاَةً فَلْيُصَلِّ إِذَا ذَكَرَهَا ، لاَ كَفَّارَةَ لَهَا إِلاَّ ذَلِكَ “Barangsiapa yang lupa shalat, hendaklah ia shalat ketika ia ingat. Tidak ada kewajiban baginya selain itu.” HR. Bukhari, no. 597; Muslim, no. 684 Dalam riwayat Muslim disebutkan, مَنْ نَسِىَ صَلاَةً أَوْ نَامَ عَنْهَا فَكَفَّارَتُهَا أَنْ يُصَلِّيَهَا إِذَا ذَكَرَهَا “Barangsiapa yang lupa shalat atau tertidur, maka tebusannya adalah ia shalat ketika ia ingat.” HR. Muslim, no. 684 Moga Allah beri taufik dan hidayah. Referensi Bahjah An-Nazhirin Syarh Riyadh Ash-Shalihin. Cetakan pertama, Tahun 1430 H. Syaikh Salim bin Ied Al-Hilali. Penerbit Dar Ibnul Jauzi. 2247-249. Jaami’ Al-Ulum wa Al-Hikam. Cetakan kesepuluh, Tahun 1432 H. Ibnu Rajab Al-Hambali. Penerbit Muassasah Ar-Risalah. Nuzhah Al-Muttaqin Syarh Riyadh Ash-Shalihin. Cetakan pertama, Tahun 1432 H. Dr. Musthafa Al-Bugha, dkk. Penerbit Muassasah Ar-Risalah. hlm. 418. Syarh Al-Arba’in An-Nawawiyah Al-Mukhtashar. Cetakan ketiga, Tahun 1425 H. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin. Penerbit Dar Ats-Tsuraya. hlm. 95-98. Syarh Al-Arba’in An-Nawawiyah Al-Mukhtashar. Cetakan pertama, tahun 1431 H. Syaikh Sa’ad bin Nashir Asy-Syatsri. Penerbit Dar Kunuz Isybiliya. hlm. 42. Referensi Terjemahan Meninggalkan Shalat, Lebih Parah daripada Selingkuh dan Mabuk. Cetakan Pertama, Tahun 1438 H. Muhammad Abduh Tuasikal. Penerbit Rumaysho. — Disusun di Perpus Rumaysho, 16 Jumadal Ula, Jumat sore Oleh Muhammad Abduh Tuasikal Artikel Jemaah haji fokus 4 amalan ini sebelum berangkat ke Mekah BOLEH dikatakan bahawa rata-rata umat Islam memasang niat untuk menunaikan haji sekurang-kurangnya sekali seumur hayat mereka. Tidak menghairankan kerana ibadah itu merupakan pelengkap bagi lima rukun Islam, iaitu mengucap dua kalimah syahadah, mendirikan solat, berpuasa di bulan Ramadan, mengeluarkan zakat serta melaksanakan haji. Pun begitu, ibadah haji adalah sedikit berbeza daripada amalan lain kerana ia bukan sahaja memerlukan kesediaan fizikal, tetapi juga memerlukan persiapan harta dan rohani. Baca juga Wanita tolak panggilan haji, alasan diberi cukup mengharukan Turut disyorkan Memang perlu ada kemampuan untuk kerjakan haji, tetapi kita tak diwajibkan simpan wang untuk tujuan itu Atas sebab itu, ALLAH SWT hanya mewajibkan haji ke atas orang yang benar-benar mampu dan bersedia, terutamanya dari segi kewangan dan mental. Menyentuh tentang persediaan menunaikan haji, dalam kitab Ihya Ulumiddin, Hujjatul Islam Imam al-Ghazali pernah menitipkan beberapa amalan yang boleh dilakukan oleh para jemaah haji sebelum berangkat ke Tanah Suci. Baca juga Cabaran umat Islam era pra-merdeka menunaikan ibadah haji. RATA-rata umat Islam memasang impian untuk menjejakkan kaki ke Tanah Suci. Foto 123RF Baca juga Bukan sahaja pendosa yang perlu bertaubat, ini yang perlu kita tahu 1. Taubat. Amalan pertama yang dianjurkan kepada jemaah haji ialah bertaubat kepada ALLAH dengan memohon agar diampunkan segala dosa. Sebelum berangkat untuk menunaikan haji, jemaah juga seharusnya mengembalikan semua hak orang lain yang pernah diperoleh, seperti membayar hutang, memulangkan barang yang dipinjam, selain memberi nafkah kepada setiap orang di bawah tanggungannya, membawa harta yang halal serta bersedekah. Turut disyorkan Solat sunat wuduk, antara amalan ahli syurga 2. Solat sunat dua rakaat dan doa. Amalan kedua yang dianjurkan ialah solat dua rakaat ketika hendak keluar rumah untuk berangkat ke Tanah Suci. Tatacaranya adalah seperti solat sunat secara umum, iaitu membaca surah al-Kafirun pada rakaat pertama dan surah al-Ikhlas pada rakaat kedua. Cumanya, ketika solat selesai, bacalah doa ini اللهم أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ وَأَنْتَ الْخَلِيْفَةُ فِي الْأَهْلِ وَالْمَالِ وَالْوَلَدِ وَالْأَصْحَابِ اِحْفَظْنَا وَإِيَّاهُمْ مِنْ كُلِّ آفَةٍ وَعَاهَةٍ اللهم إِنَّا نَسْأَلُكَ فِي مَسِيْرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى اللهم إِنَّا نَسْأَلُكَ أَنْ تَطْوَى لَنَا الْأَرْضَ وَتُهَوِّنَ عَلَيْنَا السَّفَرَ وَأَنْ تَرْزُقَنَا فِي سَفَرِنَا سَلَامَةَ الْبَدَنِ وَالدِّيْنِ وَالْمَالِ وَتُبَلِّغَنَا حَجَّ بَيْتِكَ وَزِيَارَةَ قَبْرِ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ Maksudnya “Ya ALLAH, Engkau adalah kawan dalam perjalanan dan Engkau adalah penjaga keluarga, harta, anak, dan teman, selamatkan kami dan mereka dari bencana dan penyakit. Ya ALLAH, dalam perjalanan ini kami memohon kepada-MU kebaikan, ketakwaan, dan amal yang Engkau redhai. Ya ALLAH, dekatkan dan mudahkanlah perjalanan ini untuk kami. Anugerahkan pada kami dalam perjalanan ini keselamatan badan, agama, harta, serta sampaikanlah kami untuk menunaikan haji ke rumah-MU dan menziarahi makam Nabi-MU Muhammad SAW. Selain itu, sebelum melangkah keluar dari pintu rumah, dianjurkan membaca doa berikut بِسْمِ اللهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللهِ وَلاَ حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ أَعُوْذُ بِاللهِ رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أُضِلَّ أَوْ أَذِلَّ أَوْ أُذِلَّ أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزِلَّ أَوْ أَظْلَمَ أَوْ أُظْلِمَ أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَيَّ اللهم إِنِّي لَمْ أَخْرُجْ أَشِرًا وَلاَ بَطَرًا وَلاَ رِيَاءً وَلاَ سُمْعَةً بَلْ خَرَجْتُ اتِّقَاءَ سَخَطِكَ وَابْتِغَاءَ مَرْضَاتِكَ وَقَضَاء فَرْضِكَ وَاتِّبَاعَ سُنَّةِ نَبِيِّكَ وَشَوْقًا إِلَى لِقَائِكَ Maksudnya “Dengan menyebut nama ALLAH, aku bertawakal kepada ALLAH, tidak ada daya dan kekuatan selain dengan pertolongan ALLAH. Tuhanku, aku berlindung kepada-MU dari kesesatan dan yang menyesatkan, dari hina dan dihinakan, dari tergelincir dan yang digelincirkan, dari perbuatan zalim dan dizalimi, atau dari kebodohan dan memperbodoh. Ya ALLAH, aku keluar bukan untuk keburukan, tidak pula terburu-buru, tidak kerana ingin dipuji dan pamer, tapi aku keluar untuk menjauhi amarah-MU dan mengharap reda-MU, dan untuk menunaikan kewajiban-MU, mengikuti sunah Nabi-MU, dan kerana kerinduan ingin bertemu dengan-MU.” Baca juga 9 doa para nabi yang boleh dijadikan amalan harian kita SUNAT mendirikan solat sunat dua rakaat sebelum dan selepas tiba di Tanah Suci. Foto Unsplash Kemudian, apabila sudah melangkah keluar dari rumah, bacalah doa ini pula للهم بِكَ انْتَشَرْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَبِكَ اعْتَصَمْتُ وَإِلَيْكَ تَوَجَّهْتُ اللهم أَنْتَ ثِقَتِي وَأَنْتَ رَجَائِيْ فَاكْفِنِيْ مَا أَهَمَّنِيْ وَمَا لاَ أَهْتَمُ بِهِ وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ عَزَّ جَارُكَ وَجَلَّ ثَنَاؤُكَ وَلَا إِلَهَ غَيْرُكَ اللهم زَوِّدْنِيْ التَّقْوَى وَاغْفِرْ لِيْ ذَنْبِيْ وَوَجَّهْنِيْ لِلْخَيْرِ أَيْنَمَا تَوَجَّهْتُ Maksudnya “Ya ALLAH, bersama-MU aku pergi, kepada-MU aku berserah diri, kepada-MU aku berpegang teguh, dan untuk-MU aku mengarahkan diriku. Ya ALLAH, Engkau adalah kepercayaanku, dan Engkau adalah harapanku, cukuplah apa yang penting bagiku, dan juga apa yang tidak aku angap penting, dan Engkau lebih mengetahui daripada aku tentang hal ini. Sungguh mulia perlindungan-MU, dan agung pujian kepada-MU, tiada Tuhan selain Engkau. Ya ALLAH, tambahkanlah ketakwaan padaku, ampunilah dosaku, dan arahkan aku ke jalan kebaikan, ke mana pun aku menuju.” Baca juga Ingin haji mabrur, amal 7 adab saranan al-Ghazali Turut disyorkan LIMA amalan yang nilainya seperti menunaikan haji 3. Membaca doa ketika menaiki kenderaan. Amalan yang dianjurkan selanjutnya adalah berdoa ketika hendak menaiki kenderaan. Dalam hal ini, orang-orang yang hendak menunaikan ibadah haji dianjurkan untuk membaca doa berikut بِسْمِ اللَّهِ وَبِاللَّهِ وَاللَّهُ أَكْبَرُ، تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ، مَا شَاءَ اللَّهُ كَانَ، وَمَا لم يشاء لَمْ يَكُنْ، سُبْحَانَ اللَّهِ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ، وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ. اللهم إِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِيْ إِلَيْكَ وَفَوَّضْتُ أَمْرِيْ كُلَّهُ إِلَيْكَ وَتَوَكَّلْتُ فِي جَمِيْعِ أُمُوْرِيْ عَلَيْكَ أَنْتَ حَسْبِيْ وَنِعْمَ الْوَكِيْل Maksudnya “Dengan menyebut nama ALLAH, dengan pertolongan ALLAH, dan ALLAH Maha Besar. Aku berserah diri kepada ALLAH, tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan ALLAH Yang Maha Mulia, dan Maha Agung. Apa yang ALLAH kehendaki, maka ia akan ada, dan apa yang tidak DIA kehendaki, maka tidak ada. Maha Suci ALLAH, yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami. Ya ALLAH, sungguh aku menghadapkan wajahku kepada-MU, dan memasrahkan semua urusanku kepada-MU, aku berserah kepada-Mu dalam semua urusanku, Engkau yang mencukupiku dan dan sebaik-baik pelindung.” IMAM al-Ghazali pernah sarankan beberapa adab untuk diamalkan oleh para jemaah haji bagi meraih haji mabrur. Foto 123RF Baca juga Bersendirian di saf belakang atau berada lebih tinggi dari imam, antara posisi makruh makmum perlu elak ketika solat berjemaah Manakala, setelah menaiki kenderaan, jemaah dianjurkan pula untuk membaca tasbih dan doa berikut سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ Maksudnya “Maha Suci ALLAH, segala puji bagi ALLAH, tiada Tuhan selain ALLAH, dan ALLAH Maha Besar.” Bacaan tasbih tersebut dilafazkan sebanyak tiga kali, kemudian baca doa berikut الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ اللهم أَنْتَ الْحَامِلُ عَلَى الظَّهْرِ وَأَنْتَ الْمُسْتَعَانُ عَلىَ الْأُمُوْرِ Maksudnya “Segala puji bagi ALLAH yang telah menunjukkan kami ke syurga ini. Kami tidak akan mendapat petunjuk sekiranya ALLAH tidak menunjukkan kami. Ya ALLAH, Engkau adalah Zat yang menanggung punggung, dan Engkaulah yang diminta pertolongan atas semua urusan.” Baca juga Sambut orang balik haji, antara sunnah yang dilupakan Turut disyorkan Ramai salah faham waktu mustajab doa pada Hari Arafah 4. Solat dua rakaat dan membaca doa ketika sampai. Jemaah haji turut dianjurkan mendirikan solat sunat dua rakaat setelah tiba di Tanah Suci dan membaca doa berikut أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ الَّتِى لاَ يُجَاوِزُهُنَّ بَرٌّ، وَلاَ فَاجِرٌ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ Maksudnya “Aku berlindung dengan kalimat-kalimat ALLAH yang sempurna, yang tidak dapat dijangkau orang yang baik dan yang jahat dari keburukan semua makhluk.” Demikian beberapa amalan yang dianjurkan kepada bakal jemaah haji sebelum berangkat ke Tanah Suci, bermula dari rumah hinggalah sampai ke tanah haram Makkah. Sumber NU Online Foto 123RF & Unsplash Jemaah haji fokus 4 amalan ini sebelum berangkat ke Mekah رَّبَّنَآ إِنِّىٓ أَسْكَنتُ مِن ذُرِّيَّتِى بِوَادٍ غَيْرِ ذِى زَرْعٍ عِندَ بَيْتِكَ ٱلْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ فَٱجْعَلْ أَفْـِٔدَةً مِّنَ ٱلنَّاسِ تَهْوِىٓ إِلَيْهِمْ وَٱرْزُقْهُم مِّنَ ٱلثَّمَرَٰتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ Arab-Latin Rabbanā innī askantu min żurriyyatī biwādin gairi żī zar'in 'inda baitikal-muḥarrami rabbanā liyuqīmuṣ-ṣalāta faj'al af`idatam minan-nāsi tahwī ilaihim warzuq-hum minaṡ-ṡamarāti la'allahum yasykurụnArtinya Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau Baitullah yang dihormati, ya Tuhan kami yang demikian itu agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur. Ibrahim 36 ✵ Ibrahim 38 »Mau dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarangKandungan Penting Terkait Surat Ibrahim Ayat 37 Paragraf di atas merupakan Surat Ibrahim Ayat 37 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada sekumpulan kandungan penting dari ayat ini. Diketemukan sekumpulan penjelasan dari para pakar tafsir terkait kandungan surat Ibrahim ayat 37, di antaranya seperti di bawah ini📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi ArabiaWahai tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan keturunanku untuk tinggal di lembah yang tidak ada padanya tanaman dan air yang berada bersebelahan dengan rumahMu yang disucikan. wahai tuhan kami, sesungguhnya aku melakukan hal itu berdasarkan perintahMu, agar mereka mengerjakan shalat sesuai dengan aturan-aturannya, maka jadikanlah hati sebagian hambaMu tertarik dan merindukan mereka. Dan berilah rizki mereka di tempat ini dari berbagai jenis buah-buahan;supaya mereka bersyukur kepadaMu atas kenikmatan besar dariMu.” Maka Allah mengabulkan dooanya.📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid Imam Masjidil Haram37. Ya Rabbana! Sesungguhnya aku meninggalkan sebagian anak keturunanku, Ismail dan anak-anaknya di suatu lembah, yaitu Makkah, yang tidak mempunyai tanaman dan air di sisi Bait-Mu al-Haram. Rabbana! Aku meninggalkan mereka di sana agar mereka menegakkan salat di sana. Ya Rabb! Buatlah hati manusia mengasihi mereka dan merindukan negeri ini. Berilah mereka rezeki dari buah-buahan dengan harapan mereka akan bersyukur atas nikmat-Mu kepada mereka.📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Universitas Islam Madinah37. Ya Tuhan kami, aku menempatkan anakku Ismail dan istriku Hajar di lembah yang tidak terdapat tanamannya, di sebelah rumah-Mu Baitul Haram -yakni Ka’bah dan sekitarnya-. Ya Tuhanku, hal ini agar mereka menyembah-Mu dan mendirikan shalat di lembah yang diberkati ini; maka jadikanlah hati sebagian manusia sangat merindukan dan mencintai mereka, dan berilah mereka rezeki dari berbagai jenis buah-buahan yang dapat menjadi sebab kehidupan manusia di sana, sehingga mereka dapat menyembah-Mu dan bersyukur kepada-Mu atas segala kenikmatan dan dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah37. رَّبَّنَآ إِنِّىٓ أَسْكَنتُ مِن ذُرِّيَّتِى Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku Yakni Ismail dan anaknya. بِوَادٍ غَيْرِ ذِى زَرْعٍdi lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman Yakni yang tidak menumbuhkan tanaman, yaitu lembah negeri Makkah al-Mukarramah yang dimuliakan Allah. عِندَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِdi dekat rumah Engkau Baitullah yang dihormati Terdapat pendapat mengatakan yang dimaksud dengan المحرم yakni diharamkan bagi orang-orang yang sewenang-wenang dan diharamkan dari pelecehan dan penghinaan terhadap kehormatannya. رَبَّنَا لِيُقِيمُوا۟ الصَّلَوٰةَya Tuhan kami yang demikian itu agar mereka mendirikan shalat Yakni aku menempatkan mereka di samping Masjidil Haram agar mereka mendirikan shalat disana. وَارْزُقْهُم مِّنَ الثَّمَرٰتِ dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan Yang dihasilkan oleh tanah Makkah atau yang didatangkan dari segala penjuru dunia. لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَmudah-mudahan mereka bersyukur Atas segala kenikmatan yang Engkau karuniakan kepada mereka.📚 Li Yaddabbaru Ayatih / Markaz Tadabbur di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Umar bin Abdullah al-Muqbil, professor fakultas syari'ah Universitas Qashim - Saudi Arabia1 . Ambilah hati orang-orang ketika kamu mengajak mereka kepada kebaikan, karena jika hati telah cenderung maka jasadnyapun akan ikut; olehkarena itu bukannya dari orang beriman jika hatinya tidak ada rasa cinta kepada kakbah. 2 . Jka kamu melihat gerombolan orang-orang dari penjuru dunia yang terus berdatangan ke baitullah al-harom, bagimana mereka mengorbankan harta yang banyak, berapa tahun mereka menunggu sampai gilirannya tiba agar ia bisa sampai ke tempat itu? semua kerinduan mereka diikuti oleh hati yang telah jatuh cinta kepada pemilik rumah itu, hati-hati mereka telah terpaku oleh firman Allah { فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ }. 3 . Perhatkan ayat ini { فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ } "maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka" Ibrahim tidak mengatakan jadikanlah sebgian manusia datang kepada mereka; karena sesungguhnya dengan sekedar datang tujuan tidak dapat terwujudkan dengan baik, bahkan hal yang sebaliknya akan terjadi, namun jika hati yang telah cenderung, maka jasad akan mengikut kepadanya, dan tercapailah rasa cinta yang sebelumnya mreka impikan. 4 . Diantara keagungan petunjuk dari doa Ibrahim untuk penduduk al-harom adalah { وَارْزُقْهُمْ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ } "dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur" bahwasanya jika saja orang-orang mengetahui mereka akan menemukan kesulitan dalam mencari rezeki di tanah harom; tidaklah mereka akan rindu kepada tempat ini, sekalipun mereka datang namun ketertarikannya untuk menetap akan berkurang dikarenakan kurangnya sumber pangan di daerah itu.📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah37. Wahai Tuhanku, sesungguhnya aku menempatkan Ismail dan Ibunya, Hajar di lembah yang tidak ada timbuhan di sana, yaitu lembah Mekah di sisi rumahMu Ka’bah yang mana pandangan remeh tentangnya diharamkan, begitu juga pelanggaran. Aku menempatkan mereka disana dan aku berdoa kepadamu supaya mereka mendirikan shalat di sana. Jadikanlah hati manusia condong kepada mereka, dan bergegas kepada mereka karena rindu dan cinta. Dan berilah mereka rejeki berupa buah-buahan yang beragam dengan menumbuhkannya dan mengirimnya, supaya mereka mensyukuri nikmat yang engkau berikan kepada merekaMau dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-Awaji, professor tafsir Univ Islam MadinahYa Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku} sebagian keturunanku {di lembah yang tidak ada tanamannya} tidak ada tanaman di dalamnya {di sisi rumahMu yang dihormati. Ya Tuhan kami, agar mereka mendirikan shalat. Maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka} membuat rindu dan terpikat untuk mengunjungi tempat ini {dan anugerahkanlah kepada mereka rezeki dari buah-buahan agar mereka bersyukur📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H37. “Ya Rabb kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau Baitullah yang dihormati”, kisahnya, beliau membawa Hajar, ibu Isma’il bersama putranya, Isma’il saat masih dalam masa susuan dari wilayah Syam hingga menempatkannya di Makkah. Pada waktu itu, kota Makkah tidak berpenghuni, tiada orang yang memanggil yang menjawab. Ketika Ibrahim menaruh mereka di sana, maka beliau memanjatkan doa ini. Beliau memohon dengan ketundukkan lagi tawakkal kepadaNya, wahai Rabbku, “sesungguhnya aku telah menempatan sebagian keturunanku”, tidak semua keturunanku. Karena Ishaq masih berada di negeri Syam. Demikian pula anak-anaknya yang lain. Beliau hanya menempatan Isma’il dan keturunannya di kota Makkah. FirmanNya, “di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman”, karena tanah kota Makkah tidak cocok untuk lahan pertanian. “Ya Rabb kami yang demikian itu agar mereka mendiirikan shalat”, maksudnya jadikanlah mereka orang-orang yang bertauhid lagi mendirikan shalat. Sebab menegakkan shalat termasuk ibadah agama yang paling istimewa lagi utama. Siapa saja yang menegakannya, maka sungguh dia telah menegakkan Agamanya. “Maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka”, maksudnya mencintai mereka dan menyenangi tempat yang mereka huni. Allah mengabulkan doa beliau. Allah melahirkan Muhammad dari keturunan Isma’il yang mengajak umat keturunan beliau kepada agama Islam dan ajaran agama Ibrahim. Mereka pun menyambut dakwah Nabi Muhammad dan menjadi orang-orang yang menegakkan shalat. Dan Allah mewajibkan berhaji ke Baitullah yang mana Ibrahim telah menempatkan sebagian keturunannya di dalamnya, dan menciptakan rahasia yang menakjubkan di sana, memikat kalbu-kalbu manusia. Keturunan-keturunan beliau senantiasa berangkat haji ke sana tanpa pernah menghapusan niatan ini. Bahkan, semakin sering seorang hamba bolak-balik ke sana, semakin tinggi rasa kerinduan dan semakin besar kecintaan dan hasrat untuk ke sana. Inilah rahasia kenapa lafazh “bait rumah” dinisbatkan kepada DzatNya yang suci menjadi rumah Allah. “Dan berilah mereka rizki dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersukur”, Allah mengabulkan doa nabi Ibrahim. Maka berubahlah keadaan, berbagai buah-buahan didatangkan ke sana. Engkau dapat melihat kota Makkah setiap saat, dalam keadaan dipenuhi bermacam-macam buah yang melimpah dan rizki datang silih berganti dari segala penjuru.📚 Aisarut Tafasir / Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mudarris tafsir di Masjid NabawiMakna kata مِن ذُرِّيَّتِي min dzurriyyatii “dari keluargaku.” Dari sebagian keluargaku, yaitu Ismail alaihis salam dan ibunya Hajar. بِوَادٍ غَيۡرِ ذِي زَرۡعٍ bi waadin ghairi dzii zar’in “di sebuah lembah yang tidak memiliki pepohonan.” Mekah, karena kala itu tidak ada tetumbuhan di sekitarnya. تَهۡوِيٓ إِلَيۡهِمۡ tahwii ilaihim “rindu kepada mereka” merasa kengen dan selalu ingin melaksanakan haji dan umrah. Makna ayat Firman-Nya رَّبَّنَآ إِنِّيٓ أَسۡكَنتُ مِن ذُرِّيَّتِي “Wahai Rabb kami, sungguh aku telah meninggalkan sebagian dari keluargaku” yaitu sebagian dari keturunanku, Ismail bersama ibunda beliau Hajar بِوَادٍ غَيۡرِ ذِي زَرۡعٍ “di sebuah lembah yang tidak memiliki tetumbuhan” yaitu Mekah, karena kala itu tidak ada di sana atau sekitarnya tetumbuhan untuk waktu yang sangat lama عِندَ بَيۡتِكَ ٱلۡمُحَرَّمِ “di sisi rumah-Mu yang mulia.” Ia mengatakan hal ini berdasarkan pemberitahuan dari Allah ta’ala bahwa suatu saat di sana akan ada rumah milik-Nya, di lembah ini. Dan makna muharram adalah, Allah ta’ala telah mengharamkan kota Mekah untuk diburu hewan yang ada di sana, tidak dicabut rumputnya, dan tidak boleh mengalirkan dara di dalamnya, begitu juga membunuh. Firman-Nya رَبَّنَا لِيُقِيمُواْ ٱلصَّلَوٰةَ فَٱجۡعَلۡ أَفۡ‍ِٔدَةٗ مِّنَ ٱلنَّاسِ تَهۡوِيٓ إِلَيۡهِمۡ “Wahai Rabb kami, agar mereka menegakkan salat, dan jadikanlah hati manusia tertuju kepada mereka.” ini adalah do’a agar Allah ta’ala memudahkan kehidupan penduduk Mekah , agar mereka menyembah Allah ta’ala di dalamnya dengan mendirikan salat. Hati manusia ketika ia rindu akan kota Mekah dan ingin melakukan haji atau umrah, maka ini akan menjadi sebab datangnya rezeki dan kebaikan untuk kota Mekah. Firman-Nya وَٱرۡزُقۡهُم مِّنَ ٱلثَّمَرَٰتِ لَعَلَّهُمۡ يَشۡكُرُونَ “dan berilah mereka rizki berupa buah-buahan, agar mereka bersyukur.” Do’a yang lain, agar Allah memberikan mereka rizki kepada keturunannya berupa buah-buahan, agar mereka bersyukur kepada Allah ta’ala atas hal tersebut. Oleh karena itu, adanya rezeki dan buah-buahan adalah sebab yang mewajibkan untuk bersyukur, karena kenikmatan melazimkan syukur. Pelajaran dari ayat • Ikatan iman dan tauhid lebih kuat dari ikatan rahim dan nasab. • Urgensi salat, dan barangsiapa enggan melaksanakan salat, ia tidak berhak mendapatkan bagian, dan dibunuh jika ia terus menerus dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, Ibrahim ayat 37 Nabi Ibrahim alaihis salam datang dari Syam membawa Hajar dan anaknya yang masih menyusui, yaitu Isma’il, lalu menempatkan keduanya di Mekah. Tidak semuanya, karena Ishaq dan keturunannya tinggal di Syam. Yaitu Mekah, karena tanah Mekah tidak cocok untuk ditanami. Yakni jadikanlah mereka mentauhidkan Engkau dan mendirikan shalat, karena shalat adalah ibadah yang paling utama, barang siapa yang mendirikannya, sama saja mendirikan agamanya. Allah mengabulkan doa Beliau, Allah keluarkan dari keturunannya Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, ia mengajak keturunan Nabi Ibrahim kepada agama Islam; agama bapak mereka, mereka pun memenuhinya dan menjadi orang-orang yang mendirikan shalat. Yakni cinta. Dan cinta kepada tempat tersebut. Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata, “Jika Beliau mengatakan, “hati manusia” tidak menyebut sebagian, tentu akan cenderung cinta kepadanya bangsa Persia, bangsa Romawi dan semua manusia.” Akan tetapi ia berkata, “sebagian manusia,” sehingga hanya khusus kaum muslimin saja. Allah juga mengabulkan doa Beliau. Kita dapat melihat di Mekah berbagai macam buah-buahan ada di sana di setiap waktu, rezeki pun datang kepadanya dari berbagai penjuru.📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Ibrahim Ayat 37Ya tuhan, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di mekah, lembah yang tak berpenghuni dan tidak mempunyai tanamtanaman, di lokasi yang dekat dengan rumah engkau baitullah yang dihormati. Ya tuhan, aku tempatkan mereka di sana agar mereka melaksanakan salat. Maka, aku mohon ya Allah, jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka, dan berilah mereka rezeki dari buah-buahan, mudah-Mudahan dengan anugerah-Mu itu mereka selalu bersyukur kepada-Mu. Ya tuhan kami, penolong kami, sesungguhnya engkau mengetahui apa yang kami sembunyikan dalam hati kami dan apa yang kami tampakkan dalam bentuk perbuatan; dan kami yakin tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi bagi-Mu, ya Allah, baik yang ada di bumi maupun yang ada di dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang Demikianlah sekumpulan penjabaran dari beragam ahli tafsir terhadap kandungan dan arti surat Ibrahim ayat 37 arab-latin dan artinya, semoga membawa faidah bagi kita semua. Sokonglah usaha kami dengan memberi link menuju halaman ini atau menuju halaman depan Halaman Cukup Banyak Dikaji Terdapat ratusan topik yang cukup banyak dikaji, seperti surat/ayat Alhamdulillah, At-Tin, Yusuf 4, Al-Fil, Al-Insyirah, Ali Imran 159. Juga Al-Fath, Al-Bayyinah, Al-Baqarah 183, Al-Ma’un, Al-Alaq, Inna Lillahi. AlhamdulillahAt-TinYusuf 4Al-FilAl-InsyirahAli Imran 159Al-FathAl-BayyinahAl-Baqarah 183Al-Ma’unAl-AlaqInna Lillahi Pencarian surah al luqman ayat 14, qs an nahl 125, al baqarah 204, surat al baqarah 172, surat ali imran 190-191 Dapatkan amal jariyah dengan berbagi ilmu bermanfaat. Plus dapatkan bonus buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah" secara 100% free, 100% gratis Caranya, salin text di bawah dan kirimkan ke minimal tiga 3 group WhatsApp yang Anda ikuti Silahkan nikmati kemudahan dari Allah Ta’ala untuk membaca al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik surat yang mau dibaca, klik nomor ayat yang berwarna biru, maka akan keluar tafsir lengkap untuk ayat tersebut 🔗 *Mari beramal jariyah dengan berbagi ilmu bermanfaat ini* Setelah Anda melakukan hal di atas, klik tombol "Dapatkan Bonus" di bawah Gema Talbiah dari para tamu Allah di tanah wahyu Ilahi yaitu tanah suci Mekah terdengar dan menyentuh hati. Lautan umat Islam meneriakkan ucapan Labbaika Allahumma labbaika. Labbaika la syarika laka labbaika. Innal hamda wanni’mata laka wal mulka. laa syarika laka. Ya Allah, aku datang karena panggilanMu. Tiada sekutu bagiMu. Segala ni’mat dan puji adalah kepunyanMu dan kekuasaanMu. Tiada sekutu bagiMu. sebuah ucapan yang dapat melupakan manusia dari hal-hal yang berbau duniawi. Dengan ucapan ini umat Islam dengan hati khusyu pergi menuju Baitullah, Ka'bah. Ka'bah adalah rumah tauhid dan tempat ibadah paling lama yang dibangun di muka bumi ini, sebagaimana tertera dalam al-Quran “Sesungguhnya rumah yang pertama kali dibangun untuk tempat beribadat manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah Mekah…” QS. Ali Imran 96. Catatan-catatan sejarah memberikan kesaksian bahwa pada awalnya, Ka'bah dibangun oleh Nabi Adam as. Kemudian Ka'bah mengalami kerusakan dalam peristiwa topan pada masa Nabi Nuh as dan diperbaiki oleh Nabi Ibrahim as. Sejak saat itu Ka'bah selalu menjadi pusat perhatian para penyembah Tuhan yang Maha Esa. Ka'bah merupakan manifestasi keagungan dan rahmat Allah. Rumah suci ini adalah monumen sejarah hidup nabi-nabi besar seperti Adam as, Ibrahim as dan Rasul Allah Muhammad Saw, serta perjuangan mereka dalam menyebarkan ajaran-ajaran tauhid kepada seluruh umat manusia. Setiap Mukmin, ketika berada di hadapan Ka'bah, maka ia akan tenggelam di dalam keagungan dan keindahan yang Maha Agung, dan seluruh wujudnya akan dikuasai oleh semangat dan perasaan-perasaan khusus. Berhajji dan berumroh adalah sebuah jalan untuk bertaqarrub kepada Allah dan salah satu syiar terpenting di dalam Islam. Di dalam perjalanan ruhani ini, manusia meninggalkan segala kelezatan jasmani dan menjauhkan diri dari setiap kekotoran. Peziarah Rumah Allah, dengan berseru "Labbaik Allahumma Labbaik", mengungkapkan kerinduan dan kecintaan mereka dari dalam jiwa mereka; lalu mereka menenggelamkan diri ke dalam doa-doa dan munajat menyampaikan segala derita yang ia tanggung selama ini, seraya memohon rahmat dan inayah-Nya. Ketika kami memasuki kota suci Mekah, di benak kami terlintas gambaran tentang gurun sahara yang tandus dan panas dimana Nabi Ibrahim yang hanya disertai istri dan putranya berada di sisi Baitullah. Namun sekarang kota ini telah menjadi kota yang padat penduduk dan kami melihat betapa doa nabi Ibrahim as telah dikabulkan Allah. Sebagaimana yang tertera dalam al-Quran Surah Ibrahim ayat 37, saat itu nabi Ibrahim berdoa, "Ya Tuhan sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanaman di dekat rumah Engkau Baitullah yang dihormati, Ya Tuhan yang sedemikian itu agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka keturunan Nabi Ibrahim dan berilah rizki mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur". Mungkin Doa Nabi Ibrahim INILAH salah satu misteri yang menjadikan orang yang pernah ke Baitulah selalu ingin kembali dan kembali lagi Rindu. Sedemikian besar kerinduan kami kepada Baitullah sehingga seolah-oleh degup hati kami terdengar oleh telinga. Dari atas gunung kami menyaksikan Masjidul Haram dan lautan manusia berpakaian serba putih bersama-sama menuju Masjidul Haram. Dari sini kami juga menyaksikan burung-burung merpati Masjidil Haram beterbangan di sekitarnya dan sama sekali tidak menunjukkan rasa takut akan arus manusia. Seolah-olah mereka juga tahu bahwa di sini adalah lembah yang diamankan Allah serta tempat berlabuhnya keadilan dan takwa dimana tak seorangpun berhak mengganggu binatang atau tanaman apapun, sebagaimana tertera dalam al-Quaran “Demi buah Tin dan buah Zaitun, Dan demi bukit Sinai, Dan demi kota Mekah Ini yang aman” QS. At-Tiin 1-3, Di sini tidak ada jenis kesombongan dan egoisme. Apa yang ada hanyalah kehormatan, ketenteraman, persaudaraan dan takwa. Arus manusia yang datang silih berganti memasuki Masjidul Haram dari berbagai pintu yang terbuka untuk para tamu Allah dan selintas kemudian tatapan kami tertuju pada keindahan Ka'bah yang memancarkan keagungan dan keteguhan ke langit. Tak lama kemudian kami segera bersujud dan memanjatkan puji syukur atas keagungan dan kebesaranNya." Ka'bah telah diceritakan sejarah semenjak zaman Nabi Adam as. Saat nabi Adam turun ke bumi, Allah Swt telah meletakkan kubah di tempat dimana Ka'bah sekarang berada agar kubah ini dijadikan tempat bertawaf oleh Nabi Adam. Kubah itu terus ada hingga zaman Nabi Nuh as dan setelah itu tempat tersebut dijadikan tempat tawaf para Nabi. Ketika sampai pada zaman Nabi Ibrahim as, Allah Swt memerintahkan Nabi Ibrahim agar membangun Ka'bah di tempat itu dan sejak itu hingga sekitar 4 ribu tahun tak ada satupun peristiwa yang dapat mengurangi keagungan dan kesucian Baitullah ini. Pada Ka'bah terdapat pemandangan yang dapat membangkitkan jiwa pengabdian dan kecintaan kepada yang Esa. Begitupun Keutamaan-keutaman Baitullah telah menjadi kerinduan para tamu Allah, seperti dalam hadist "Sungguh Allah menurunkan pada setiap hari dan malam 120 rahmat di Baitullah. 60 rahmat untuk orang yang melakukan thawaf, 40 rahmat bagi orang yang mendirikan shalat. 20 rahmat bagi orang yang memandang ke arah Ka'bah." "Shalat di Masjidku ini Masjid Nabawi lebih utama seribu kali lipat dibandingkan shalat di manapun kecuali di Masjidil Harram. Sebab shalat di Masjidil Harram seratus ribu kali lipat dibanding shalat di Masjid lainnya." Riwayat Ahmad, dengan sanad yang sah. Baitullah Ka'bah adalah pusat segala wujud semesta dan manusia sebagai makhluk yang lain berasal dari Allah Swt dan tak ada orientasi kecuali Allah Swt. Para tamu Allah dengan semangat cinta yang luar biasa di sekitar Baitullah telah mejadi ibarat laron-laron yang mengelilingi lilin. Dan dengan gelora jiwa yang tak dapat dilukiskan mereka menyampaikan munajatnya kepada Allah Swt. Begitulah…..misteri kenapa para tamu Allah, selalu ingin kembali ke Baitullah untuk berhajji dan berumroh. Ada orang yang berkali-kali bahkan berpuluh-puluh kali pergi ke Baitullah karena rasa RINDUnya, ibarat meminum air laut semakin diminum semakin haus. Ya Allah,.... semoga sekembali ke Tanah Air, tidak menjadikan Thawaf Wada_ku Thawaf Perpisahaan menjadi Thawaf yang terakhir, tapi menjadikan “Kerinduan” untuk kembali ke Tanah Harram_Mu dan untuk saudara-saudara kami yang belum sempat menunaikannya, MUDAHKANLAH….Amin. Labels Ref PERASAAN hiba ketika solat subuh hari ini kerana sujudku tidak lagi di sebelah makam kekasih Allah. Jiwa memberontak mahu segera kembali. Air mata tak dapatku benteng lagi kerana hinanya diri tidak dipilih Allah untuk mati di Tanah Suci. Advertisement Ya Allah, Ya Allah, aku sangat berdosa kepadaMu. Ya Rasulullah Kekasih Allah, Aku datang dari jauh menziarahiMu wahai Kekasih Allah. Kau berikanlah syafaatMu kepada diriku yang hina ini. Sekian lamanya aku bergelumang dengan dosa, tenggelam dan lemas ke dalam cinta dunia. Hati tiba-tiba berdetik untuk menziarahi Kekasih Allah dan ke Baitullah. Berbulan-bulan persiapan akhirnya aku berlepas juga ke sana. Hampir setiap waktu dan hari aku tunduk malu di pintu Babus Salam. Menyusuri Sirah perjuangan Baginda dan para Sahabat, Para Syuhada Uhud dikerat-kerat jasadnya serta darah Kekasih Allah menitis tumpah di bumi Uhud dan Taif agar hari ini aku dapat menikmati keindahan dan keagungan Islam. Aku malu kerana tiada pengorbanan yang mampu aku persembahkan buat Allah dan Rasul. Layakkah aku mencium bau syurgaMu Ya Allah. Layakkah aku untuk mati di sana bersama KekasihMu Ya Allah. Hari yang ditunggu tiba juga, aku melangkah sayu, berdiri kaku di hadapan Raudhah, bertawassul kepada Kekasih Allah agar pertemuan ini tidak berakhir di sini. Aku ingin kembali menziarahiMu Ya Rasulullah. Tumit kakiku yang koyak dan pedih melangkah terus sambil bertalbiah ke Kota Suci Makkah. Menyahut panggilanMu Ya Allah dari negeri jauh dengan timbunan dosa dan ku sujud dengan linangan air mata di hadapan Kaabah memohon kemaafanMu serta syurgaMu Jannatun Naim. Ya Allah, Tuhan yang mengembalikan sesuatu, kembalikanlah aku ke Baitullah sekali lagi. Jangan kau jadikan hari ini sebagai hari yang penghabisan bagi aku menziarahi Baitullah. Aku rindu kepada KekasihMu, Aku rindu kepadaMu Ya Allah. Jika ditakdirkan tawaf dan ziarah hambuMu ini yang terakhir, ku pohon syurga RaudhahMu sebagai gantinya. HUZIR SULAIMAN9 Jamadil Akhir 1444 – HARAKAHDAILY 9/1/2023

ya allah aku rindu ke baitullah