PERBENDAHARAANYANG TERSEMBUNYI Petikan dari Kitab Futuhat Al Makkiyyah Juru-bicara dalam diri si hamba menyampaikan: " Allah s.w.t bertitah, 'Jangan sesiapa mengganggu Keesaan-Ku. Tidak ada sesiapa dapat merobohkan Keperkasaan-Ku. Sesiapa yang mencerobohi Benteng Keperkasaan-Ku akan Aku bakar dengan api Keagungan-Ku dan dia akan binasa!
Kitabdiri iqra kitabakaBacalah kitab di dalam dirimu yang tersembunyi di balik Rahasianya#kitabdiri #kitabRahasia #kalamqodimDisclaimerEmail : sangsejati83@
ditujukankepada umat sedharma Kitab Sarassamuscaya online. Hendaknya apa yang menyenangkan bagi diri, yang seperti itulah diberikan kepada yang lain. 45. yang datang pasti akan hilang
Bismillaahirrahmaanirrahiim9 Mai 2020, 16 Romadhon 1441 H. Diposting pada Kamis, 17 Februari 2022, 7.57, 16 Rajab 1443. Al-Faatihah adalah ummul quran, ibu dari al-Quran. Keseluruhan al-Quran, ter
Ashort summary of this paper. 37 Full PDFs related to this paper. Read Paper. Permulaan Inilah Risalah dari warisan peninggalan Alm Bapak H. Abdul Hamid Kampung Habulung kabupaten Martapura Banjar Kalimantan Selatan. Bab ini menyatakan kesudahan Ilmu yang Tahkik tiada diperoleh lebih dari pada itu walau Ambiya sekalipun.
Vrhaspatitatwa. Kitab wrhaspati tattwa merupakan sebuah lontar paksa siwa yang mengandung ajaran samkya dan yoga.Bagian yang mengajarkan pembentukan alam semesta beserta isinya mengikuti ajaran samkya dan bagian yang mengajarkan etika pengendalian diri mengambil ajaran yoga.Secara etimologi Vrhaspati tatwa berasal dari kata "whraspati" dan
. ďşďş´ďť˘ ďşďťďť  ďşďťďşŽďşŁďť¤ďťŚ ďşďťďşŽďşŁďť´ďť˘ KITAB DIRI YG TERSEMBUNYI Inilah kitab yang membicarakan sebelum alam ini dijadikan. Bermulah Allah menjadikan Nyawa Muhammad, lalu Tuhan melihat kedepan tiada sesuatu yang dilihatnya, kemudian melihat ke belakang, kekanan, dan kekiri namun tiada melihat sesuatu pun. Sedangkan Ia ingin disembah dan dipuji, tidak ada yang memuji dan menyembahnya. Maka dijadikanlah dirinya didalam dirinya, kemudian melihat ke atas dan dikatakannya ALIF , keluarlah Nur, inilah Rahasianya Muhammad, melihat ke atas jadilah Arsy. Melihat ke bawah jadilah Rahasianya. Kemudian Tuhan melihat ke depan dan dikatakannya I , keluarlah Nur, inilah Nyawanya Muhammad, melihat ke atas jadilah Kursiyah, melihat ke bawah inilah Nyawanya. Kemudian Tuhan melihat ke kanan dan dikatakan U , keluarlah Nur menjadi hatinya Muhammad, melihat ke atas inilah syurga melihat kebawah menjadi hatinya. Kemudian Tuhan melihat ke kirinya dikatakannya HA , keluarlah suatu Nur, inilah Misalnya Muhammad, melihat ke bawah jadilah misalnya. Kemudian Tuhan melihat ke belakang dan dikatakannya HU , keluarlah suatu Nur yang menjadi akalnya Muhammad, melihat ke atas jadilah Lauh-Mahfud, melihat ke bawah jadilah akal Muhammad. Kemudian Tuhan melihat ke bawah dan dikatakannya HU , keluarlah suatu cahaya, inilah bayang-bayangan Muhammad, melihat ke atas inilah hati kecil, melihat kebawahnya jadi Rupa. Kemudian Tuhan melihat kedalam diri-Nya, inilah yang menjadi Hatinya Muhammad, inilah yang dinamakan Halus. Melihat keatas inilah yang menjadi Rasa. Melihat kebawah inilah yang menjadi Air Mani. Kemudian Tuhan melihat ke sekeliling-Nya, dikatakan-Nya HUA HUA menyebarlah cahayanya, maka jelaslah Nur Muhammad didalam cahayanya laut kenyataannya Allah Taâala didalam cahayanya Muhammad, dikatakannya dirinya Tuhan, maka dinampakkanlah dirinya Tuhan dihadapan Muhammad, kemudian Tuhan berkata; âJadi adakah engkau yang menjadikan dirimu sehingga engkau melupakan Nyawamu disujudkan di Baitul Maujudi?â Maka berkatalah Muhammad âEngkau baru kulihat, maka sebaiknya kita masing-masing bersembunyi, barang siapa yang didapat itulah yang menjadi Hamba, yang tidak dapat diketemukan itulah yang menjadi Tuhanâ. Bersembunyilah engkau Muhammad terlebih dahulu, Aku yang mencari. Maka bersembunyilah Muhammad di Wajah, di ingatan, di akal, namun setiap persembunyiannya senantiasa diketemukan oleh Tuhan. Berkatalah Muhammad, bersembunyilah, aku yang mencari. Maka bersembunyilah Tuhan di waktu 5 lima, namun Nur Muhammad tidak menemukannya. Maka berkatalah Tuhan âCarilah aku sungguh-sungguh, kemudian Tuhan berpindah menyembunyikan dirinya di Rahasia, juga Muhammad tidak menemukannya. Sehinga Muhammad berseru âDimanakah Engkau bersembunyi, sedangkan suara-Mu kedengaran tapi aku tak melihat?â Maka Tuhan berkata âAku bersembunyi di Rahasiaâ Lalu Muhammad mencarinya di Rahasia, namun Muhammad tidak dapat membuka matanya, dikarenakan cahaya terang yang tidak dapat ditembus, sehingga Muhammad berkata âSudahlah nyatakanlah diri-Mu, Engkaulah yang menjadi Tuhanâ Maka berkatalah Tuhan âMana tanda kepercayaan-Mu dan dimana letak berdiri kepercayaanmu?â Maka dikatakanlah Muhammad âASYHADU AN LAA ILAAHA ILLALLAH", lalu Tuhan menjawab âWA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR RASUULULLAHâ. Ketahuilah olehmu Muhammad âRupaâ itu Sifat-Ku dan nama bagimu, âWaktuâ itu Sifatmu. Berkatalah Muhammad âbagaimana sehingga Wajah itu namaku sedangkan adalah Sifat-Mu? Berkatalah Tuhan adalah Rupa Wajah itu namamu dan Sifat-Ku, karena itulah Aku ingin disembah, dipuji, dikenal, dikasihi, digembirai, sedangkan semua itu tidak dapat dilakukan-Nya. Sehingga dengan demikian kujadikan diri-Ku dalam diri-Ku. âWaktuâ itu Nama-Ku dan Sifat itu Rupa-Ku, sebab Aku jugalah yang sembah diri-Ku. Sesuai dengan dalil Artinya Adapun yang disembah dan menyembah itu satu. Jadi Aku yang memuji diri-Ku, dan mengasihani diri-Ku, dan engkau kujadikan yaa Muhammad Akulah yang menjadikan diri-Ku, dalam diri-Ku, adamu itu ada-Ku-lah itu. Kenyataanmu itu kenyataan-Ku-lah itu. Ketahuilah olehmu Muhammad Ada-mu pada Nama-Ku yang sesungguhnya di dirimu. Adapun Sifat-Ku, ada pada DIAMMU Adapun Rupa-Ku, ada pada IâTIKADMU Adapun Diri-Ku, ada pada MANFAATMU Adapun Lahir-Ku, ada pada GERAKMU Adapun Perbuatan-Ku, ada pada PERBUATANMU Adapun Rahmat-Ku, ada pada PERKATAANMU YG BENAR Adapun kehendak-Ku, ada pada HAJATMU Adapun kekekalan-Ku, ada pada HATIMU YG BAIK, TEMPATNYA MUHAMMAD. Fungsi-Fungsi Yang Dibebankan Allah Swt. 1 Fungsi Rahasia, Kebenaran dan Alam 2 Fungsi Nyawa, Penglihatan dan Nama-Ku 3 Fungsi Hati, Niat dan Pengenalan 4 Fungsi Ingat, Angan-angan dan Kekuasaan 5 Fungsi Akal, Yang Nyata dan Kebingungan 6 Fungsi Bayang-bayang, Kepintaran dan Kebodohan 7 Fungsi Nur, Pertimbangan dan Pengetahuan. TANYA Apa sebabnya Engkau jadikan yang tujuh itu? JAWAB Aku jadikan yang tujuh itu sebab Aku ingin disembah. TANYA Dimanakan yang disembah dari yang tujuh itu? JAWAB Aku disembah Nur pada bayang-bayang âBayang-bayang, Ingat, Hati, Nyawa, Rahasia, di Diri-Ku, dan Akulah yang sembah diri-Ku" TANYA Apa penyembahan Rahasia Pada-Mu Yaa Allah? JAWAB Penyembahan Rahasia itu, ketika ia mengatakan âAâ Penyembahan Nyawa itu, ketika ia mengatakan âIâ Penyembahan Hati itu, ketika ia mengatakan âUâ Penyembahan Ingat itu, ketika ia mengatakan âHaâ Penyembahan Akal itu, ketika ia mengatakan âHiâ Penyembahan Bayang-bayang itu, ketika ia mengatakan âHuâ Penyembahan Nur itu, ketika ia mengatakan âEngkaulah Yang Kusembah Yaa Allahâ Adapun kenyataannya Rahasia âAâ Adapun kenyataannya Nyawa âIâ Adapun kenyataannya Hati âUâ Adapun kenyataannya Ingat âHaâ Adapun kenyataannya Akal âHiâ Adapun kenyataannya Bayang-bayang âHuâ Adapun kenyataannya Alif, Rasa, Nyawa Muhammad "Mani" Adapun Perbuatan Muhammad itu âAntaraâ Adapun yang dinamakan âNama Dirimuâ artinya âKita Berdua Berdiri, Akulah itu Muhammad. Adapun yang dinyatakan âEngkaulah itu Muhammad, itulah dinamakan kata âHIDUP TAK MATIâ artinya yang disuruh dan yang menyuruh. Yang mengetahui hal itu serta dibenarkannya, panjang umurnya, dan disukai oleh para penguasa, dipercaya oleh orang lain, dihindarkan dari bahaya ujian Tuhan. Ketahuilah pula kemunculannya NUR Nur muncul pada bayang-bayang Bayang-bayang muncul pada Akal Akal muncul pada Ingat Hati muncul pada Nyawa Nyawa muncul pada Rahasia Rahasia muncul pada Nur Nur muncul pada Tuhannya. Dari situlah kita datang dan disitu pula kita kembali. Maka kenalilah Aku sungguh-sungguh Muhammad bahwa, âKita tidak berpisahâ Aku jadikan segala sesuatu karenamu, sedang engkau untuk-Ku. Muncullah engkau pada kenyataan, Ku nyatakan engkau dan Ku lindungi engkau. Adapun kenyataan serta pengertian Alif itu bersumber dari titik atau Zarra atau Nyawa-berlindung. Yang dinamakan Nyawa berlindung yakni Rahasia atau Cahaya Zat dan Sifat itulah yang memperkenalkan Tuhan. Adapun iman itu tempatnya Rahasia, Artinya Rahasia adalah Cahaya Hati-Nurani, ketika baris atas, bawah dan titik itu terbagi, maka jadilah 4 empat huruf, pertama ALIF, kedua LAM dimuka, ketiga LAM dibelakang, dan keempat HA, inilah lafasnya Allah SWT. Nyawa muhammad dinamai Ma'rifat Nyawa kita dinamakan Haqiqat Angan angan kita dinamakan Thariqat Tubuh kita dinamakan Syariat ialah pengetahuan tentang pengenalan diri didalam Tubuh kita. Apabila Nyawa itu melihat pada Allah SWT Rahasia namanya. Apabila Nyawa melihat pada Alam Iman namanya. Apabila Nyawa melihat pada Akhirat Nyawa namanya. Apabila Nyawa melihat ke dunia Badan jasmani namanya. Apabila Nyawa melihat kepada badan jasmaninya hati kecil namanya. Artinya Adapun ilmu pada Allah, kebodohan terhadap sesuatu, Adapun maârifat kepada Allah, menyangkali diri, Adapun bertauhid kepada Allah, keheran-heranan. Nabi Muhammad SAW berkata kepada Ali ketahuilah bahwa keluar masuknya nafas itulah yang dikatakan sembahyang bathin selamanya tidak membedakan antara siang dan malam dan diwaktu tidur dan diwaktu jaga. Apabila nafas keluar dikatakannya "LAA" Apabila nafas masuk dikatakannya "HU" Itulah nama Tuhan serta nama Nabi yang tidak berpisah atau dinamakan âSYAHADAT-DUAâ Keluar nafas "Sunnah" Shalat dirinya Tubuh Masuk nafas "Fardhu" Tanda kematiannya ⢠Ada yang dilihat seperti keranjang cermin, didalamnya ada orang seperti wajahnya diwaktu ia masih muda. ⢠40 Empat puluh malam sesudah ia melihat lalu ia meninggal, empat puluh malam didalam kubur, lalu naik ke syurga pertama. Keluar nafas "Ilmu" Shalat dirinya Iman Masuk nafas "Pengetahuan" Tanda kematiannya ⢠Ada yang dilihat seperti lampu lilin dikepalanya, terus naik ke langit ⢠Tiga puluh 30 malam sesudahnya itu, ia meninggal, sekian malam didalam kubur lalu naik ke syurga yang kedua. ⢠Pegangannya pada Qurâan 30 juz. Keluar nafas "Dunia" Shalat dirinya Akal Masuk nafas "Akhirat" Tanda kematiannya ⢠Ada yang dilihat dikepalanya cahaya keluar, lalu naik ke langit ⢠Dua puluh malam setelah itu lalu ia meninggal, sekian malam ia didalam kuburnya ia naik kelangit ketiga. ⢠Pegangannya âSifat Dua Puluhâ Keluar nafas "Hamba" Shalat dirinya Ingat Masuk nafas "Tuhan" Tanda kematiannya ⢠Ia melihat sesuatu seperti telur, didalamnya ada seperti masjid, cermin didalamnya, ada orang seperti wajahnya diwaktu mudanya. ⢠13 tiga belas malam merikutnya ia meninggal, sekian malam pula ia didalam kuburnya lalu ia naik ke syurga yang ke 4 empat. ⢠Berdirinya Rukun 13. Keluar nafas "Sifat" Shalat dirinya Hati Sanubari Masuk nafas "Zat" Tanda kematiannya ⢠Ia melihat nur yang berdiri di pusatnya, seperti terangnya bulan ke 14, didalamnya ada orang seperti wajahnya diwaktu mudanya. ⢠Lima malam sesudahnya ia meninggal, dan sekian lama juga dikuburnya, ia naik ke syurga yang ke lima. Keluar nafas "Nabi" Shalat dirinya Hati Nurani Masuk nafas "Tuhan" Tanda kematiannya ⢠Ia melihat âseperti rambutâ berdiri diantara kedua matanyasampai ke syurga, di dalamnya ada Nur yangmerah seperti matahari. ⢠3 tiga malam sesudahnya ia meninggal, sekian malam juga di dalam kuburnya, ia naik ke syurga yang ke 6 enam. ⢠Penerapannya dalam tafakkur â Mulut ditutup, nafas melalui hidungâ. Keluar nafas "Rupa Tuhan" Shalat dirinya Nyawa Masuk nafas "Wali Tuhan" Tanda kematiannya ⢠Ia melihat seperti busa-busa emas sampai di langit bulan berdiri diantara kedua kening seperti ârambut yang hijauâ melekat di Arsy, ada juga seperti bulan 14 munculnya. ⢠1 satu malam kemudian ia meninggal, semalam juga dikuburnya ia laik ke syurga yang ke 7 tujuh. ⢠Diberikan perasaan seperti orang yang sedang bersetubuh niâmatnya. Inilah berdirinya âJibrilâ. Keluar nafas "HU" Shalat dirinya Rahasia Masuk nafas "HU" Tanda kematiannya ⢠Ia melihat permata yang jernih gilang gemilang, menjadi orang seperti dimasa mudanya, bercahaya wajahnya dan dirinya. Itulah âHalus Kitaâ keluar, itulah juga Nur, Itulah juga yang menjadi Tubuh kita. ⢠Pada saat lepasnya Nyawa, diberikan perasaan seperti keluarnya mani. Pada hari kematiannya itulah ia dikuburkan, hari itu juga ia naik ke syurga yang ke 8 delapan di âArsy Kursyiyahâ. ⢠Inilah yang tidak menunggu bacaan talqin. ⢠Inilah berdirinya Muhammad, ⢠Inilah yang dinamakan â âshalat yang berkekalan dan berkepanjanganâ. â Tali yang tidak putus pada Allah. â Kain Kafan yg tidak hancur Jika kita berdiri untuk shalat, pada haqiqatnya ALIF itulah yang berdiri untuk shalat. Maksudnya Naikkan terlebih dahulu nafasmu kemudian berdiri, artinya Nyawa yang terlebih dahulu berdiri, kemudian Tubuh sebab tidak mungkin Tubuh yang dapat mendirikan Nyawa, sebaliknya Nyawa itulah yang mendirikan Tubuh. Jangan bertentangan perbuatan Tubuh dengan Nyawa, karena yang demikian itu sama halnya dengan orang yang menserikatkan Tuhan. Hal ini diibaratkan bahwa, Nyawa itu ibarat Imam terhadap Tubuh, sudah tentu Imam itu terdahulu yang berdiri kemudian maâmum. Itulah sebabnya maka âImamâ itu wajib diketahui. Bilamana ada orang yang bertanya siapa Imammu dalam shalat, maka jawablah bahwa âAl-Qurâan itulah Imamkuâ... Apa artinya Al-Qurâan itu?... Al-Qurâan itu Kalamullah atau perkataan Tuhan, dan Tuhan itu bersifat Qadim, jadi Al-Qurâan itupun Qadim. Jadi pada haqiqatnya Tuhan itulah Imam, tanpa demikian ini berarti shalatnya tidak sah. Sebab yang dimaksudkan shalat disini ialah Dzahirnya perbuatan. âDzahirâ artinya perbuatannya Tuhan pada kita. Allah juga pada haqiqatnya. Sehingga kita bersatu kata atau sekata dengan Imam Imam dengan Maâmum. Dikatakan âImaman Lillahi Taâalaâ, artinya Imam karena Allah Taâala. Dikatakan âMaâmuman Lillahi Taâalaâ, artinya Maâmum karena Allah Taâala. Imam itulah yang menggerakkan maâmum, demikian pulalah Nyawa itulah yang menggerakkan Tubuh, dan tidaklah Nyawa itu dapat bergerak jika tidak karena kehendak Tuhannya. Bila hendak Rukuâ, turunkan nafasmu dahulu, kemudian badanmu rukuâ. Begitu pula Iâtidal Sami Allahu Liman Hamida, naikkan kembali nafasmu, kemudian tegak. Sujud juga demikian, turunkan dahulu nafasmu, kemudian sujud. Lawan sujud juga demikian, naikkan dahulu nafasmu, kemudian mengangkat kepala kembali duduk. Demikianlah Nafas itu diikuti naik turunnya, begitulah Imam para Nabi termasuk Nabi Muhammad saw, dan para Wali. Inilah yang dikatakan âIMAM TANPA DI IMAMIâ. Bila ada orang yang memakai memperkenalkan hal ini, maka itulah orang yang sah dijadikan Imam. Jadi bila ada orang yang menjadi Imam sedang ia tidak mengetahui hal ini, sedang Maâmumnya ada yang mengetahui, maka dikatakanlah âIMAM YANG DI IMAMI OLEH MAâMUMâ. Selanjutnya bila sudah membuang Takbiratul Ihram, tahanlah nafasmu sebentar, itulah yang dikatakan âLenyap Kepada Nur Muhammadâ. Adapun yang dibicarakan masalah Nahwu dan Sharaf, âhurufâ Baris, dan Lagunyaâ. Jadi hanya masalah âLafazâ. Bila dikatakan bahwa âKata-Kata Tuhan Itu Bukan Huruf, Bukan Suara, Bunyi, Tidak Berawal, Tidak Berakhir, Dan Tidak Tasdikâ, maka bingunglah orang-orang Nahwu dan Sharaf. Sebab bukan Huruf. Bahkan baris tiga Alif itu tidak dilihat oleh Nahwu dan Logat. Sebab huruf tidak bersambung. Sebab Alif yang ditulis dengan tinta itu menunjuk kepada Alif yang bukan tinta. Sedangkan Alif yang bukan tinta itu menunjuk kepada kata-kata Tuhan. Bila tanda kematian telah tiba, maka hal yang sangat penting untuk dilakukan adalah - Perbanyaklah bertobat kepada Allah swt, atas segala kesalahan-kesalahan yang pernah diperbuat lahir maupun bathin, besar atau kecil, sengaja maupun yang tidak disengaja. - Perbanyaklah berdzikir kepada Allah swt - Laa Ilaaha Illallah - Allah, Allah - Hua, Hua - Ah, Ah - Serahkan dirimu sepenuhnya, artinya gaibkan dirimu kepada Nur Muhammad, dengan demikian sampailah engkau atau kekallah engkau pada Zat Allah swt, Sebab mustahil akan bercerai Nur dengan yang punya Nur, laksana matahari dengan cahayanya. Insya Allah selamatlah engkau. - Sangkalah dirimu didalam rahmat Tuhanmu, jika engkau menyangka dirimu disiksa, maka disiksalah engkau, bila menyangka dirimu diselamatkan dari segala bahaya, maka diselamatkanlah engkau. - Adapun tanda itu harus, artinya boleh jadi ada, boleh jadi tidak ada, tergantung kepada kehendak Allah swt. Hanya kematian itu yang pasti adanya. Adapun tanda kematian itu sebagai berikut - Melihat Nur yang lebih terang dari cahaya matahari. - Melihat ke langit tujuh susun tanpa halangan sampai pada Arsy Qursyiyah. - Melihat Nur yang terang, tiba-tiba ada seorang laki-laki berpakaian hijau berdiri disebelah kananmu lalu memegang telunjukmu dan berkata; âLupakan saja dunia yang gelap ini, akhirat itulah yang terang, kesanalah engkau, dan Allah lebih mengetahuinyaâ, Muhammad itu yang mendatangimu dan katakanlah âAsyhadu An Laa Ilaaha Illallah, Wa Asyhadu Annaka Muhammadan Rasuulullahâ Artinya Aku bersaksi bahwa Tiada Tuhan selain Allah, dan Anda adalah Muhammad Rasulullah. - Selanjutnya melihat Nur yang tidak dimengerti tak ada seumpamanya, muncul lalu lenyap, muncul lagi dan segala sesuatu sudah pada sujud, itulah tanda akhir hidupmu di dunia ini, tidak akan kembali lagi untuk selama-lamanya. - Adapun perasaanmu lebih nikmat daripada bersetubuh antara suami dengan isteri. Biasa saja terjadi kalau diketahui jalannya, dan sehubungan dengan hal itu ada hadits Qudsi yang menunjangnya, yang artinya âIngatlah Aku Allah diwaktu senangmu, maka Aku Allah mengingatmu diwaktu susahmuâ. Pertanyaan - Manusia diwaktu senang, kapan? Dan manusia diwaktu susah, kapan? Dan bagaimana caranya mengingat Allah diwaktu senang? - Adapun orang yang bias mendapatkan kenikmatan itu, tanda-tandanya Basah disekitar alat kelaminnya, karena keluarnya air mani ketika berpisahnya Tubuh dengan Nyawa. - Sewaktu mengucapkan Laa Ilaaha niatkan dirimu lenyap bersama Nur Muhammad pada Dzat Allah - Kemudian mengucapkan Illallah niatkan dirimu kekal bersama Nur Muhammad pada Dzat Allah. Lailahailallah - Laa Ilaaha, artinya menafikkan atau meniadakan - Illallah, artinya mengisbatkan atau mengadakan pada wujud Allah. - Hati yg menarik, Nyawa yang ditarik, Rahasia tempat menarik. - Cahaya Cermin itu adalah tempat Manusia - Cahaya Intan itu adalah tempatnya Muhammad - Cahaya Jamrud itu adalah tempatnya Allah swt - Maka dimasukkanlah diri-Nya didalam Cahaya Cermin, kemudian berpindah ke Cahaya Intan, kemudian ke Cahaya Jamrud didalam Nur Ilahi bersama Muhamad - Demikianlah cara pengembalian serta pengekalan para Aulia Allah. - Ketahuilah bahwa - Dzat Allah itu bathin pada Nyawa Muhammad, sehingga tidak ada pemisahan antara Hati Nurani Nyawa kita dengan Nyawa Nabi kita serta Dzatnya Allah, artinya tubuh itu dapat bergerak, berkehendak, kuasa, hanya karena perintah dari Nyawa kita. Sedangkan Nyawa dibawah perintah Nur Muhammad, sehingga ia dapat bergerak, kuasa dan mengetahui. - Adapun Nyawa Muhammad, nyata pada Dzatnya Allah, menurut dalil yang mengatakan Artinya Seandainya bukan karena engkau Muhammad, Aku tidak menjadikan segala sesuatu. Arti Haqiqatnya âTidak berpisah Nur dengan yang punya Nurâ. Mengenal Allah, Dzat, Sifat, Asma, Afâal, Diri, Tubuh, Hati, Nyawa, Rahasia, itulah bernama âInsanâ atau âTuhanâ. - Yang memerintah Tubuh kita, Afâal Perbuatan pada Allah - Yang memerintah Hati kita, Nama pada Allah - Yang memerintah Nyawa kita, Sifat pada Allah - Yang memerintah Rahasia kita, Dzat pada Allah . Sabda Nabi Muhammad SAW Artinya Pengenal pada diri ada empat Tubuh, Hati, Nyawa, dan Rahasia. Artinya Beginilah pengenal pada diri tubuh kita serta Tuhan. Artinya Ketahuilah Kekuasaan Tuhan dan Kehendaknya dalam segala sesuatu tiada yang mencampurinya. Artinya Semua kata-kata dan kalimat itu adalah kata-kata dan kalimat Tuhan. Artinya Pengenalan dengan meng-Esakan men-Tauhidkan Allah. Artinya Tidak sempurna Islam seseorang, kecuali mengenal Iman, Yang dikatakan orang beriman ialah, orang yang âMengenal Dirinya, Mengenal Tuhannyaâ. Artinya Hati orang beriman, Rumah Allah. NAFAS Adapun bilangan keluar masuknya nafas dalam sehari-semalam sesuai dengan bilangan huruf Al-Qurâan = tiga juta lima ribu tiga ratus empat puluh lima. SYAHADAT Adapun Syahadat itu, âHidupnyaâ Allah yang dijadikan Tubuh pada kita. Isyaratkan bahwa Tubuh kita tidak bercerai dengan Hidupnya Allah swt. SATINJA Adapun Satinja itu, Cahaya Allah yang menjadi kesucian pada hati kita, menjadi rumah-Nya orang muâmin. Isyaratkan bahwa kesucian kita tidak berpisah dengan Nur Allah swt. Jadi Hati kita tidak terpisah dengan Halusnya Allah swt. JUNNUP' Adapun Junnu itu, Halusnya Allah yang dijadkan Rasa Niâmat pada diri kita. Di isyaratkan, tidak berpisah niâmat kita dengan Halusnya Allah swt. PERSETUBUHAN Sebelum melaksanakan malam pertama bagi pengantin baru juga bagi pengantin lama kalau belum pernah melaksanakannya, hendaknya melakukan terlebih dahulu âNikah Batinâ. Seorang suami jangan hanya mengawini isterinya hanya tubuh kasarnya saja, tapi yang harus dikawininya ada 6 enam macam, yaitu 1 Tubuh 2 Hati 3 Nyawa 4 Rahasia 5 Tubuh Halusnya 6 Maunya Seorang suami harus meminta halalnya dari isterinya keenam macam itu. Kalau tidak tahu silahkan tanyakan kepada yang tahu. - Dimisalkan makanan yang telah dihidangkan - Maka sebelum dimakan diucapkanlah dzikirnya Tubuh, Hati, Nyawa, Rahasia. - Pada suapan pertama dikatakan "A" Tidak disentuh lidah. Inilah suara mula jadi. - Pada suapan kedua dikatakan "I, U" jangan disentuh lidah. Inilah âJunnuâ. Selamat dunia & akhirat. - Jika sudah berulang-ulang kali suapannya, dikatakanlah "A" sebab itulah yang tidak disentuh tulisan, jangan dilupakan sampai selesai. Beginilah cara Ali dengan Fatimah. - Dalam buku Yoga dan sex, dalam waktu sekejap mata, sepasang suami isteri yang mencapai klimax dari hubungan sexnya, akan lebih dekat dengan Allah swt. Justru itu jangan kerja seperti alu, tidak ada hasil. Jadi kalau kerja pasti ada hasilnya. Apakah - Manusia berilmu? - Manusia berpangkat? - Manusia berharta?, dsb...Mudah-mudahan mengerti maksudnya. - Nabi Khaidir Bagaimana yang dikatakan âAwal Permulaan? â Nabi Muhammad saw Barang siapa yang mengetahui tentang awal permulaan ini, maka Allah Swt, mengampuni segala dosa-dosanya serta kedua orang tuanya, begitu pula segenap sanak keluarganya dan familinya, jauh maupun dekat, diampunkan segala dosa-dosanya dunia dan akhirat. Sewaktu kita masih berada di dalam pengetahuan Allah Swt., kemudia pindah kepada kenabian alam nubuah dan juga kita masih pada Angin, Air, dan Tanah. - Nabi Khaidir Siapa nama kita pada awal permulaan? â Nabi Muhammad saw Adapun mula-mula nama kita pada Allah Taâala - bagi laki-laki bernama ALIâ - bagi perempuan bernama âFATIMAHâ. - Sewaktu kita tinggal pada Darah - 1 bulan - 2 bulan - 3 bulan - 4 bulan - 5 bulan - 6 bulan - 7 bulan di dalam rahim ibu lengkaplah Tubuh, maka dibacakan âAl-Hamduâ - 8 bulan di dalam rahim ibu dibacakanlah âQul Huwallaahu Ahadâ - 9 bulan di dalam rahim ibu maka Tuhan berkata "Bersiap-siaplah untuk keluar ke dunia, disambut dengan malaikat dan rezeki yang murah, banyak, atau sedikit, demikian pula umurmu panjang atau pendek". Berkata syahadat pada Tuhan Saya takut yaa Tuhan. Kenapa engkau takut sedang Aku yang menyuruhmu? Saya takut sebab saya belum tahu siapa namamu yaa Tuhan. Tuhan berkata Alif namaku. Syahadat berkata kalau begitu sama dengan kita. Tuhan berkata Siapa namamu? Syahadat berkata Alif juga namaku. Kalau begitu sama namamu dengan nama-Ku. Ketahuilah Aku, agar engkau Ku ketahui juga. Kenalilah Aku, agar engkau Ku kenal pula. Dengan cara bagaimana aku mengetahui yaa Tuhan? Tuhan menjawab âYaitu dengan baris diatas A. itulah sebabnya tangis pertama bayi lahir kedunia. Bila ada orang yang bertanya kepadamu, bagaimana pengetahuanmu pada Allah Taâala sehingga engkau dinamakan orang yang bermaârifat. Katakanlah kepadanya âsaya mengetahui dengan pengenalannya sendiri, tempat saya melihat dan mengetahui, artinya dengan pengetahuannya saya mengetahui, dengan pengenalannya saya mengenalnyaâ. Ketahuilah olehmu tentang âRahasia Matiâ sebelum mati. Barang siapa yang telah mengetahui hal tersebut, berarti itulah orang yang telah mempersiapkan dirinya bagi Tuhannya, dan Tuhanpun tersedia baginya. Yang dimaksudkan ialah - Mandikan dirimu, bukan dengan air - Bungkus dirimu, bukan dengan kain kafan - Sembahyangi dirimu sebelum matimu - Kuburkan dirimu, bukan dengan tanah Karena sesungguhnya Tuhan telah berkata bahwa bagi hamba-Ku yang demikian itu, itulah yang tidak bercerai dengan Aku, dan lepas dari segala tuntutan dunia dan akhirat. Itulah hamba yang beriman sungguh-sungguh dan berserah diri sepenuhnya kepada Allah Taâala semata. Adapun kematian itu ada 4 empat tingkat, yakni 1 Kematian Syariat Yaitu mengucapkan dzikir Laa ilaaha Illallah pada akhir kematiannya 2 Kematian Thariqat Yaitu mengucapkan dzikir Allah, Allah pada akhir kematiannya 3 Kematian Haqiqat Yaitu yang mengucapkan dzikir Huwa, Huwa pada akhir kematiannya 4 Kematian Maârifat Yaitu mengucapkan dzikir Ah, Ah, pada akhir kematiannya â Tanda-tanda Kematian Syariat Yakni Hancur tubuhnya dalam kubur â Tanda-tanda Kematian Thariqat Yakni tubuhnya tidak rusak dan kering â Tanda-tanda Kematian Haqiqat Yakni Tubuhnya utuh dan rambutnya serta kukunya bertambah panjang, wajahnya bercahaya-cahaya. â Tanda-tanda Kematian Maârifat Yakni tubuhnya lenyap dalam kubur, diambil oleh Malaikat, dibawa ke Tanah Suci menjadi âWali Allahâ. â Yang dikatakan âsudah membungkus diri sebelum mati ialah Lenyapkan Tubuhmu kedalam hatimu. â Sudah memandikan diri sendiri bukan dengan air ialah Lenyapkan dirimu dilaut adanya Allah. â Sudah menyembahyangi diri sendiri, ialah Rahasiamu lenyap pada Nur Muhammad, Nur Muhammad lenyap pada Nur Allah. â Tetapkan hatimu dalam keyakinan bahwa Tuhan itu Esa adanya. â Bila sudah ada nur yang tiada seumpamanya, sedang masih ada perasaan sakit dirasakan, itu belum yang sebenarnya. Jangan di ikuti. â Bila sudah merasakan ketenangan dan kenikmatan semata dan seluruh perasaan telah sujud, berarti yakinilah bahwa Tuhanmu telah ada, apakah ada Nur atau tiada, berangkatlah. Insya Allah anda telah selamat. - Adapun hikmah yang dikehendaki dalam Shalat Subuh itu, yakni mensucikan seseorang daripada kelupaan dan kelalaiannya, sehingga menetapkan hadapannya semata-mata kepada Allah Taâala yang tiada seumpamanya sesuatu. Itulah sebabnya maka tidak ada shalat sunnah sesudah Shalat Subuh. - Adapun yang dikehendaki dalam Shalat Dhuhur itu, yaitu sucikan pandanganmu melihat ke-Esaan serta kesempurnaan Allah Taâala sampai memasuki waktu Ashar. - Adapun yang dikehendaki dalam Shalat Ashar, yakni sucikan dirimu serta himpunkan penglihatan sempurnamu menghadap pada Himpunan Allah Tauhid Yang Maha Esa. Itulah sebabnya tidak ada shalat sunnah dibelakang shalat ashar. - Adapun yang dikehendaki dalam Shalat Maghrib, yakni sucikan pendengaranmu, penglihatanmu, serta kata-katamu. - Adapun yang dikehendaki dalam Shalat Isyaâ, yakni sucikan kegelapanmu menuju yang terang, artinya hilangkan keakuanmu, serahkan dirimu kepada yang punya diri pencipta. Jelasnya hanya Allah swt yang berkuasa, berkehendak, yang hidup seterusnya, tiada yang lain. - Adapun yang dikehendaki dalam Shalat Witir, yakni menetapkan ingatan lahir dan bathin, tertuju kepada Allah semata-mata, demi untuk dan karena Allah semata. Bagi orang yang telah memiliki keyakinan yang putus adanya maka tiada lagi hal yang tersembunyi baginya, bahkan Tuhannya itulah yang paling nyata dalam segala hal. Baginya tiada perbedan diwaktu hidup didunia dan diakhirat. Mereka telah yakin bahwa hidupnya itu tidak akan mengalami kematian, sekalipun kelak akan berpisah dengan tubuhnya. Dalam arti men-Tuhankan Allah swt. itu adalah menyadari seluruh jiwanya bahwa segala bentuk serta penghayatan dirinya, pada Tuhannyalah ia mengharapkan. Sebab segala yang ada adalah hak dan milik Tuhan, bahkan dirinya sendiri telah bukan lagi miliknya. Mereka telah menyadari bahwa ke-aku-annya selama ini adalah âpalsuâ belaka. Adapun yang bernama itu, laksana gelombang dengan air lautan. Bila gelombang itu telah tiada sirna, maka yang ada hanya lautan itu sendiri. Jelaslah dalam hal ini bahwa gelombang itu adalah merupakan sifat dari lautan. Laksana bayang-bayang dengan yang punya bayang-bayang. Dengan demikian tiadalah bedanya jika kita menyadari hal ini bahwa yang bathil itu, bathil sejak dahulu, sekarang maupun akan datang. Sebaliknya bahwa âHaqâ itu awal tak berpermulaan akhir tak berkesudahan, tiada ia dicakup oleh ruang dan waktu, nyata ia dibalik segala yang dinyatakan. Siapakah dia? Dia itulah yang sebenar-benarnya hakikat diri kita yang tak dapat diragu-ragukan lagi. Bahwa Dzat itulah yang bersifat, artinya bahwa hidup kita ini adalah kenyataan sifatnya, dan yang bersifat itulah yang menghidupi segala sesuatu. - Jadi yang menjadi Hidup Nyawa Muhammad dinamai âTitikâ, artinya Rahasia. - Sedangkan yang dinamai âRahasiaâ adalah Nur Zat. - Yang menjadi sifat itu adalah yang dinamai âNURâ, artinya Nur yang tidak berubah-ubah hidup yang tidak berubah. - Adapun Jiwanya Nyawa adam, adalah Alif, artinya Himpunan, maka Nyawa namanya. - Jadi Nyawa itu ada 2 dua, yaitu; 1. Nyawa yang dinamai âTitikâ adalah Nyawanya Muhammad 2. Nyawa yang dinamai âAlifâ adalah Nyawanya Adam. - Inilah yang tiga tidak berpisah Jadi bila hal tersebut telah menyata pada kita, berarti kita telah menyaksikan melihat buktinya demikian maka selamatlah anda untuk selama-lamanya, kekal abadi dunia akhirat. Inilah dapat dikatakan âkesempurnaan ilmuâ atau kepastian ilmu. Segala yang dijadikan itu adalah bayang-bayang pada Tuhan. Sedang bayang-bayang dengan yang punya bayang-bayang adalah âSatuâ. Gerak bayang-bayang itu adalah geraknya yang punya bayang-bayang. Yakinkan dan jangan ragu-ragu lagi nanti salah. NYAWA menurut Syariat = NYAWA namanya menurut Thariqat = NUR namanya menurut Haqiqat = ZAT ALLAH namanya menurut Maârifat = TIDAK ADA YANG LAIN KECUALI ALLAH. NABI MUHAMMAD SAW DENGAN ANAKNYA FATIMAH Nabi Muhammad saw berkata kepada anaknya âHai Fatimah, apakah engkau masih ingat yang telah saya katakana padamu?â Fatimah menjawab âYa saya ingat semuanyaâ Ingatlah sebuah âkataâ yang tak berpisah dengan Tuhan, yaitu sewaktu Tuhan memesrahi sesuatu, yakinkan dalam hatimu yang bersih. Barang siapa yang menemukan pengenalan yang sesungguhnya didalam kehendak Tuhannya, itulah orang yang memakai Penglihatan Tuhannya ia melihat, Pendengaran Tuhannya ia mendengar, dengan kata Tuhannya ia berkata, dan katakanlah nama itu tidak berpisah dengan yang punya nama. Janganlah merasa ragu dalam hatimu, itulah sebabnya sehingga ada yang dikatakan âKepastian Ilmuâ atau Ilmil Yakin, Haqqul Yakin. Yakinkan dalam hatimu, tidak berpisah dengan Tuhanmu serta Rasulnya. Sebab haqiqat NYAWA yang suci itulah yang dinamakan âMuhammadâ artinya orang yang dicinta. Artinya Insan itu Rahasia-Ku, dan Aku Rahasianya. Kuatkan Tauhidmu pada Allah swt. Adapun pengertian sebenarnya kalimah Laa Ilaaha Illallah yaitu âTIADA ASALKU YANG SELAIN DARI ALLAH TAâALAâ Nabi Muhammad saw berseru kepada seluruh umatnya âKetahuilah dirimu didalam dirimuâ Yakni ada 4 empat Rahasia, Nyawa, Hati, Tubuh. 1 Rahasia itu Nur Zatullah 2 Nyawa itu Nur Sifatullah 3 Hati itu Nur Asmaullah 4 Tubuh itu Nur Afâalullah. Dari ke 4 empat tersebut diatas, 3 tiga yang dapat melihat pada Allah. Allah itulah yang menjadikan semesta alam beserta isinya dan berubah-ubah, Tuhan juga yang meliputi, menembus, memesrahi beserta isinya. As-Syeikh Lukmanul Hakim bertanya kepada anaknya âApa sebabnya Al-Fatihah dibaca dalam shalatâ? Indrajaya menjawab âbahwa shalat lima waktu berasal dari surah Al-Fatihah, pada awalnya, yaitu Al-Hamdu terdiri dari lima huruf yaitu Alif Lam Ha Mim Dal Allah swt menjadikan waktu yang lima itu sebagai berikut 1 Waktu Dhuhur dijadikan dari huruf Alif-nya Al-Hamdu 2 Waktu Ashar dijadikan dari huruf Lam-nya Al-Hamdu 3 Waktu Maghrib dijadikan dari huruf Ha-nya Al-Hamdu 4 Waktu Isyaâ dijadikan dari huruf Mim-nya Al-Hamdu 5 Waktu Subuh dijadikan dari huruf Dal-nya Al-Hamdu. đđđwasalam..
بسŮ
اŮŮ٠اŮŘąŘŮ
٠اŮŘąŘŮŮ
KITAB DIRI YG TERSEMBUNYI Inilah kitab yang membicarakan sebelum alam ini dijadikan. Bermulah Allah menjadikan Nyawa Muhammad, lalu Tuhan melihat kedepan tiada sesuatu yang dilihatnya, kemudian melihat ke belakang, kekanan, dan kekiri namun tiada melihat sesuatu pun. Sedangkan Ia ingin disembah dan dipuji, tidak ada yang memuji dan menyembahnya. Maka dijadikanlah dirinya didalam dirinya, kemudian melihat ke atas dan dikatakannya ALIF , keluarlah Nur, inilah Rahasianya Muhammad, melihat ke atas jadilah Arsy. Melihat ke bawah jadilah Rahasianya. Kemudian Tuhan melihat ke depan dan dikatakannya I , keluarlah Nur, inilah Nyawanya Muhammad, melihat ke atas jadilah Kursiyah, melihat ke bawah inilah Nyawanya. Kemudian Tuhan melihat ke kanan dan dikatakan U , keluarlah Nur menjadi hatinya Muhammad, melihat ke atas inilah syurga melihat kebawah menjadi hatinya. Kemudian Tuhan melihat ke kirinya dikatakannya HA , keluarlah suatu Nur, inilah Misalnya Muhammad, melihat ke bawah jadilah misalnya. Kemudian Tuhan melihat ke belakang dan dikatakannya HU , keluarlah suatu Nur yang menjadi akalnya Muhammad, melihat ke atas jadilah Lauh-Mahfud, melihat ke bawah jadilah akal Muhammad. Kemudian Tuhan melihat ke bawah dan dikatakannya HU , keluarlah suatu cahaya, inilah bayang-bayangan Muhammad, melihat ke atas inilah hati kecil, melihat kebawahnya jadi Rupa. Kemudian Tuhan melihat kedalam diri-Nya, inilah yang menjadi Hatinya Muhammad, inilah yang dinamakan Halus. Melihat keatas inilah yang menjadi Rasa. Melihat kebawah inilah yang menjadi Air Mani. Kemudian Tuhan melihat ke sekeliling-Nya, dikatakan-Nya HUA HUA menyebarlah cahayanya, maka jelaslah Nur Muhammad didalam cahayanya laut kenyataannya Allah Taâala didalam cahayanya Muhammad, dikatakannya dirinya Tuhan, maka dinampakkanlah dirinya Tuhan dihadapan Muhammad, kemudian Tuhan berkata; âJadi adakah engkau yang menjadikan dirimu sehingga engkau melupakan Nyawamu disujudkan di Baitul Maujudi?â Maka berkatalah Muhammad âEngkau baru kulihat, maka sebaiknya kita masing-masing bersembunyi, barang siapa yang didapat itulah yang menjadi Hamba, yang tidak dapat diketemukan itulah yang menjadi Tuhanâ. Bersembunyilah engkau Muhammad terlebih dahulu, Aku yang mencari. Maka bersembunyilah Muhammad di Wajah, di ingatan, di akal, namun setiap persembunyiannya senantiasa diketemukan oleh Tuhan. Berkatalah Muhammad, bersembunyilah, aku yang mencari. Maka bersembunyilah Tuhan di waktu 5 lima, namun Nur Muhammad tidak menemukannya. Maka berkatalah Tuhan âCarilah aku sungguh-sungguh, kemudian Tuhan berpindah menyembunyikan dirinya di Rahasia, juga Muhammad tidak menemukannya. Sehinga Muhammad berseru âDimanakah Engkau bersembunyi, sedangkan suara-Mu kedengaran tapi aku tak melihat?â Maka Tuhan berkata âAku bersembunyi di Rahasiaâ Lalu Muhammad mencarinya di Rahasia, namun Muhammad tidak dapat membuka matanya, dikarenakan cahaya terang yang tidak dapat ditembus, sehingga Muhammad berkata âSudahlah nyatakanlah diri-Mu, Engkaulah yang menjadi Tuhanâ Maka berkatalah Tuhan âMana tanda kepercayaan-Mu dan dimana letak berdiri kepercayaanmu?â Maka dikatakanlah Muhammad âASYHADU AN LAA ILAAHA ILLALLAH", lalu Tuhan menjawab âWA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR RASUULULLAHâ. Ketahuilah olehmu Muhammad âRupaâ itu Sifat-Ku dan nama bagimu, âWaktuâ itu Sifatmu. Berkatalah Muhammad âbagaimana sehingga Wajah itu namaku sedangkan adalah Sifat-Mu? Berkatalah Tuhan adalah Rupa Wajah itu namamu dan Sifat-Ku, karena itulah Aku ingin disembah, dipuji, dikenal, dikasihi, digembirai, sedangkan semua itu tidak dapat dilakukan-Nya. Sehingga dengan demikian kujadikan diri-Ku dalam diri-Ku. âWaktuâ itu Nama-Ku dan Sifat itu Rupa-Ku, sebab Aku jugalah yang sembah diri-Ku. Sesuai dengan dalil Artinya Adapun yang disembah dan menyembah itu satu. Jadi Aku yang memuji diri-Ku, dan mengasihani diri-Ku, dan engkau kujadikan yaa Muhammad Akulah yang menjadikan diri-Ku, dalam diri-Ku, adamu itu ada-Ku-lah itu. Kenyataanmu itu kenyataan-Ku-lah itu. Ketahuilah olehmu Muhammad Ada-mu pada Nama-Ku yang sesungguhnya di dirimu. Adapun Sifat-Ku, ada pada DIAMMU Adapun Rupa-Ku, ada pada IâTIKADMU Adapun Diri-Ku, ada pada MANFAATMU Adapun Lahir-Ku, ada pada GERAKMU Adapun Perbuatan-Ku, ada pada PERBUATANMU Adapun Rahmat-Ku, ada pada PERKATAANMU YG BENAR Adapun kehendak-Ku, ada pada HAJATMU Adapun kekekalan-Ku, ada pada HATIMU YG BAIK, TEMPATNYA MUHAMMAD. Fungsi-Fungsi Yang Dibebankan Allah Swt. 1 Fungsi Rahasia, Kebenaran dan Alam 2 Fungsi Nyawa, Penglihatan dan Nama-Ku 3 Fungsi Hati, Niat dan Pengenalan 4 Fungsi Ingat, Angan-angan dan Kekuasaan 5 Fungsi Akal, Yang Nyata dan Kebingungan 6 Fungsi Bayang-bayang, Kepintaran dan Kebodohan 7 Fungsi Nur, Pertimbangan dan Pengetahuan. TANYA Apa sebabnya Engkau jadikan yang tujuh itu? JAWAB Aku jadikan yang tujuh itu sebab Aku ingin disembah. TANYA Dimanakan yang disembah dari yang tujuh itu? JAWAB Aku disembah Nur pada bayang-bayang âBayang-bayang, Ingat, Hati, Nyawa, Rahasia, di Diri-Ku, dan Akulah yang sembah diri-Ku" TANYA Apa penyembahan Rahasia Pada-Mu Yaa Allah? JAWAB Penyembahan Rahasia itu, ketika ia mengatakan âAâ Penyembahan Nyawa itu, ketika ia mengatakan âIâ Penyembahan Hati itu, ketika ia mengatakan âUâ Penyembahan Ingat itu, ketika ia mengatakan âHaâ Penyembahan Akal itu, ketika ia mengatakan âHiâ Penyembahan Bayang-bayang itu, ketika ia mengatakan âHuâ Penyembahan Nur itu, ketika ia mengatakan âEngkaulah Yang Kusembah Yaa Allahâ Adapun kenyataannya Rahasia âAâ Adapun kenyataannya Nyawa âIâ Adapun kenyataannya Hati âUâ Adapun kenyataannya Ingat âHaâ Adapun kenyataannya Akal âHiâ Adapun kenyataannya Bayang-bayang âHuâ Adapun kenyataannya Alif, Rasa, Nyawa Muhammad "Mani" Adapun Perbuatan Muhammad itu âAntaraâ Adapun yang dinamakan âNama Dirimuâ artinya âKita Berdua Berdiri, Akulah itu Muhammad. Adapun yang dinyatakan âEngkaulah itu Muhammad, itulah dinamakan kata âHIDUP TAK MATIâ artinya yang disuruh dan yang menyuruh. Yang mengetahui hal itu serta dibenarkannya, panjang umurnya, dan disukai oleh para penguasa, dipercaya oleh orang lain, dihindarkan dari bahaya ujian Tuhan. Ketahuilah pula kemunculannya NUR Nur muncul pada bayang-bayang Bayang-bayang muncul pada Akal Akal muncul pada Ingat Hati muncul pada Nyawa Nyawa muncul pada Rahasia Rahasia muncul pada Nur Nur muncul pada Tuhannya. Dari situlah kita datang dan disitu pula kita kembali. Maka kenalilah Aku sungguh-sungguh Muhammad bahwa, âKita tidak berpisahâ Aku jadikan segala sesuatu karenamu, sedang engkau untuk-Ku. Muncullah engkau pada kenyataan, Ku nyatakan engkau dan Ku lindungi engkau. Adapun kenyataan serta pengertian Alif itu bersumber dari titik atau Zarra atau Nyawa-berlindung. Yang dinamakan Nyawa berlindung yakni Rahasia atau Cahaya Zat dan Sifat itulah yang memperkenalkan Tuhan. Adapun iman itu tempatnya Rahasia, Artinya Rahasia adalah Cahaya Hati-Nurani, ketika baris atas, bawah dan titik itu terbagi, maka jadilah 4 empat huruf, pertama ALIF, kedua LAM dimuka, ketiga LAM dibelakang, dan keempat HA, inilah lafasnya Allah SWT. Nyawa muhammad dinamai Ma'rifat Nyawa kita dinamakan Haqiqat Angan angan kita dinamakan Thariqat Tubuh kita dinamakan Syariat ialah pengetahuan tentang pengenalan diri didalam Tubuh kita. Apabila Nyawa itu melihat pada Allah SWT Rahasia namanya. Apabila Nyawa melihat pada Alam Iman namanya. Apabila Nyawa melihat pada Akhirat Nyawa namanya. Apabila Nyawa melihat ke dunia Badan jasmani namanya. Apabila Nyawa melihat kepada badan jasmaninya hati kecil namanya. Artinya Adapun ilmu pada Allah, kebodohan terhadap sesuatu, Adapun maârifat kepada Allah, menyangkali diri, Adapun bertauhid kepada Allah, keheran-heranan. Nabi Muhammad SAW berkata kepada Ali ketahuilah bahwa keluar masuknya nafas itulah yang dikatakan sembahyang bathin selamanya tidak membedakan antara siang dan malam dan diwaktu tidur dan diwaktu jaga. Apabila nafas keluar dikatakannya "LAA" Apabila nafas masuk dikatakannya "HU" Itulah nama Tuhan serta nama Nabi yang tidak berpisah atau dinamakan âSYAHADAT-DUAâ Keluar nafas "Sunnah" Shalat dirinya Tubuh Masuk nafas "Fardhu" Tanda kematiannya ⢠Ada yang dilihat seperti keranjang cermin, didalamnya ada orang seperti wajahnya diwaktu ia masih muda. ⢠40 Empat puluh malam sesudah ia melihat lalu ia meninggal, empat puluh malam didalam kubur, lalu naik ke syurga pertama. Keluar nafas "Ilmu" Shalat dirinya Iman Masuk nafas "Pengetahuan" Tanda kematiannya ⢠Ada yang dilihat seperti lampu lilin dikepalanya, terus naik ke langit ⢠Tiga puluh 30 malam sesudahnya itu, ia meninggal, sekian malam didalam kubur lalu naik ke syurga yang kedua. ⢠Pegangannya pada Qurâan 30 juz. Keluar nafas "Dunia" Shalat dirinya Akal Masuk nafas "Akhirat" Tanda kematiannya ⢠Ada yang dilihat dikepalanya cahaya keluar, lalu naik ke langit ⢠Dua puluh malam setelah itu lalu ia meninggal, sekian malam ia didalam kuburnya ia naik kelangit ketiga. ⢠Pegangannya âSifat Dua Puluhâ Keluar nafas "Hamba" Shalat dirinya Ingat Masuk nafas "Tuhan" Tanda kematiannya ⢠Ia melihat sesuatu seperti telur, didalamnya ada seperti masjid, cermin didalamnya, ada orang seperti wajahnya diwaktu mudanya. ⢠13 tiga belas malam merikutnya ia meninggal, sekian malam pula ia didalam kuburnya lalu ia naik ke syurga yang ke 4 empat. ⢠Berdirinya Rukun 13. Keluar nafas "Sifat" Shalat dirinya Hati Sanubari Masuk nafas "Zat" Tanda kematiannya ⢠Ia melihat nur yang berdiri di pusatnya, seperti terangnya bulan ke 14, didalamnya ada orang seperti wajahnya diwaktu mudanya. ⢠Lima malam sesudahnya ia meninggal, dan sekian lama juga dikuburnya, ia naik ke syurga yang ke lima. Keluar nafas "Nabi" Shalat dirinya Hati Nurani Masuk nafas "Tuhan" Tanda kematiannya ⢠Ia melihat âseperti rambutâ berdiri diantara kedua matanyasampai ke syurga, di dalamnya ada Nur yangmerah seperti matahari. ⢠3 tiga malam sesudahnya ia meninggal, sekian malam juga di dalam kuburnya, ia naik ke syurga yang ke 6 enam. ⢠Penerapannya dalam tafakkur â Mulut ditutup, nafas melalui hidungâ. Keluar nafas "Rupa Tuhan" Shalat dirinya Nyawa Masuk nafas "Wali Tuhan" Tanda kematiannya ⢠Ia melihat seperti busa-busa emas sampai di langit bulan berdiri diantara kedua kening seperti ârambut yang hijauâ melekat di Arsy, ada juga seperti bulan 14 munculnya. ⢠1 satu malam kemudian ia meninggal, semalam juga dikuburnya ia laik ke syurga yang ke 7 tujuh. ⢠Diberikan perasaan seperti orang yang sedang bersetubuh niâmatnya. Inilah berdirinya âJibrilâ. Keluar nafas "HU" Shalat dirinya Rahasia Masuk nafas "HU" Tanda kematiannya ⢠Ia melihat permata yang jernih gilang gemilang, menjadi orang seperti dimasa mudanya, bercahaya wajahnya dan dirinya. Itulah âHalus Kitaâ keluar, itulah juga Nur, Itulah juga yang menjadi Tubuh kita. ⢠Pada saat lepasnya Nyawa, diberikan perasaan seperti keluarnya mani. Pada hari kematiannya itulah ia dikuburkan, hari itu juga ia naik ke syurga yang ke 8 delapan di âArsy Kursyiyahâ. ⢠Inilah yang tidak menunggu bacaan talqin. ⢠Inilah berdirinya Muhammad, ⢠Inilah yang dinamakan â âshalat yang berkekalan dan berkepanjanganâ. â Tali yang tidak putus pada Allah. â Kain Kafan yg tidak hancur Jika kita berdiri untuk shalat, pada haqiqatnya ALIF itulah yang berdiri untuk shalat. Maksudnya Naikkan terlebih dahulu nafasmu kemudian berdiri, artinya Nyawa yang terlebih dahulu berdiri, kemudian Tubuh sebab tidak mungkin Tubuh yang dapat mendirikan Nyawa, sebaliknya Nyawa itulah yang mendirikan Tubuh. Jangan bertentangan perbuatan Tubuh dengan Nyawa, karena yang demikian itu sama halnya dengan orang yang menserikatkan Tuhan. Hal ini diibaratkan bahwa, Nyawa itu ibarat Imam terhadap Tubuh, sudah tentu Imam itu terdahulu yang berdiri kemudian maâmum. Itulah sebabnya maka âImamâ itu wajib diketahui. Bilamana ada orang yang bertanya siapa Imammu dalam shalat, maka jawablah bahwa âAl-Qurâan itulah Imamkuâ... Apa artinya Al-Qurâan itu?... Al-Qurâan itu Kalamullah atau perkataan Tuhan, dan Tuhan itu bersifat Qadim, jadi Al-Qurâan itupun Qadim. Jadi pada haqiqatnya Tuhan itulah Imam, tanpa demikian ini berarti shalatnya tidak sah. Sebab yang dimaksudkan shalat disini ialah Dzahirnya perbuatan. âDzahirâ artinya perbuatannya Tuhan pada kita. Allah juga pada haqiqatnya. Sehingga kita bersatu kata atau sekata dengan Imam Imam dengan Maâmum. Dikatakan âImaman Lillahi Taâalaâ, artinya Imam karena Allah Taâala. Dikatakan âMaâmuman Lillahi Taâalaâ, artinya Maâmum karena Allah Taâala. Imam itulah yang menggerakkan maâmum, demikian pulalah Nyawa itulah yang menggerakkan Tubuh, dan tidaklah Nyawa itu dapat bergerak jika tidak karena kehendak Tuhannya. Bila hendak Rukuâ, turunkan nafasmu dahulu, kemudian badanmu rukuâ. Begitu pula Iâtidal Sami Allahu Liman Hamida, naikkan kembali nafasmu, kemudian tegak. Sujud juga demikian, turunkan dahulu nafasmu, kemudian sujud. Lawan sujud juga demikian, naikkan dahulu nafasmu, kemudian mengangkat kepala kembali duduk. Demikianlah Nafas itu diikuti naik turunnya, begitulah Imam para Nabi termasuk Nabi Muhammad saw, dan para Wali. Inilah yang dikatakan âIMAM TANPA DI IMAMIâ. Bila ada orang yang memakai memperkenalkan hal ini, maka itulah orang yang sah dijadikan Imam. Jadi bila ada orang yang menjadi Imam sedang ia tidak mengetahui hal ini, sedang Maâmumnya ada yang mengetahui, maka dikatakanlah âIMAM YANG DI IMAMI OLEH MAâMUMâ. Selanjutnya bila sudah membuang Takbiratul Ihram, tahanlah nafasmu sebentar, itulah yang dikatakan âLenyap Kepada Nur Muhammadâ. Adapun yang dibicarakan masalah Nahwu dan Sharaf, âhurufâ Baris, dan Lagunyaâ. Jadi hanya masalah âLafazâ. Bila dikatakan bahwa âKata-Kata Tuhan Itu Bukan Huruf, Bukan Suara, Bunyi, Tidak Berawal, Tidak Berakhir, Dan Tidak Tasdikâ, maka bingunglah orang-orang Nahwu dan Sharaf. Sebab bukan Huruf. Bahkan baris tiga Alif itu tidak dilihat oleh Nahwu dan Logat. Sebab huruf tidak bersambung. Sebab Alif yang ditulis dengan tinta itu menunjuk kepada Alif yang bukan tinta. Sedangkan Alif yang bukan tinta itu menunjuk kepada kata-kata Tuhan. Bila tanda kematian telah tiba, maka hal yang sangat penting untuk dilakukan adalah - Perbanyaklah bertobat kepada Allah swt, atas segala kesalahan-kesalahan yang pernah diperbuat lahir maupun bathin, besar atau kecil, sengaja maupun yang tidak disengaja. - Perbanyaklah berdzikir kepada Allah swt - Laa Ilaaha Illallah - Allah, Allah - Hua, Hua - Ah, Ah - Serahkan dirimu sepenuhnya, artinya gaibkan dirimu kepada Nur Muhammad, dengan demikian sampailah engkau atau kekallah engkau pada Zat Allah swt, Sebab mustahil akan bercerai Nur dengan yang punya Nur, laksana matahari dengan cahayanya. Insya Allah selamatlah engkau. - Sangkalah dirimu didalam rahmat Tuhanmu, jika engkau menyangka dirimu disiksa, maka disiksalah engkau, bila menyangka dirimu diselamatkan dari segala bahaya, maka diselamatkanlah engkau. - Adapun tanda itu harus, artinya boleh jadi ada, boleh jadi tidak ada, tergantung kepada kehendak Allah swt. Hanya kematian itu yang pasti adanya. Adapun tanda kematian itu sebagai berikut - Melihat Nur yang lebih terang dari cahaya matahari. - Melihat ke langit tujuh susun tanpa halangan sampai pada Arsy Qursyiyah. - Melihat Nur yang terang, tiba-tiba ada seorang laki-laki berpakaian hijau berdiri disebelah kananmu lalu memegang telunjukmu dan berkata; âLupakan saja dunia yang gelap ini, akhirat itulah yang terang, kesanalah engkau, dan Allah lebih mengetahuinyaâ, Muhammad itu yang mendatangimu dan katakanlah âAsyhadu An Laa Ilaaha Illallah, Wa Asyhadu Annaka Muhammadan Rasuulullahâ Artinya Aku bersaksi bahwa Tiada Tuhan selain Allah, dan Anda adalah Muhammad Rasulullah. - Selanjutnya melihat Nur yang tidak dimengerti tak ada seumpamanya, muncul lalu lenyap, muncul lagi dan segala sesuatu sudah pada sujud, itulah tanda akhir hidupmu di dunia ini, tidak akan kembali lagi untuk selama-lamanya. - Adapun perasaanmu lebih nikmat daripada bersetubuh antara suami dengan isteri. Biasa saja terjadi kalau diketahui jalannya, dan sehubungan dengan hal itu ada hadits Qudsi yang menunjangnya, yang artinya âIngatlah Aku Allah diwaktu senangmu, maka Aku Allah mengingatmu diwaktu susahmuâ. Pertanyaan - Manusia diwaktu senang, kapan? Dan manusia diwaktu susah, kapan? Dan bagaimana caranya mengingat Allah diwaktu senang? - Adapun orang yang bias mendapatkan kenikmatan itu, tanda-tandanya Basah disekitar alat kelaminnya, karena keluarnya air mani ketika berpisahnya Tubuh dengan Nyawa. - Sewaktu mengucapkan Laa Ilaaha niatkan dirimu lenyap bersama Nur Muhammad pada Dzat Allah - Kemudian mengucapkan Illallah niatkan dirimu kekal bersama Nur Muhammad pada Dzat Allah. Lailahailallah - Laa Ilaaha, artinya menafikkan atau meniadakan - Illallah, artinya mengisbatkan atau mengadakan pada wujud Allah. - Hati yg menarik, Nyawa yang ditarik, Rahasia tempat menarik. - Cahaya Cermin itu adalah tempat Manusia - Cahaya Intan itu adalah tempatnya Muhammad - Cahaya Jamrud itu adalah tempatnya Allah swt - Maka dimasukkanlah diri-Nya didalam Cahaya Cermin, kemudian berpindah ke Cahaya Intan, kemudian ke Cahaya Jamrud didalam Nur Ilahi bersama Muhamad - Demikianlah cara pengembalian serta pengekalan para Aulia Allah. - Ketahuilah bahwa - Dzat Allah itu bathin pada Nyawa Muhammad, sehingga tidak ada pemisahan antara Hati Nurani Nyawa kita dengan Nyawa Nabi kita serta Dzatnya Allah, artinya tubuh itu dapat bergerak, berkehendak, kuasa, hanya karena perintah dari Nyawa kita. Sedangkan Nyawa dibawah perintah Nur Muhammad, sehingga ia dapat bergerak, kuasa dan mengetahui. - Adapun Nyawa Muhammad, nyata pada Dzatnya Allah, menurut dalil yang mengatakan Artinya Seandainya bukan karena engkau Muhammad, Aku tidak menjadikan segala sesuatu. Arti Haqiqatnya âTidak berpisah Nur dengan yang punya Nurâ. Mengenal Allah, Dzat, Sifat, Asma, Afâal, Diri, Tubuh, Hati, Nyawa, Rahasia, itulah bernama âInsanâ atau âTuhanâ. - Yang memerintah Tubuh kita, Afâal Perbuatan pada Allah - Yang memerintah Hati kita, Nama pada Allah - Yang memerintah Nyawa kita, Sifat pada Allah - Yang memerintah Rahasia kita, Dzat pada Allah . Sabda Nabi Muhammad SAW Artinya Pengenal pada diri ada empat Tubuh, Hati, Nyawa, dan Rahasia. Artinya Beginilah pengenal pada diri tubuh kita serta Tuhan. Artinya Ketahuilah Kekuasaan Tuhan dan Kehendaknya dalam segala sesuatu tiada yang mencampurinya. Artinya Semua kata-kata dan kalimat itu adalah kata-kata dan kalimat Tuhan. Artinya Pengenalan dengan meng-Esakan men-Tauhidkan Allah. Artinya Tidak sempurna Islam seseorang, kecuali mengenal Iman, Yang dikatakan orang beriman ialah, orang yang âMengenal Dirinya, Mengenal Tuhannyaâ. Artinya Hati orang beriman, Rumah Allah. NAFAS Adapun bilangan keluar masuknya nafas dalam sehari-semalam sesuai dengan bilangan huruf Al-Qurâan = tiga juta lima ribu tiga ratus empat puluh lima. SYAHADAT Adapun Syahadat itu, âHidupnyaâ Allah yang dijadikan Tubuh pada kita. Isyaratkan bahwa Tubuh kita tidak bercerai dengan Hidupnya Allah swt. SATINJA Adapun Satinja itu, Cahaya Allah yang menjadi kesucian pada hati kita, menjadi rumah-Nya orang muâmin. Isyaratkan bahwa kesucian kita tidak berpisah dengan Nur Allah swt. Jadi Hati kita tidak terpisah dengan Halusnya Allah swt. JUNNUP' Adapun Junnu itu, Halusnya Allah yang dijadkan Rasa Niâmat pada diri kita. Di isyaratkan, tidak berpisah niâmat kita dengan Halusnya Allah swt. PERSETUBUHAN Sebelum melaksanakan malam pertama bagi pengantin baru juga bagi pengantin lama kalau belum pernah melaksanakannya, hendaknya melakukan terlebih dahulu âNikah Batinâ. Seorang suami jangan hanya mengawini isterinya hanya tubuh kasarnya saja, tapi yang harus dikawininya ada 6 enam macam, yaitu 1 Tubuh 2 Hati 3 Nyawa 4 Rahasia 5 Tubuh Halusnya 6 Maunya Seorang suami harus meminta halalnya dari isterinya keenam macam itu. Kalau tidak tahu silahkan tanyakan kepada yang tahu. - Dimisalkan makanan yang telah dihidangkan - Maka sebelum dimakan diucapkanlah dzikirnya Tubuh, Hati, Nyawa, Rahasia. - Pada suapan pertama dikatakan "A" Tidak disentuh lidah. Inilah suara mula jadi. - Pada suapan kedua dikatakan "I, U" jangan disentuh lidah. Inilah âJunnuâ. Selamat dunia & akhirat. - Jika sudah berulang-ulang kali suapannya, dikatakanlah "A" sebab itulah yang tidak disentuh tulisan, jangan dilupakan sampai selesai. Beginilah cara Ali dengan Fatimah. - Dalam buku Yoga dan sex, dalam waktu sekejap mata, sepasang suami isteri yang mencapai klimax dari hubungan sexnya, akan lebih dekat dengan Allah swt. Justru itu jangan kerja seperti alu, tidak ada hasil. Jadi kalau kerja pasti ada hasilnya. Apakah - Manusia berilmu? - Manusia berpangkat? - Manusia berharta?, dsb...Mudah-mudahan mengerti maksudnya. - Nabi Khaidir Bagaimana yang dikatakan âAwal Permulaan? â Nabi Muhammad saw Barang siapa yang mengetahui tentang awal permulaan ini, maka Allah Swt, mengampuni segala dosa-dosanya serta kedua orang tuanya, begitu pula segenap sanak keluarganya dan familinya, jauh maupun dekat, diampunkan segala dosa-dosanya dunia dan akhirat. Sewaktu kita masih berada di dalam pengetahuan Allah Swt., kemudia pindah kepada kenabian alam nubuah dan juga kita masih pada Angin, Air, dan Tanah. - Nabi Khaidir Siapa nama kita pada awal permulaan? â Nabi Muhammad saw Adapun mula-mula nama kita pada Allah Taâala - bagi laki-laki bernama ALIâ - bagi perempuan bernama âFATIMAHâ. - Sewaktu kita tinggal pada Darah - 1 bulan - 2 bulan - 3 bulan - 4 bulan - 5 bulan - 6 bulan - 7 bulan di dalam rahim ibu lengkaplah Tubuh, maka dibacakan âAl-Hamduâ - 8 bulan di dalam rahim ibu dibacakanlah âQul Huwallaahu Ahadâ - 9 bulan di dalam rahim ibu maka Tuhan berkata "Bersiap-siaplah untuk keluar ke dunia, disambut dengan malaikat dan rezeki yang murah, banyak, atau sedikit, demikian pula umurmu panjang atau pendek". Berkata syahadat pada Tuhan Saya takut yaa Tuhan. Kenapa engkau takut sedang Aku yang menyuruhmu? Saya takut sebab saya belum tahu siapa namamu yaa Tuhan. Tuhan berkata Alif namaku. Syahadat berkata kalau begitu sama dengan kita. Tuhan berkata Siapa namamu? Syahadat berkata Alif juga namaku. Kalau begitu sama namamu dengan nama-Ku. Ketahuilah Aku, agar engkau Ku ketahui juga. Kenalilah Aku, agar engkau Ku kenal pula. Dengan cara bagaimana aku mengetahui yaa Tuhan? Tuhan menjawab âYaitu dengan baris diatas A. itulah sebabnya tangis pertama bayi lahir kedunia. Bila ada orang yang bertanya kepadamu, bagaimana pengetahuanmu pada Allah Taâala sehingga engkau dinamakan orang yang bermaârifat. Katakanlah kepadanya âsaya mengetahui dengan pengenalannya sendiri, tempat saya melihat dan mengetahui, artinya dengan pengetahuannya saya mengetahui, dengan pengenalannya saya mengenalnyaâ. Ketahuilah olehmu tentang âRahasia Matiâ sebelum mati. Barang siapa yang telah mengetahui hal tersebut, berarti itulah orang yang telah mempersiapkan dirinya bagi Tuhannya, dan Tuhanpun tersedia baginya. Yang dimaksudkan ialah - Mandikan dirimu, bukan dengan air - Bungkus dirimu, bukan dengan kain kafan - Sembahyangi dirimu sebelum matimu - Kuburkan dirimu, bukan dengan tanah Karena sesungguhnya Tuhan telah berkata bahwa bagi hamba-Ku yang demikian itu, itulah yang tidak bercerai dengan Aku, dan lepas dari segala tuntutan dunia dan akhirat. Itulah hamba yang beriman sungguh-sungguh dan berserah diri sepenuhnya kepada Allah Taâala semata. Adapun kematian itu ada 4 empat tingkat, yakni 1 Kematian Syariat Yaitu mengucapkan dzikir Laa ilaaha Illallah pada akhir kematiannya 2 Kematian Thariqat Yaitu mengucapkan dzikir Allah, Allah pada akhir kematiannya 3 Kematian Haqiqat Yaitu yang mengucapkan dzikir Huwa, Huwa pada akhir kematiannya 4 Kematian Maârifat Yaitu mengucapkan dzikir Ah, Ah, pada akhir kematiannya â Tanda-tanda Kematian Syariat Yakni Hancur tubuhnya dalam kubur â Tanda-tanda Kematian Thariqat Yakni tubuhnya tidak rusak dan kering â Tanda-tanda Kematian Haqiqat Yakni Tubuhnya utuh dan rambutnya serta kukunya bertambah panjang, wajahnya bercahaya-cahaya. â Tanda-tanda Kematian Maârifat Yakni tubuhnya lenyap dalam kubur, diambil oleh Malaikat, dibawa ke Tanah Suci menjadi âWali Allahâ. â Yang dikatakan âsudah membungkus diri sebelum mati ialah Lenyapkan Tubuhmu kedalam hatimu. â Sudah memandikan diri sendiri bukan dengan air ialah Lenyapkan dirimu dilaut adanya Allah. â Sudah menyembahyangi diri sendiri, ialah Rahasiamu lenyap pada Nur Muhammad, Nur Muhammad lenyap pada Nur Allah. â Tetapkan hatimu dalam keyakinan bahwa Tuhan itu Esa adanya. â Bila sudah ada nur yang tiada seumpamanya, sedang masih ada perasaan sakit dirasakan, itu belum yang sebenarnya. Jangan di ikuti. â Bila sudah merasakan ketenangan dan kenikmatan semata dan seluruh perasaan telah sujud, berarti yakinilah bahwa Tuhanmu telah ada, apakah ada Nur atau tiada, berangkatlah. Insya Allah anda telah selamat. - Adapun hikmah yang dikehendaki dalam Shalat Subuh itu, yakni mensucikan seseorang daripada kelupaan dan kelalaiannya, sehingga menetapkan hadapannya semata-mata kepada Allah Taâala yang tiada seumpamanya sesuatu. Itulah sebabnya maka tidak ada shalat sunnah sesudah Shalat Subuh. - Adapun yang dikehendaki dalam Shalat Dhuhur itu, yaitu sucikan pandanganmu melihat ke-Esaan serta kesempurnaan Allah Taâala sampai memasuki waktu Ashar. - Adapun yang dikehendaki dalam Shalat Ashar, yakni sucikan dirimu serta himpunkan penglihatan sempurnamu menghadap pada Himpunan Allah Tauhid Yang Maha Esa. Itulah sebabnya tidak ada shalat sunnah dibelakang shalat ashar. - Adapun yang dikehendaki dalam Shalat Maghrib, yakni sucikan pendengaranmu, penglihatanmu, serta kata-katamu. - Adapun yang dikehendaki dalam Shalat Isyaâ, yakni sucikan kegelapanmu menuju yang terang, artinya hilangkan keakuanmu, serahkan dirimu kepada yang punya diri pencipta. Jelasnya hanya Allah swt yang berkuasa, berkehendak, yang hidup seterusnya, tiada yang lain. - Adapun yang dikehendaki dalam Shalat Witir, yakni menetapkan ingatan lahir dan bathin, tertuju kepada Allah semata-mata, demi untuk dan karena Allah semata. Bagi orang yang telah memiliki keyakinan yang putus adanya maka tiada lagi hal yang tersembunyi baginya, bahkan Tuhannya itulah yang paling nyata dalam segala hal. Baginya tiada perbedan diwaktu hidup didunia dan diakhirat. Mereka telah yakin bahwa hidupnya itu tidak akan mengalami kematian, sekalipun kelak akan berpisah dengan tubuhnya. Dalam arti men-Tuhankan Allah swt. itu adalah menyadari seluruh jiwanya bahwa segala bentuk serta penghayatan dirinya, pada Tuhannyalah ia mengharapkan. Sebab segala yang ada adalah hak dan milik Tuhan, bahkan dirinya sendiri telah bukan lagi miliknya. Mereka telah menyadari bahwa ke-aku-annya selama ini adalah âpalsuâ belaka. Adapun yang bernama itu, laksana gelombang dengan air lautan. Bila gelombang itu telah tiada sirna, maka yang ada hanya lautan itu sendiri. Jelaslah dalam hal ini bahwa gelombang itu adalah merupakan sifat dari lautan. Laksana bayang-bayang dengan yang punya bayang-bayang. Dengan demikian tiadalah bedanya jika kita menyadari hal ini bahwa yang bathil itu, bathil sejak dahulu, sekarang maupun akan datang. Sebaliknya bahwa âHaqâ itu awal tak berpermulaan akhir tak berkesudahan, tiada ia dicakup oleh ruang dan waktu, nyata ia dibalik segala yang dinyatakan. Siapakah dia? Dia itulah yang sebenar-benarnya hakikat diri kita yang tak dapat diragu-ragukan lagi. Bahwa Dzat itulah yang bersifat, artinya bahwa hidup kita ini adalah kenyataan sifatnya, dan yang bersifat itulah yang menghidupi segala sesuatu. - Jadi yang menjadi Hidup Nyawa Muhammad dinamai âTitikâ, artinya Rahasia. - Sedangkan yang dinamai âRahasiaâ adalah Nur Zat. - Yang menjadi sifat itu adalah yang dinamai âNURâ, artinya Nur yang tidak berubah-ubah hidup yang tidak berubah. - Adapun Jiwanya Nyawa adam, adalah Alif, artinya Himpunan, maka Nyawa namanya. - Jadi Nyawa itu ada 2 dua, yaitu; 1. Nyawa yang dinamai âTitikâ adalah Nyawanya Muhammad 2. Nyawa yang dinamai âAlifâ adalah Nyawanya Adam. - Inilah yang tiga tidak berpisah Jadi bila hal tersebut telah menyata pada kita, berarti kita telah menyaksikan melihat buktinya demikian maka selamatlah anda untuk selama-lamanya, kekal abadi dunia akhirat. Inilah dapat dikatakan âkesempurnaan ilmuâ atau kepastian ilmu. Segala yang dijadikan itu adalah bayang-bayang pada Tuhan. Sedang bayang-bayang dengan yang punya bayang-bayang adalah âSatuâ. Gerak bayang-bayang itu adalah geraknya yang punya bayang-bayang. Yakinkan dan jangan ragu-ragu lagi nanti salah. NYAWA menurut Syariat = NYAWA namanya menurut Thariqat = NUR namanya menurut Haqiqat = ZAT ALLAH namanya menurut Maârifat = TIDAK ADA YANG LAIN KECUALI ALLAH. NABI MUHAMMAD SAW DENGAN ANAKNYA FATIMAH Nabi Muhammad saw berkata kepada anaknya âHai Fatimah, apakah engkau masih ingat yang telah saya katakana padamu?â Fatimah menjawab âYa saya ingat semuanyaâ Ingatlah sebuah âkataâ yang tak berpisah dengan Tuhan, yaitu sewaktu Tuhan memesrahi sesuatu, yakinkan dalam hatimu yang bersih. Barang siapa yang menemukan pengenalan yang sesungguhnya didalam kehendak Tuhannya, itulah orang yang memakai Penglihatan Tuhannya ia melihat, Pendengaran Tuhannya ia mendengar, dengan kata Tuhannya ia berkata, dan katakanlah nama itu tidak berpisah dengan yang punya nama. Janganlah merasa ragu dalam hatimu, itulah sebabnya sehingga ada yang dikatakan âKepastian Ilmuâ atau Ilmil Yakin, Haqqul Yakin. Yakinkan dalam hatimu, tidak berpisah dengan Tuhanmu serta Rasulnya. Sebab haqiqat NYAWA yang suci itulah yang dinamakan âMuhammadâ artinya orang yang dicinta. Artinya Insan itu Rahasia-Ku, dan Aku Rahasianya. Kuatkan Tauhidmu pada Allah swt. Adapun pengertian sebenarnya kalimah Laa Ilaaha Illallah yaitu âTIADA ASALKU YANG SELAIN DARI ALLAH TAâALAâ Nabi Muhammad saw berseru kepada seluruh umatnya âKetahuilah dirimu didalam dirimuâ Yakni ada 4 empat Rahasia, Nyawa, Hati, Tubuh. 1 Rahasia itu Nur Zatullah 2 Nyawa itu Nur Sifatullah 3 Hati itu Nur Asmaullah 4 Tubuh itu Nur Afâalullah. Dari ke 4 empat tersebut diatas, 3 tiga yang dapat melihat pada Allah. Allah itulah yang menjadikan semesta alam beserta isinya dan berubah-ubah, Tuhan juga yang meliputi, menembus, memesrahi beserta isinya. As-Syeikh Lukmanul Hakim bertanya kepada anaknya âApa sebabnya Al-Fatihah dibaca dalam shalatâ? Indrajaya menjawab âbahwa shalat lima waktu berasal dari surah Al-Fatihah, pada awalnya, yaitu Al-Hamdu terdiri dari lima huruf yaitu Alif Lam Ha Mim Dal Allah swt menjadikan waktu yang lima itu sebagai berikut 1 Waktu Dhuhur dijadikan dari huruf Alif-nya Al-Hamdu 2 Waktu Ashar dijadikan dari huruf Lam-nya Al-Hamdu 3 Waktu Maghrib dijadikan dari huruf Ha-nya Al-Hamdu 4 Waktu Isyaâ dijadikan dari huruf Mim-nya Al-Hamdu 5 Waktu Subuh dijadikan dari huruf Dal-nya Al-Hamdu Tuak ilahi
â Ayat Alkitab tentang menjadi diri sendiri. Setiap orang dituntut untuk menjadi dirinya sendiri. Apa yang dilakukannya harus sesuai dengan apa yang ada di dalam pikirannya. Menjadi orang yang memiliki jati diri memang susah. Namun jika seseorang mampu menjadi sebenarnya apa yang ada di dalam jiwanya, maka itu akan lebih baik dan bisa membuat orang tersebut melangkah maju menggapai cita-cita dan harapan. Tentu saja ini juga telah disebutkan oleh Tuhan melalui dari itu pada kesempatan ini kami akan membagikan sejumlah ayat emas Alkitab atau firman Tuhan tentang menjadi diri sendiri. Anda bisa menyimaknya secara lengkap pada ayat-ayat Alkitab yang telah kami rangkum dari berbagai sumber berikut tentang menjadi diri sendiri di dalam Alkitab ini juga bisa dibagikan melalui media sosial sebagai penyemangat, sarana motivasi, hingga cara untuk membangkitkan semangat dalam diri untuk bisa menjadi lebih baik lagi ke Ayat Alkitab Tentang Menjadi Diri SendiriKumpulan Ayat Alkitab LainnyaDaftar Ayat Alkitab Tentang Menjadi Diri SendiriSilahkan langsun saja simak kumpulan daftar ayat emas Alkitab atau firman Tuhan mengenai cara menjadi diri sendiri. Ini telah kami rangkum dari berbagai sumber, mulai dari Perjanjian Lama hingga Perjanjian Baru. Simak selengkapnya berikut Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya 127Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;Yohanes 112Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam 31-3Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang Petrus 29Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan, dan kamu telah dipenuhi di dalam Dia. Dialah kepala semua pemerintah dan 29-10Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus. Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus 327-28Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah Korintus 1227Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, âdan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!1 Korintus 619-20Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan 157Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari 1515Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada 65Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi 15Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia. Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang Yohanes 31-2Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di 210Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya 1516Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk 220Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai 320Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi 837Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah Korintus 517Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya. Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah; mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari 13913-16Kumpulan Ayat Alkitab LainnyaTanpa banyak basa basi kembali, langsung saja silahkan simak penjelasan mengenai daftar kumpulan ayat emas Alkitab atau firman Tuhan tentang hal-hal lainnya. Sebab sebelumnya kami juga telah membagikan ayat-ayat Alkitab yang Ayat Alkitab Tentang Upah PekerjaAyat Alkitab Tentang Keadilan Tuhan YesusDaftar Ayat Alkitab Tentang PerceraianKesimpulanItu dia sekilas pembahasan mengenai ayat alkitab tentang menjadi diri sendiri, ayat alkitab tentang mencintai diri sendiri, ayat alkitab tentang self love, ayat alkitab tentang bersyukur, cara menjadi diri sendiri menurut Doa Katolik untuk Membuka Mata Batin25 Lagu Rohani Kristen Saat Teduh Pagi HariRenungan Kristen Tentang Menempati Rumah Baru
Inilah kitab yang membicarakan sebelum alam ini dijadikan. Bermulah Allah menjadikan Nyawa Muhammad, lalu Tuhan melihat kedepan tiada sesuatu yang dilihatnya, kemudian melihat ke belakang, kekanan, dan kekiri namun tiada melihat sesuatu pun, sedangkan Ia ingin disembah dan dipuji, tidak ada yang memuji dan menyembahnya, maka dijadikanlah dirinya didalam dirinyaKemudian melihat ke atas dan dikatakannya ALIF , keluarlah Nur, inilah Rahasianya Muhammad, melihat ke atas jadilah Arsy, melihat ke bawah jadilah RahasianyaKemudian Tuhan melihat ke depan dan dikatakannya I , keluarlah Nur, inilah Nyawanya Muhammad, melihat ke atas jadilah Kursiyah, melihat ke bawah inilah NyawanyaKemudian Tuhan melihat ke kanan dan dikatakan U , keluarlah Nur menjadi hatinya Muhammad, melihat ke atas inilah syurga melihat kebawah menjadi hatinyaKemudian Tuhan melihat ke kirinya dikatakannya HA , keluarlah suatu Nur, inilah Misalnya Muhammad, melihat ke bawah jadilah misalnyaKemudian Tuhan melihat ke belakang dan dikatakannya HU , keluarlah suatu Nur yang menjadi akalnya Muhammad, melihat ke atas jadilah Lauh-Mahfud, melihat ke bawah jadilah akal MuhammadKemudian Tuhan melihat ke bawah dan dikatakannya HU , keluarlah suatu cahaya, inilah bayang-bayangan Muhammad, melihat ke atas inilah hati kecil, melihat kebawahnya jadi RupaKemudian Tuhan melihat kedalam diri-Nya, inilah yang menjadi Hatinya Muhammad, inilah yang dinamakan Halus, melihat keatas inilah yang menjadi Rasa, melihat kebawah inilah yang menjadi Air ManiKemudian Tuhan melihat ke sekeliling-Nya, dikatakan-Nya HUA HUA, menyebarlah cahayanya, maka jelaslah Nur Muhammad didalam cahayanya laut kenyataannya Allah Taâala didalam cahayanya Muhammad, dikatakannya dirinya TuhanMaka dinampakkanlah dirinya Tuhan dihadapan Muhammad, kemudian Tuhan berkata âJadi adakah engkau yang menjadikan dirimu sehingga engkau melupakan Nyawamu disujudkan di Baitul Maujudi?âMaka berkatalah Muhammad âEngkau baru kulihat, maka sebaiknya kita masing-masing bersembunyi, barang siapa yang didapat itulah yang menjadi Hamba, yang tidak dapat diketemukan itulah yang menjadi TuhanâBersembunyilah engkau Muhammad terlebih dahulu, Aku yang mencari. Maka bersembunyilah Muhammad di Wajah, di ingatan, di akal, namun setiap persembunyiannya senantiasa diketemukan oleh TuhanBerkatalah Muhammad, bersembunyilah, aku yang mencari. Maka bersembunyilah Tuhan di waktu 5 lima, namun Nur Muhammad tidak menemukannyaMaka berkatalah Tuhan âCarilah aku sungguh-sungguh, kemudian Tuhan berpindah menyembunyikan dirinya di Rahasia, juga Muhammad tidak menemukannyaSehinga Muhammad berseru âDimanakah Engkau bersembunyi, sedangkan suara-Mu kedengaran tapi aku tak melihat?âMaka Tuhan berkata âAku bersembunyi di RahasiaâLalu Muhammad mencarinya di Rahasia, namun Muhammad tidak dapat membuka matanya, dikarenakan cahaya terang yang tidak dapat ditembusSehingga Muhammad berkata âSudahlah nyatakanlah diri-Mu, Engkaulah yang menjadi TuhanâMaka berkatalah Tuhan âMana tanda kepercayaan-Mu dan dimana letak berdiri kepercayaanmu?âMaka dikatakanlah Muhammad âASYHADU AN LAA ILAAHA ILLALLAH"Lalu Tuhan menjawab âWA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR RASUULULLAHâKetahuilah olehmu Muhammad âRupaâ itu Sifat-Ku dan nama bagimu, âWaktuâ itu SifatmuBerkatalah Muhammad âbagaimana sehingga Wajah itu namaku sedangkan adalah Sifat-Mu?Berkatalah Tuhan adalah Rupa Wajah itu namamu dan Sifat-Ku, karena itulah Aku ingin disembah, dipuji, dikenal, dikasihi, digembirai, sedangkan semua itu tidak dapat dilakukan-Nya. Sehingga dengan demikian kujadikan diri-Ku dalam diri-KuâWaktuâ itu Nama-Ku dan Sifat itu Rupa-Ku, sebab Aku jugalah yang sembah diri-Ku. Sesuai dengan dalil Artinya Adapun yang disembah dan menyembah itu satuJadi Aku yang memuji diri-Ku, dan mengasihani diri-Ku, dan engkau kujadikan yaa Muhammad Akulah yang menjadikan diri-Ku, dalam diri-Ku, adamu itu ada-Ku-lah itu. Kenyataanmu itu kenyataan-Ku-lah ituKetahuilah olehmu Muhammad Ada-mu pada Nama-Ku yang sesungguhnya di Sifat-Ku, ada pada DIAMMUAdapun Rupa-Ku, ada pada IâTIKADMUAdapun Diri-Ku, ada pada MANFAATMUAdapun Lahir-Ku, ada pada GERAKMUAdapun Perbuatan-Ku, ada pada PERBUATANMUAdapun Rahmat-Ku, ada pada PERKATAANMU YG BENARAdapun kehendak-Ku, ada pada HAJATMUAdapun kekekalan-Ku, ada pada HATIMU YG BAIK, TEMPATNYA MUHAMMADFungsi-Fungsi Yang Dibebankan Allah Fungsi Rahasia, Kebenaran dan Alam2 Fungsi Nyawa, Penglihatan dan Nama-Ku3 Fungsi Hati, Niat dan Pengenalan4 Fungsi Ingat, Angan-angan dan Kekuasaan5 Fungsi Akal, Yang Nyata dan Kebingungan6 Fungsi Bayang-bayang, Kepintaran dan Kebodohan7 Fungsi Nur, Pertimbangan dan PengetahuanTANYA Apa sebabnya Engkau jadikan yang tujuh itu?JAWAB Aku jadikan yang tujuh itu sebab Aku ingin disembahTANYA Dimanakan yang disembah dari yang tujuh itu?JAWAB Aku disembah Nur pada bayang-bayangâBayang-bayang, Ingat, Hati, Nyawa, Rahasia, di Diri-Ku, dan Akulah yang sembah diri-Ku"TANYA Apa penyembahan Rahasia Pada-Mu Yaa Allah?JAWAB Penyembahan Rahasia itu, ketika ia mengatakan âAâPenyembahan Nyawa itu, ketika ia mengatakan âIâPenyembahan Hati itu, ketika ia mengatakan âUâPenyembahan Ingat itu, ketika ia mengatakan âHaâPenyembahan Akal itu, ketika ia mengatakan âHiâPenyembahan Bayang-bayang itu, ketika ia mengatakan âHuâPenyembahan Nur itu, ketika ia mengatakan âEngkaulah Yang Kusembah Yaa AllahâAdapun kenyataannya Rahasia âAâAdapun kenyataannya Nyawa âIâAdapun kenyataannya Hati âUâAdapun kenyataannya Ingat âHaâAdapun kenyataannya Akal âHiâAdapun kenyataannya Bayang-bayang âHuâAdapun kenyataannya Alif, Rasa, Nyawa Muhammad "Mani"Adapun Perbuatan Muhammad itu âAntaraâAdapun yang dinamakan âNama Dirimuâ artinya âKita Berdua Berdiri, Akulah itu yang dinyatakan âEngkaulah itu Muhammad, itulah dinamakan kata âHIDUP TAK MATIâ artinya yang disuruh dan yang mengetahui hal itu serta dibenarkannya, panjang umurnya, dan disukai oleh para penguasa, dipercaya oleh orang lain, dihindarkan dari bahaya ujian TuhanKetahuilah pula kemunculannya NURNur muncul pada bayang-bayangBayang-bayang muncul pada AkalAkal muncul pada IngatHati muncul pada NyawaNyawa muncul pada RahasiaRahasia muncul pada NurNur muncul pada TuhannyaDari situlah kita datang dan disitu pula kita kenalilah Aku sungguh-sungguh Muhammad bahwa, âKita tidak berpisahâAku jadikan segala sesuatu karenamu, sedang engkau untuk-Ku. Muncullah engkau pada kenyataan, Ku nyatakan engkau dan Ku lindungi kenyataan serta pengertian Alif itu bersumber dari titik atau Zarra atau Nyawa-berlindung. Yang dinamakan Nyawa berlindung yakni Rahasia atau Cahaya Zat dan Sifat itulah yang memperkenalkan TuhanAdapun iman itu tempatnya Rahasia, Artinya Rahasia adalah Cahaya Hati-Nurani, ketika baris atas, bawah dan titik itu terbagi, maka jadilah 4 empat huruf, pertama ALIF, kedua LAM dimuka, ketiga LAM dibelakang, dan keempat HA, inilah lafasnya Allah SWT.Nyawa muhammad dinamai Ma'rifatNyawa kita dinamakan HaqiqatAngan angan kita dinamakan ThariqatTubuh kita dinamakan Syariat ialah pengetahuan tentang pengenalan diri didalam Tubuh Nyawa itu melihat pada Allah SWT Rahasia Nyawa melihat pada Alam Iman Nyawa melihat pada Akhirat Nyawa Nyawa melihat ke dunia Badan jasmani Nyawa melihat kepada badan jasmaninya hati kecil Adapun ilmu pada Allah, kebodohan terhadap sesuatu, Adapun maârifat kepada Allah, menyangkali diri, Adapun bertauhid kepada Allah, Muhammad SAW berkata kepada Ali ketahuilah bahwa keluar masuknya nafas itulah yang dikatakan sembahyang bathin selamanya tidak membedakan antara siang dan malam dan diwaktu tidur dan diwaktu nafas keluar dikatakannya "LAA"Apabila nafas masuk dikatakannya "HU"Itulah nama Tuhan serta nama Nabi yang tidak berpisah atau dinamakan âSYAHADAT-DUAâKeluar nafas "Sunnah"Shalat dirinya TubuhMasuk nafas "Fardhu"Tanda kematiannya Ada yang dilihat seperti keranjang cermin, didalamnya ada orang seperti wajahnya diwaktu ia masih muda. 40 Empat puluh malam sesudah ia melihat lalu ia meninggal, empat puluh malam didalam kubur, lalu naik ke syurga pertamaKeluar nafas "Ilmu"Shalat dirinya ImanMasuk nafas "Pengetahuan"Tanda kematiannya Ada yang dilihat seperti lampu lilin dikepalanya, terus naik ke langit, Tiga puluh 30 malam sesudahnya itu, ia meninggal, sekian malam didalam kubur lalu naik ke syurga yang kedua⢠Pegangannya pada Qurâan 30 nafas "Dunia"Shalat dirinya AkalMasuk nafas "Akhirat"Tanda kematiannya Ada yang dilihat dikepalanya cahaya keluar, lalu naik ke langit, Dua puluh malam setelah itu lalu ia meninggal, sekian malam ia didalam kuburnya ia naik kelangit ketiga⢠Pegangannya âSifat Dua PuluhâKeluar nafas "Hamba"Shalat dirinya IngatMasuk nafas "Tuhan"Tanda kematiannya Ia melihat sesuatu seperti telur, didalamnya ada seperti masjid, cermin didalamnya, ada orang seperti wajahnya diwaktu mudanya. 13 tiga belas malam merikutnya ia meninggal, sekian malam pula ia didalam kuburnya lalu ia naik ke syurga yang ke 4 empat⢠Berdirinya Rukun 13Keluar nafas "Sifat"Shalat dirinya Hati SanubariMasuk nafas "Zat"Tanda kematiannya Ia melihat nur yang berdiri di pusatnya, seperti terangnya bulan ke 14, didalamnya ada orang seperti wajahnya diwaktu mudanya. Lima malam sesudahnya ia meninggal, dan sekian lama juga dikuburnya, ia naik ke syurga yang ke limaKeluar nafas "Nabi"Shalat dirinya Hati NuraniMasuk nafas "Tuhan"Tanda kematiannya Ia melihat âseperti rambutâ berdiri diantara kedua matanyasampai ke syurga, di dalamnya ada Nur yangmerah seperti matahari. 3 tiga malam sesudahnya ia meninggal, sekian malam juga di dalam kuburnya, ia naik ke syurga yang ke 6 enam.⢠Penerapannya dalam tafakkur â Mulut ditutup, nafas melalui hidungâKeluar nafas "Rupa Tuhan"Shalat dirinya NyawaMasuk nafas "Wali Tuhan"Tanda kematiannya Ia melihat seperti busa-busa emas sampai di langit bulan berdiri diantara kedua kening seperti ârambut yang hijauâ melekat di Arsy, ada juga seperti bulan 14 munculnya. 1 satu malam kemudian ia meninggal, semalam juga dikuburnya ia laik ke syurga yang ke 7 tujuh. Diberikan perasaan seperti orang yang sedang bersetubuh niâmatnya. Inilah berdirinya âJibrilâ.Keluar nafas "HU" Shalat dirinya RahasiaMasuk nafas "HU"Tanda kematiannya Ia melihat permata yang jernih gilang gemilang, menjadi orang seperti dimasa mudanya, bercahaya wajahnya dan dirinya. Itulah âHalus Kitaâ keluar, itulah juga Nur, Itulah juga yang menjadi Tubuh kita. Pada saat lepasnya Nyawa, diberikan perasaan seperti keluarnya mani. Pada hari kematiannya itulah ia dikuburkan, hari itu juga ia naik ke syurga yang ke 8 delapan di âArsy Kursyiyahâ.⢠Inilah yang tidak menunggu bacaan talqin.⢠Inilah berdirinya Muhammad,⢠Inilah yang dinamakanâ âshalat yang berkekalan dan berkepanjanganâ.â Tali yang tidak putus pada Allah.â Kain Kafan yg tidak hancurJika kita berdiri untuk shalat, pada haqiqatnya ALIF itulah yang berdiri untuk shalatMaksudnya Naikkan terlebih dahulu nafasmu kemudian berdiri, artinya Nyawa yang terlebih dahulu berdiri, kemudian Tubuh sebab tidak mungkin Tubuh yang dapat mendirikan Nyawa, sebaliknya Nyawa itulah yang mendirikan Tubuh. Jangan bertentangan perbuatan Tubuh dengan Nyawa, karena yang demikian itu sama halnya dengan orang yang menserikatkan ini diibaratkan bahwa, Nyawa itu ibarat Imam terhadap Tubuh, sudah tentu Imam itu terdahulu yang berdiri kemudian maâmum. Itulah sebabnya maka âImamâ itu wajib ada orang yang bertanya siapa Imammu dalam shalat, maka jawablah bahwa âAl-Qurâan itulah Imamkuâ...Apa artinya Al-Qurâan itu?...Al-Qurâan itu Kalamullah atau perkataan Tuhan, dan Tuhan itu bersifat Qadim, jadi Al-Qurâan itupun Qadim. Jadi pada haqiqatnya Tuhan itulah Imam, tanpa demikian ini berarti shalatnya tidak sah. Sebab yang dimaksudkan shalat disini ialah Dzahirnya perbuatan.âDzahirâ artinya perbuatannya Tuhan pada kita. Allah juga pada haqiqatnya. Sehingga kita bersatu kata atau sekata dengan Imam Imam dengan Maâmum.Dikatakan âImaman Lillahi Taâalaâ, artinya Imam karena Allah Taâ âMaâmuman Lillahi Taâalaâ, artinya Maâmum karena Allah Taâ itulah yang menggerakkan maâmum, demikian pulalah Nyawa itulah yang menggerakkan Tubuh, dan tidaklah Nyawa itu dapat bergerak jika tidak karena kehendak hendak Rukuâ, turunkan nafasmu dahulu, kemudian badanmu rukuâ.Begitu pula Iâtidal Sami Allahu Liman Hamida, naikkan kembali nafasmu, kemudian juga demikian, turunkan dahulu nafasmu, kemudian sujud juga demikian, naikkan dahulu nafasmu, kemudian mengangkat kepala kembali duduk.Demikianlah Nafas itu diikuti naik turunnya, begitulah Imam para Nabi termasuk Nabi Muhammad saw, dan para Wali. Inilah yang dikatakan âIMAM TANPA DI IMAMIâ.Bila ada orang yang memakai memperkenalkan hal ini, maka itulah orang yang sah dijadikan bila ada orang yang menjadi Imam sedang ia tidak mengetahui hal ini, sedang Maâmumnya ada yang mengetahui, maka dikatakanlah âIMAM YANG DI IMAMI OLEH MAâMUMâ.Selanjutnya bila sudah membuang Takbiratul Ihram, tahanlah nafasmu sebentar, itulah yang dikatakan âLenyap Kepada Nur Muhammadâ.Adapun yang dibicarakan masalah Nahwu dan Sharaf, âhurufâ Baris, dan Lagunyaâ. Jadi hanya masalah âLafazâ.Bila dikatakan bahwa âKata-Kata Tuhan Itu Bukan Huruf, Bukan Suara, Bunyi, Tidak Berawal, Tidak Berakhir, Dan Tidak Tasdikâ, maka bingunglah orang-orang Nahwu dan Sharaf. Sebab bukan baris tiga Alif itu tidak dilihat oleh Nahwu dan Logat. Sebab huruf tidak bersambung. Sebab Alif yang ditulis dengan tinta itu menunjuk kepada Alif yang bukan tinta, sedangkan Alif yang bukan tinta itu menunjuk kepada kata-kata tanda kematian telah tiba, maka hal yang sangat penting untuk dilakukan adalah- Perbanyaklah bertobat kepada Allah swt, atas segala kesalahan-kesalahan yang pernah diperbuat lahir maupun bathin, besar atau kecil, sengaja maupun yang tidak Perbanyaklah berdzikir kepada Allah swt- Laa Ilaaha Illallah- Allah, Allah- Hua, Hua- Ah, Ah- Serahkan dirimu sepenuhnya, artinya gaibkan dirimu kepada Nur Muhammad, dengan demikian sampailah engkau atau kekallah engkau pada Zat Allah swt, Sebab mustahil akan bercerai Nur dengan yang punya Nur, laksana matahari dengan cahayanya. Insya Allah selamatlah Sangkalah dirimu didalam rahmat Tuhanmu, jika engkau menyangka dirimu disiksa, maka disiksalah engkau, bila menyangka dirimu diselamatkan dari segala bahaya, maka diselamatkanlah Adapun tanda itu harus, artinya boleh jadi ada, boleh jadi tidak ada, tergantung kepada kehendak Allah swt. Hanya kematian itu yang pasti tanda kematian itu sebagai berikut- Melihat Nur yang lebih terang dari cahaya Melihat ke langit tujuh susun tanpa halangan sampai pada Arsy Melihat Nur yang terang, tiba-tiba ada seorang laki-laki berpakaian hijau berdiri disebelah kananmu lalu memegang telunjukmu dan berkata; âLupakan saja dunia yang gelap ini, akhirat itulah yang terang, kesanalah engkau, dan Allah lebih mengetahuinyaâ,Muhammad itu yang mendatangimu dan katakanlah âAsyhadu An Laa Ilaaha Illallah, Wa Asyhadu Annaka Muhammadan Rasuulullahâ Artinya Aku bersaksi bahwa Tiada Tuhan selain Allah, dan Anda adalah Muhammad Selanjutnya melihat Nur yang tidak dimengerti tak ada seumpamanya, muncul lalu lenyap, muncul lagi dan segala sesuatu sudah pada sujud, itulah tanda akhir hidupmu di dunia ini, tidak akan kembali lagi untuk Adapun perasaanmu lebih nikmat daripada bersetubuh antara suami dengan isteri. Biasa saja terjadi kalau diketahui jalannya, dan sehubungan dengan hal itu ada hadits Qudsi yang menunjangnya, yang artinya âIngatlah Aku Allah diwaktu senangmu, maka Aku Allah mengingatmu diwaktu susahmuâ.Pertanyaan- Manusia diwaktu senang, kapan?Dan manusia diwaktu susah, kapan?Dan bagaimana caranya mengingat Allah diwaktu senang?- Adapun orang yang bias mendapatkan kenikmatan itu, tanda-tandanya Basah disekitar alat kelaminnya, karena keluarnya air mani ketika berpisahnya Tubuh dengan Sewaktu mengucapkan Laa Ilaaha niatkan dirimu lenyap bersama Nur Muhammad pada Dzat Allah- Kemudian mengucapkan Illallah niatkan dirimu kekal bersama Nur Muhammad pada Dzat Laa Ilaaha, artinya menafikkan atau meniadakan- Illallah, artinya mengisbatkan atau mengadakan pada wujud Hati yg menarik, Nyawa yang ditarik, Rahasia tempat Cahaya Cermin itu adalah tempat Manusia- Cahaya Intan itu adalah tempatnya Muhammad- Cahaya Jamrud itu adalah tempatnya Allah swt- Maka dimasukkanlah diri-Nya didalam Cahaya Cermin, kemudian berpindah ke Cahaya Intan, kemudian ke Cahaya Jamrud didalam Nur Ilahi bersama Muhamad- Demikianlah cara pengembalian serta pengekalan para Aulia Ketahuilah bahwa- Dzat Allah itu bathin pada Nyawa Muhammad, sehingga tidak ada pemisahan antara Hati Nurani Nyawa kita dengan Nyawa Nabi kita serta Dzatnya Allah, artinya tubuh itu dapat bergerak, berkehendak, kuasa, hanya karena perintah dari Nyawa kita. Sedangkan Nyawa dibawah perintah Nur Muhammad, sehingga ia dapat bergerak, kuasa dan Adapun Nyawa Muhammad, nyata pada Dzatnya Allah, menurut dalil yang mengatakan Artinya Seandainya bukan karena engkau Muhammad, Aku tidak menjadikan segala Haqiqatnya âTidak berpisah Nur dengan yang punya Nurâ.Mengenal Allah, Dzat, Sifat, Asma, Afâal, Diri, Tubuh, Hati, Nyawa, Rahasia, itulah bernama âInsanâ atau âTuhanâ.- Yang memerintah Tubuh kita, Afâal Perbuatan pada Allah- Yang memerintah Hati kita, Nama pada Allah- Yang memerintah Nyawa kita, Sifat pada Allah- Yang memerintah Rahasia kita, Dzat pada AllahSabda Nabi Muhammad SAW Artinya Pengenal pada diri ada empat Tubuh, Hati, Nyawa, dan Beginilah pengenal pada diri tubuh kita serta Ketahuilah Kekuasaan Tuhan dan Kehendaknya dalam segala sesuatu tiada yang Semua kata-kata dan kalimat itu adalah kata-kata dan kalimat Pengenalan dengan meng-Esakan men-Tauhidkan Tidak sempurna Islam seseorang, kecuali mengenal Iman, Yang dikatakan orang beriman ialah, orang yang âMengenal Dirinya, Mengenal Tuhannyaâ.Artinya Hati orang beriman, Rumah Adapun bilangan keluar masuknya nafas dalam sehari-semalam sesuai dengan bilangan huruf Al-Qurâan = tiga juta lima ribu tiga ratus empat puluh lima.SYAHADAT Adapun Syahadat itu, âHidupnyaâ Allah yang dijadikan Tubuh pada kita. Isyaratkan bahwa Tubuh kita tidak bercerai dengan Hidupnya Allah Adapun Satinja itu, Cahaya Allah yang menjadi kesucian pada hati kita, menjadi rumah-Nya orang muâmin. Isyaratkan bahwa kesucian kita tidak berpisah dengan Nur Allah swt. Jadi Hati kita tidak terpisah dengan Halusnya Allah Adapun Junnu itu, Halusnya Allah yang dijadkan Rasa Niâmat pada diri kita. Di isyaratkan, tidak berpisah niâmat kita dengan Halusnya Allah Sebelum melaksanakan malam pertama bagi pengantin baru juga bagi pengantin lama kalau belum pernah melaksanakannya, hendaknya melakukan terlebih dahulu âNikah Batinâ.Seorang suami jangan hanya mengawini isterinya hanya tubuh kasarnya saja, tapi yang harus dikawininya ada 6 enam macam, yaitu 1 Tubuh2 Hati3 Nyawa4 Rahasia5 Tubuh Halusnya6 MaunyaSeorang suami harus meminta halalnya dari isterinya keenam macam itu. Kalau tidak tahu silahkan tanyakan kepada yang Dimisalkan makanan yang telah dihidangkan- Maka sebelum dimakan diucapkanlah dzikirnya Tubuh, Hati, Nyawa, Pada suapan pertama dikatakan "A"Tidak disentuh lidah. Inilah suara mula Pada suapan kedua dikatakan "I, U"jangan disentuh lidah. Inilah âJunnuâ. Selamat dunia & Jika sudah berulang-ulang kali suapannya, dikatakanlah "A" sebab itulah yang tidak disentuh tulisan, jangan dilupakan sampai selesai. Beginilah cara Ali dengan Dalam buku Yoga dan sex, dalam waktu sekejap mata, sepasang suami isteri yang mencapai klimax dari hubungan sexnya, akan lebih dekat dengan Allah itu jangan kerja seperti alu, tidak ada hasil. Jadi kalau kerja pasti ada hasilnyaApakah - Manusia berilmu?- Manusia berpangkat?- Manusia berharta?, dsb...Mudah-mudahan mengerti Nabi Khaidir Bagaimana yang dikatakan âAwal Permulaan?â Nabi Muhammad saw Barang siapa yang mengetahui tentang awal permulaan ini, maka Allah Swt, mengampuni segala dosa-dosanya serta kedua orang tuanya, begitu pula segenap sanak keluarganya dan familinya, jauh maupun dekat, diampunkan segala dosa-dosanya dunia dan kita masih berada di dalam pengetahuan Allah Swt., kemudia pindah kepada kenabian alam nubuah dan juga kita masih pada Angin, Air, dan Nabi Khaidir Siapa nama kita pada awal permulaan?â Nabi Muhammad saw Adapun mula-mula nama kita pada Allah Taâala - bagi laki-laki bernama ALIâ- bagi perempuan bernama âFATIMAHâ.- Sewaktu kita tinggal pada Darah- 1 bulan- 2 bulan- 3 bulan- 4 bulan- 5 bulan- 6 bulan- 7 bulan di dalam rahim ibu lengkaplah Tubuh, maka dibacakan âAl-Hamduâ- 8 bulan di dalam rahim ibu dibacakanlah âQul Huwallaahu Ahadâ- 9 bulan di dalam rahim ibu maka Tuhan berkata "Bersiap-siaplah untuk keluar ke dunia, disambut dengan malaikat dan rezeki yang murah, banyak, atau sedikit, demikian pula umurmu panjang atau pendek".Berkata syahadat pada Tuhan Saya takut yaa engkau takut sedang Aku yang menyuruhmu?Saya takut sebab saya belum tahu siapa namamu yaa berkata Alif berkata kalau begitu sama dengan berkata Siapa namamu?Syahadat berkata Alif juga begitu sama namamu dengan Aku, agar engkau Ku ketahui juga. Kenalilah Aku, agar engkau Ku kenal cara bagaimana aku mengetahui yaa Tuhan?Tuhan menjawab âYaitu dengan baris diatas A. itulah sebabnya tangis pertama bayi lahir ada orang yang bertanya kepadamu, bagaimana pengetahuanmu pada Allah Taâala sehingga engkau dinamakan orang yang bermaâ kepadanya âsaya mengetahui dengan pengenalannya sendiri, tempat saya melihat dan mengetahui, artinya dengan pengetahuannya saya mengetahui, dengan pengenalannya saya mengenalnyaâ.Ketahuilah olehmu tentang âRahasia Matiâ sebelum mati. Barang siapa yang telah mengetahui hal tersebut, berarti itulah orang yang telah mempersiapkan dirinya bagi Tuhannya, dan Tuhanpun tersedia dimaksudkan ialah - Mandikan dirimu, bukan dengan air- Bungkus dirimu, bukan dengan kain kafan- Sembahyangi dirimu sebelum matimu- Kuburkan dirimu, bukan dengan tanahKarena sesungguhnya Tuhan telah berkata bahwa bagi hamba-Ku yang demikian itu, itulah yang tidak bercerai dengan Aku, dan lepas dari segala tuntutan dunia dan akhirat. Itulah hamba yang beriman sungguh-sungguh dan berserah diri sepenuhnya kepada Allah Taâala kematian itu ada 4 empat tingkat, yakni 1 Kematian Syariat Yaitu mengucapkan dzikir Laa ilaaha Illallah pada akhir kematiannya2 Kematian Thariqat Yaitu mengucapkan dzikir Allah, Allah pada akhir kematiannya3 Kematian Haqiqat Yaitu yang mengucapkan dzikir Huwa, Huwa pada akhir kematiannya4 Kematian Maârifat Yaitu mengucapkan dzikir Ah, Ah, pada akhir kematiannyaâ Tanda-tanda Kematian Syariat Yakni Hancur tubuhnya dalam kuburâ Tanda-tanda Kematian Thariqat Yakni tubuhnya tidak rusak dan keringâ Tanda-tanda Kematian Haqiqat Yakni Tubuhnya utuh dan rambutnya serta kukunya bertambah panjang, wajahnya bercahaya-cahaya.â Tanda-tanda Kematian Maârifat Yakni tubuhnya lenyap dalam kubur, diambil oleh Malaikat, dibawa ke Tanah Suci menjadi âWali Allahâ.â Yang dikatakan âsudah membungkus diri sebelum mati ialah Lenyapkan Tubuhmu kedalam hatimu.â Sudah memandikan diri sendiri bukan dengan air ialah Lenyapkan dirimu dilaut adanya Allah.â Sudah menyembahyangi diri sendiri, ialah Rahasiamu lenyap pada Nur Muhammad, Nur Muhammad lenyap pada Nur Allah.â Tetapkan hatimu dalam keyakinan bahwa Tuhan itu Esa adanya.â Bila sudah ada nur yang tiada seumpamanya, sedang masih ada perasaan sakit dirasakan, itu belum yang sebenarnya. Jangan di ikuti.â Bila sudah merasakan ketenangan dan kenikmatan semata dan seluruh perasaan telah sujud, berarti yakinilah bahwa Tuhanmu telah ada, apakah ada Nur atau tiada, berangkatlah. Insya Allah anda telah Adapun hikmah yang dikehendaki dalam Shalat Subuh itu, yakni mensucikan seseorang daripada kelupaan dan kelalaiannya, sehingga menetapkan hadapannya semata-mata kepada Allah Taâala yang tiada seumpamanya sesuatu. Itulah sebabnya maka tidak ada shalat sunnah sesudah Shalat Adapun yang dikehendaki dalam Shalat Dhuhur itu, yaitu sucikan pandanganmu melihat ke-Esaan serta kesempurnaan Allah Taâala sampai memasuki waktu Adapun yang dikehendaki dalam Shalat Ashar, yakni sucikan dirimu serta himpunkan penglihatan sempurnamu menghadap pada Himpunan Allah Tauhid Yang Maha Esa. Itulah sebabnya tidak ada shalat sunnah dibelakang shalat Adapun yang dikehendaki dalam Shalat Maghrib, yakni sucikan pendengaranmu, penglihatanmu, serta Adapun yang dikehendaki dalam Shalat Isyaâ, yakni sucikan kegelapanmu menuju yang terang, artinya hilangkan keakuanmu, serahkan dirimu kepada yang punya diri pencipta. Jelasnya hanya Allah swt yang berkuasa, berkehendak, yang hidup seterusnya, tiada yang Adapun yang dikehendaki dalam Shalat Witir, yakni menetapkan ingatan lahir dan bathin, tertuju kepada Allah semata-mata, demi untuk dan karena Allah orang yang telah memiliki keyakinan yang putus adanya maka tiada lagi hal yang tersembunyi baginya, bahkan Tuhannya itulah yang paling nyata dalam segala tiada perbedan diwaktu hidup didunia dan diakhirat. Mereka telah yakin bahwa hidupnya itu tidak akan mengalami kematian, sekalipun kelak akan berpisah dengan arti men-Tuhankan Allah swt. itu adalah menyadari seluruh jiwanya bahwa segala bentuk serta penghayatan dirinya, pada Tuhannyalah ia segala yang ada adalah hak dan milik Tuhan, bahkan dirinya sendiri telah bukan lagi miliknya. Mereka telah menyadari bahwa ke-aku-annya selama ini adalah âpalsuâ yang bernama itu, laksana gelombang dengan air lautan. Bila gelombang itu telah tiada sirna, maka yang ada hanya lautan itu sendiri. Jelaslah dalam hal ini bahwa gelombang itu adalah merupakan sifat dari bayang-bayang dengan yang punya bayang-bayang. Dengan demikian tiadalah bedanya jika kita menyadari hal ini bahwa yang bathil itu, bathil sejak dahulu, sekarang maupun akan bahwa âHaqâ itu awal tak berpermulaan akhir tak berkesudahan, tiada ia dicakup oleh ruang dan waktu, nyata ia dibalik segala yang dia?Dia itulah yang sebenar-benarnya hakikat diri kita yang tak dapat diragu-ragukan lagi. Bahwa Dzat itulah yang bersifat, artinya bahwa hidup kita ini adalah kenyataan sifatnya, dan yang bersifat itulah yang menghidupi segala Jadi yang menjadi Hidup Nyawa Muhammad dinamai âTitikâ, artinya Sedangkan yang dinamai âRahasiaâ adalah Nur Yang menjadi sifat itu adalah yang dinamai âNURâ, artinya Nur yang tidak berubah-ubah hidup yang tidak berubah.- Adapun Jiwanya Nyawa adam, adalah Alif, artinya Himpunan, maka Nyawa Jadi Nyawa itu ada 2 dua, yaitu1. Nyawa yang dinamai âTitikâ adalah Nyawanya Muhammad2. Nyawa yang dinamai âAlifâ adalah Nyawanya Inilah yang tiga tidak berpisahJadi bila hal tersebut telah menyata pada kita, berarti kita telah menyaksikan melihat buktinya demikian maka selamatlah anda untuk selama-lamanya, kekal abadi dunia akhirat. Inilah dapat dikatakan âkesempurnaan ilmuâ atau kepastian yang dijadikan itu adalah bayang-bayang pada Tuhan. Sedang bayang-bayang dengan yang punya bayang-bayang adalah âSatuâ. Gerak bayang-bayang itu adalah geraknya yang punya bayang-bayang. Yakinkan dan jangan ragu-ragu lagi nanti Syariat = NYAWA namanyamenurut Thariqat = NUR namanyamenurut Haqiqat = ZAT ALLAH namanyamenurut Maârifat = TIDAK ADA YANG LAIN KECUALI MUHAMMAD SAW DENGAN ANAKNYA FATIMAHNabi Muhammad saw berkata kepada anaknya âHai Fatimah, apakah engkau masih ingat yang telah saya katakana padamu?âFatimah menjawab âYa saya ingat semuanyaâIngatlah sebuah âkataâ yang tak berpisah dengan Tuhan, yaitu sewaktu Tuhan memesrahi sesuatu, yakinkan dalam hatimu yang siapa yang menemukan pengenalan yang sesungguhnya didalam kehendak Tuhannya, itulah orang yang memakai Penglihatan Tuhannya ia melihat, Pendengaran Tuhannya ia mendengar, dengan kata Tuhannya ia berkata, dan katakanlah nama itu tidak berpisah dengan yang punya merasa ragu dalam hatimu, itulah sebabnya sehingga ada yang dikatakan âKepastian Ilmuâ atau Ilmil Yakin, Haqqul dalam hatimu, tidak berpisah dengan Tuhanmu serta Rasulnya. Sebab haqiqat NYAWA yang suci itulah yang dinamakan âMuhammadâ artinya orang yang dicinta. Artinya Insan itu Rahasia-Ku, dan Aku Tauhidmu pada Allah pengertian sebenarnya kalimahLaa Ilaaha Illallah yaitu âTIADA ASALKU YANG SELAIN DARI ALLAH TAâALAâNabi Muhammad saw berseru kepada seluruh umatnya âKetahuilah dirimu didalam dirimuâYakni ada 4 empat Rahasia, Nyawa, Hati, Rahasia itu Nur Zatullah2 Nyawa itu Nur Sifatullah3 Hati itu Nur Asmaullah4 Tubuh itu Nur Afâ ke 4 empat tersebut diatas, 3 tiga yang dapat melihat pada itulah yang menjadikan semesta alam beserta isinya dan berubah-ubah, Tuhan juga yang meliputi, menembus, memesrahi beserta Lukmanul Hakim bertanya kepada anaknya âApa sebabnya Al-Fatihah dibaca dalam shalatâIndrajaya menjawab âbahwa shalat lima waktu berasal dari surah Al-Fatihah, pada awalnya, yaituAl-Hamdu terdiri dari lima huruf yaitu AlifLamHaMimDalAllah swt menjadikan waktu yang lima itu sebagai berikut 1 Waktu Dhuhur dijadikan dari huruf Alif-nya Al-Hamdu2 Waktu Ashar dijadikan dari huruf Lam-nya Al-Hamdu3 Waktu Maghrib dijadikan dari huruf Ha-nya Al-Hamdu4 Waktu Isyaâ dijadikan dari huruf Mim-nya Al-Hamdu5 Waktu Subuh dijadikan dari huruf Dal-nya Al-Hamdu- TUAK ILLAHI
Type PDF Date April 2020 Size Author d-fbuser-320590620 This document was uploaded by user and they confirmed that they have the permission to share it. If you are author or own the copyright of this book, please report to us by using this DMCA report form. Report DMCA DOWNLOAD as PDF DOWNLOAD as DOCX DOWNLOAD as PPTX This is a non-profit website to share the knowledge. To maintain this website, we need your help. A small donation will help us alot.
Inilah kitab yang membicarakan sebelum alam ini dijadikan, Bermulah Allah menjadikan Nyawa Muhammad, lalu Tuhan melihat kedepan tiada sesuatu yang dilihatnya, kemudian melihat ke belakang, kekanan, dan kekiri namun tiada melihat sesuatu pun, Sedangkan Ia ingin disembah dan dipuji, tidak ada yang memuji dan menyembahnya. Maka dijadikanlah dirinya didalam dirinya, kemudian melihat ke atas dan dikatakannya ALIF, keluarlah Nur, inilah Rahasianya Muhammad, melihat ke atas jadilah Arsy, Melihat ke bawah jadilah Rahasianya. Kemudian Tuhan melihat ke depan dan dikatakannya I, keluarlah Nur, inilah Nyawanya Muhammad, melihat ke atas jadilah Kursiyah, melihat ke bawah inilah Nyawanya. Kemudian Tuhan melihat ke kanan dan dikatakan U, keluarlah Nur menjadi hatinya Muhammad, melihat ke atas inilah syurga melihat kebawah menjadi hatinya. Kemudian Tuhan melihat ke kirinya dikatakannya HA, keluarlah suatu Nur, inilah Misalnya Muhammad, melihat ke bawah jadilah misalnya. Kemudian Tuhan melihat ke belakang dan dikatakannya HU, keluarlah suatu Nur yang menjadi akalnya Muhammad, melihat ke atas jadilah Lauh-Mahfud, melihat ke bawah jadilah akal Muhammad. Kemudian Tuhan melihat ke bawah dan dikatakannya HU, keluarlah suatu cahaya, inilah bayang-bayangan Muhammad, melihat ke atas inilah hati kecil, melihat kebawahnya jadi Rupa. Kemudian Tuhan melihat kedalam diri-Nya, inilah yang menjadi Hatinya Muhammad, inilah yang dinamakan Halus, Melihat keatas inilah yang menjadi Rasa, Melihat kebawah inilah yang menjadi Air Mani, Kemudian Tuhan melihat ke sekeliling-Nya, dikatakan-Nya HUA HUA menyebarlah cahayanya, maka jelaslah Nur Muhammad didalam cahayanya laut kenyataannya Allah Taâala didalam cahayanya Muhammad, dikatakannya dirinya Tuhan, maka dinampakkanlah dirinya Tuhan dihadapan Muhammad, kemudian Tuhan berkata âJadi adakah engkau yang menjadikan dirimu sehingga engkau melupakan Nyawamu disujudkan di Baitul Maujudi?â Maka berkatalah Muhammad âEngkau baru kulihat, maka sebaiknya kita masing-masing bersembunyi, barang siapa yang didapat itulah yang menjadi Hamba, yang tidak dapat diketemukan itulah yang menjadi Tuhanâ. Bersembunyilah engkau Muhammad terlebih dahulu, Aku yang mencari. Maka bersembunyilah Muhammad di Wajah, di ingatan, di akal, namun setiap persembunyiannya senantiasa ditemukan oleh Tuhan. Berkatalah Muhammad, bersembunyilah, aku yang mencari. Maka bersembunyilah Tuhan di waktu 5 lima, namun Nur Muhammad tidak menemukannya. Maka berkatalah Tuhan âCarilah aku sungguh-sungguh, kemudian Tuhan berpindah menyembunyikan dirinya di Rahasia, juga Muhammad tidak menemukannya. Sehinga Muhammad berseru âDimanakah Engkau bersembunyi, sedangkan suara-Mu kedengaran tapi aku tak melihat?â Maka Tuhan berkata âAku bersembunyi di Rahasiaâ Lalu Muhammad mencarinya di Rahasia, namun Muhammad tidak dapat membuka matanya, dikarenakan cahaya terang yang tidak dapat ditembus, sehingga Muhammad berkata âSudahlah nyatakanlah diri-Mu, Engkaulah yang menjadi Tuhanâ Maka berkatalah Tuhan âMana tanda kepercayaan-Mu dan dimana letak berdiri kepercayaanmu?â Maka dikatakanlah Muhammad âASYHADU AN LAA ILAAHA ILLALLAHâ, lalu Tuhan menjawab âWA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR RASUULULLAHâ. Ketahuilah olehmu ya Muhammad, bahwa RUPA itu adalah Sifat-Ku dan nama bagimu, Waktu itu adalah Sifatmu. Berkatalah Muhammad âbagaimana mungkin sehingga Wajah itu namaku sedangkan adalah Sifat-Mu? Berkatalah Tuhan adalah Rupa Wajah itu namamu dan Sifat-Ku, karena itulah Aku ingin disembah, dipuji, dikenal, dikasihi, digembirai, sedangkan semua itu tidak dapat dilakukan-Nya, Sehingga dengan demikian kujadikan diri-Ku dalam diri-Ku. Waktu itu adalah Nama-Ku, dan Sifat itu Rupa-Ku, sebab Aku jugalah yang menyembah diri-Ku, Sesuai dengan dalil Artinya "Adapun yang disembah dan menyembah itu adalah satuâ Jadi Aku yang memuji diri-Ku, dan mengasihani diri-Ku, dan engkau kujadikan yaa Muhammad Akulah yang menjadikan diri-Ku, dalam diri-Ku, adamu itu ada-Ku-lah itu, Kenyataanmu itu kenyataan-Ku-lah itu Ketahuilah olehmu ya Muhammad, Ada-mu pada Nama-Ku yang sesungguhnya di dirimu, Adapun Sifat-Ku, ada pada DIAMMU, Adapun Rupa-Ku, ada pada IâTIKADMU, Adapun Diri-Ku, ada pada MANFAATMU, Adapun Lahir-Ku, ada pada GERAKMU, Adapun Perbuatan-Ku, ada pada PERBUATANMU, Adapun Rahmat-Ku, ada pada PERKATAANMU Yang BENAR, Adapun kehendak-Ku, ada pada HAJATMU, Adapun kekekalan-Ku, ada pada HATIMU Yang BAIK Yaa MUHAMMAD Fungsi-Fungsi Yang aku bebankan untuk mu ialah 1 Fungsi Rahasia, Kebenaran dan Alam 2 Fungsi Nyawa, Penglihatan dan Nama-Ku 3 Fungsi Hati, Niat dan Pengenalan 4 Fungsi Ingat, Angan-angan dan Kekuasaan 5 Fungsi Akal, Yang Nyata dan Kebingungan 6 Fungsi Bayang-bayang, Kepintaran dan Kebodohan 7 Fungsi Nur, Pertimbangan dan Pengetahuan. TANYA Apa sebabnya Engkau jadikan yang tujuh itu? JAWAB Aku jadikan yang tujuh itu sebab Aku ingin disembah. TANYA Dimanakan yang disembah dari yang tujuh itu? JAWAB Aku sembah Nur pada bayang-bayang âBayang-bayang, Ingat, Hati, Nyawa, Rahasia, di Diri-Ku, dan Akulah yang sembah diri-Ku" TANYA Apa penyembahan Rahasia Pada-Mu Yaa Allah? JAWAB Penyembahan Rahasia itu, ketika ia mengatakan âAâ Penyembahan Nyawa itu, ketika ia mengatakan âIâ Penyembahan Hati itu, ketika ia mengatakan âUâ Penyembahan Ingat itu, ketika ia mengatakan âHaâ Penyembahan Akal itu, ketika ia mengatakan âHiâ Penyembahan Bayang-bayang itu, ketika ia mengatakan âHuâ Penyembahan Nur itu, ketika ia mengatakan âEngkaulah Yang Kusembah Yaa Allahâ Adapun kenyataannya Rahasia âAâ Adapun kenyataannya Nyawa âIâ Adapun kenyataannya Hati âUâ Adapun kenyataannya Ingat âHaâ Adapun kenyataannya Akal âHiâ Adapun kenyataannya Bayang-bayang âHuâ Adapun kenyataannya Alif, Rasa, Nyawa Muhammad "Mani" Adapun Perbuatan Muhammad itu âAntaraâ Adapun yang dinamakan NAMA DIRIMU artinya âKita Berdua Berdiri, Akulah itu Muhammad Adapun yang dinyatakan âEngkaulah itu Muhammad, itulah dinamakan kata âHIDUP TAK MATIâ artinya yang disuruh dan yang menyuruh, Yang mengetahui hal itu serta dibenarkannya, panjang umurnya, dan disukai oleh para penguasa, dipercaya oleh orang lain, dihindarkan dari bahaya ujian Tuhan. Ketahuilah pula kemunculannya NUR Nur muncul pada bayang-bayang, Bayang-bayang muncul pada Akal, Akal muncul pada Ingat, Hati muncul pada Nyawa, Nyawa muncul pada Rahasia, Rahasia muncul pada Nur, Nur muncul pada Tuhannya. Dari situlah engkau datang dan disitu pula engkau kembali. Maka kenalilah Aku sungguh-sungguh Muhammad bahwa, âKITA TIDAK BERPISAHâ Aku jadikan segala sesuatu karenamu, sedang engkau untuk-Ku, Muncullah engkau pada kenyataan, Ku nyatakan engkau dan Ku lindungi engkau. Adapun kenyataan serta pengertian ALIF itu bersumber dari titik atau Zarra atau Nyawa-berlindung, Yang dinamakan Nyawa berlindung yakni Rahasia atau Cahaya Zat dan Sifat itulah yang memperkenalkan Tuhan. Adapun iman itu tempatnya Rahasia, Artinya Rahasia adalah Cahaya Hati-Nurani, ketika baris atas, bawah dan titik itu terbagi, maka jadilah 4 empat huruf, pertama ALIF, kedua LAM dimuka, ketiga LAM dibelakang, dan keempat HA, inilah lafasnya Allah SWT. Nyawa muhammad dinamai Ma'rifat, Nyawa kita dinamakan Haqiqat, Angan angan kita dinamakan Thariqat, Tubuh kita dinamakan Syariat ialah pengetahuan tentang pengenalan diri didalam Tubuh kita. Apabila Nyawa itu melihat pada Allah SWT Rahasia namanya. Apabila Nyawa melihat pada Alam Iman namanya. Apabila Nyawa melihat pada Akhirat Nyawa namanya. Apabila Nyawa melihat ke dunia Badan jasmani namanya. Apabila Nyawa melihat kepada badan jasmaninya hati kecil namanya Artinya Adapun ilmu pada Allah, kebodohan terhadap sesuatu, Adapun maârifat kepada Allah, menyangkali diri, Adapun bertauhid kepada Allah, keheran-heranan Nabi Muhammad SAW berkata kepada Ali ketahuilah bahwa keluar masuknya nafas itulah yang dikatakan solat batin selamanya tidak membedakan antara siang dan malam dan diwaktu tidur dan diwaktu jaga. Apabila nafas keluar dikatakannya LAA, Apabila nafas masuk dikatakannya HU, Itulah nama Tuhan serta nama Nabi yang tidak berpisah atau dinamakan SYAHADAT-DUA. Keluar nafas SUNNAH Shalat dirinya Tubuh, Masuk nafas FARDHU, dan Tanda kematiannya Ada yang dilihat seperti keranjang cermin, didalamnya ada orang seperti wajahnya diwaktu ia masih Empat puluh malam sesudah ia melihat lalu ia meninggal, empat puluh malam didalam kubur, lalu naik ke syurga pertama. Keluar nafas ILMU Shalat dirinya Iman, Masuk nafas PENGETAHUAN, Tanda kematiannya Ada yang dilihat seperti lampu lilin dikepalanya, terus naik ke langit. Tiga puluh 30 malam sesudahnya itu, ia meninggal, sekian malam didalam kubur lalu naik ke syurga yang kedua, Pegangannya pada Qurâan 30 juz. Keluar nafas DUNIA Shalat dirinya Akal, Masuk nafas AKHIRAT, Tanda kematiannya Ada yang dilihat dikepalanya cahaya keluar, lalu naik ke langit Dua puluh malam setelah itu lalu ia meninggal, sekian malam ia didalam kuburnya ia naik kelangit ketiga, Pegangannya Sifat Dua Puluh. Keluar nafas HAMBA Shalat dirinya Ingat, Masuk nafas TUHAN, Tanda kematiannya Ia melihat sesuatu seperti telur, didalamnya ada seperti masjid, cermin didalamnya, ada orang seperti wajahnya diwaktu mudanya. 13 tiga belas malam merikutnya ia meninggal, sekian malam pula ia didalam kuburnya lalu ia naik ke syurga yang ke 4 empat, Berdirinya Rukun 13. Keluar nafas SIFAT Shalat dirinya Hati Sanubari, Masuk nafas DZAT, Tanda kematiannya Ia melihat nur yang berdiri di pusatnya, seperti terangnya bulan ke 14, didalamnya ada orang seperti wajahnya diwaktu mudanya. Lima malam sesudahnya ia meninggal, dan sekian lama juga dikuburnya, ia naik ke syurga yang ke lima. Keluar nafas NABI Shalat dirinya Hati Nurani, Masuk nafas TUHAN, Tanda kematiannya Ia melihat âseperti rambutâ berdiri diantara kedua matanya sampai ke syurga, di dalamnya ada Nur yang merah seperti matahari. 3 tiga malam sesudahnya ia meninggal, sekian malam juga di dalam kuburnya, ia naik ke syurga yang ke 6 enam, Penerapannya dalam tafakkur Mulut ditutup, nafas melalui hidung. Keluar nafas RUPA TUHAN Shalat dirinya Nyawa, Masuk nafas WALI TUHAN, Tanda kematiannya Ia melihat seperti busa-busa emas sampai di langit bulan berdiri diantara kedua kening seperti ârambut yang hijauâ melekat di Arsy, ada juga seperti bulan 14 munculnya. 1 satu malam kemudian ia meninggal, semalam juga dikuburnya ia laik ke syurga yang ke 7 tujuh, Diberikan perasaan seperti orang yang sedang bersetubuh niâmatnya, Inilah berdirinya âJibrilâ. Keluar nafas HU Shalat dirinya Rahasia, Masuk nafas HU, Tanda kematiannya Ia melihat permata yang jernih gilang gemilang, menjadi orang seperti dimasa mudanya, bercahaya wajahnya dan dirinya. Itulah âHalus Kitaâ keluar, itulah juga Nur, Itulah juga yang menjadi Tubuh kita. Pada saat lepasnya Nyawa, diberikan perasaan seperti keluarnya mani. Pada hari kematiannya itulah ia dikuburkan, hari itu juga ia naik ke syurga yang ke 8 delapan di âArsy Kursyiyahâ, Inilah yang tidak menunggu bacaan talqin, Inilah berdirinya Muhammad, Inilah yang dinamakan shalat yang berkekalan dan berkepanjangan. Tali yang tidak putus pada Allah. Kain Kafan yang tidak hancur. Jika kita berdiri untuk shalat, pada haqiqatnya ALIF itulah yang berdiri untuk shalat Maksudanya Naikkan terlebih dahulu nafasmu kemudian berdiri artinya Nyawa yang terlebih dahulu berdiri, kemudian Tubuh sebab tidak mungkin Tubuh yang dapat mendirikan Nyawa, sebaliknya Nyawa itulah yang mendirikan Tubuh, Jangan bertentangan perbuatan Tubuh dengan Nyawa, karena yang demikian itu sama halnya dengan orang yang menserikatkan Tuhan. Hal ini diibaratkan bahwa, Nyawa itu ibarat Imam terhadap Tubuh, sudah tentu Imam itu terdahulu yang berdiri kemudian maâmum, Itulah sebabnya maka âImamâ itu wajib diketahui. Bilamana ada orang yang bertanya siapa Imammu dalam shalat, maka jawablah bahwa âAl-Qurâan itulah Imamkuâ Apa artinya Al-Qurâan itu? Al-Qurâan itu Kalamullah atau perkataan Tuhan, dan Tuhan itu bersifat Qadim, jadi Al-Qurâan itupun Qadim, Jadi pada haqiqatnya Tuhan itulah Imam, tanpa demikian ini berarti shalatnya tidak sah, Sebab yg dimaksudkan shalat disini ialah Dzahirnya perbuatan. âDZAHIR artinya perbuatannya Tuhan pada kita, Allah juga pada haqiqatnya, Sehingga kita bersatu kata atau sekata dengan Imam Imam dengan Maâmum, Dikatakan âImaman Lillahi Taâalaâ, artinya Imam karena Allah Taâala. Dikatakan âMaâmuman Lillahi Taâalaâ, artinya Maâmum karena Allah Taâala. Imam itulah yang menggerakkan maâmum, demikian pulalah Nyawa itulah yang menggerakkan Tubuh, dan tidaklah Nyawa itu dapat bergerak jika tidak karena kehendak Tuhannya. Bila hendak Rukuâ, turunkan nafasmu dahulu, kemudian badanmu rukuâ. Begitu pula Iâtidal Sami Allahu Liman Hamida, naikkan kembali nafasmu, kemudian tegak. Sujud juga demikian, turunkan dahulu nafasmu, kemudian sujud. Lawan sujud juga demikian, naikkan dahulu nafasmu, kemudian mengangkat kepala kembali duduk. Demikianlah Nafas itu diikuti naik turunnya, begitulah Imam para Nabi termasuk Nabi Muhammad saw, dan para Wali, Inilah yang dikatakan âIMAM TANPA DI IMAMIâ. Bila ada orang yang memakai memperkenalkan hal ini, maka itulah orang yang sah dijadikan Imam, Jadi bila ada orang yang menjadi Imam sedang ia tidak mengetahui hal ini, sedang Maâmumnya ada yang mengetahui, maka dikatakanlah âIMAM YANG DI IMAMI OLEH MAâMUMâ. Selanjutnya bila sudah membuang Takbiratul Ihram, tahanlah nafasmu sebentar, itulah yang dikatakan âLenyap Kepada Nur Muhammadâ. Adapun yang dibicarakan masalah Nahwu dan Sharaf, âhurufâ Baris, dan Lagunyaâ. Jadi hanya masalah âLafazâ. Bila dikatakan bahwa âKata-Kata Tuhan Itu Bukan Huruf, Bukan Suara, Bunyi, Tidak Berawal, Tidak Berakhir, Dan Tidak Tasdikâ, maka bingunglah orang-orang Nahwu dan Sharaf. Sebab bukan Huruf, Bahkan baris tiga Alif itu tidak dilihat oleh Nahwu dan Logat, Sebab huruf tidak bersambung, Sebab Alif yang ditulis dengan tinta itu menunjuk kepada Alif yang bukan tinta, Sedangkan Alif yang bukan tinta itu menunjuk kepada kata-kata Tuhan. Bila tanda kematian telah tiba, maka hal yang sangat penting untuk dilakukan adalah Perbanyaklah bertobat kepada Allah swt, atas segala kesalahan-kesalahan yang pernah diperbuat lahir maupun batin, besar atau kecil, sengaja maupun yang tidak disengaja. Perbanyaklah berdzikir kepada Allah swt Laa Ilaaha Illallah Allah, Allah Hua, Hua Ah, Ah Serahkan dirimu sepenuhnya, artinya gaibkan dirimu kepada Nur Muhammad, dengan demikian sampailah engkau atau kekallah engkau pada Zat Allah swt, Sebab mustahil akan bercerai Nur dengan yang punya Nur, laksana matahari dengan cahayanya, Insya Allah selamatelah engkau. Sangkalah dirimu didalam rahmat Tuhanmu, jika engkau menyangka dirimu disiksa, maka disiksalah engkau, bila menyangka dirimu diselamatkan dari segala bahaya, maka diselamatkanlah engkau. Adapun tanda itu harus, artinya boleh jadi ada, boleh jadi tidak ada, tergantung kepada kehendak Allah swt, Hanya kematian itu yang pasti adanya. Adapun tanda kematian itu sebagai berikut Melihat Nur yang lebih terang dari cahaya matahari. Melihat ke langit tujuh susun tanpa halangan sampai pada Arsy Qursyiyah. Melihat Nur yang terang, tiba-tiba ada seorang laki-laki berpakaian hijau berdiri disebelah kananmu lalu memegang telunjukmu dan berkata âLupakan saja dunia yang gelap ini, akhirat itulah yang terang, kesanalah engkau, dan Allah lebih mengetahuinya, Muhammad itu yang mendatangimu dan katakanlah âAsyhadu An Laa Ilaaha Illallah, Wa Asyhadu Annaka Muhammadan Rasuulullahâ Artinya Aku bersaksi bahwa Tiada Tuhan selain Allah, dan Anda adalah Muhammad Rasulullah. Selanjutnya melihat Nur yang tidak dimengerti tak ada seumpamanya, muncul lalu lenyap, muncul lagi dan segala sesuatu sudah pada sujud, itulah tanda akhir hidupmu di dunia ini, tidak akan kembali lagi untuk selama-lamanya. Adapun perasaanmu lebih nikmat daripada bersetubuh antara suami dengan isteri. Biasa saja terjadi kalau diketahui jalannya, dan sehubungan dengan hal itu ada hadits Qudsi yang menunjangnya, yang artinya âIngatlah Aku Allah diwaktu senangmu, maka Aku Allah mengingatmu diwaktu susahmuâ. PERTANYAANNYA Manusia diwaktu senang, kapan? Dan manusia diwaktu susah, kapan? Dan bagaimana caranya mengingat Allah diwaktu senang? Adapun orang yang biasa mendapatkan kenikmatan itu, tanda-tandanya Basah disekitar alat kelaminnya, karena keluarnya air mani ketika berpisahnya Tubuh dengan Nyawa. Sewaktu mengucapkan Laa Ilaaha niatkan dirimu lenyap bersama Nur Muhammad pada Dzat Allah. Kemudian mengucapkan Illallah niatkan dirimu kekal bersama Nur Muhammad pada Dzat Allah. LAILAHAILALLAH Laa Ilaaha, artinya menafikkan atau meniadakan. Illallah, artinya mengisbatkan atau mengadakan pada wujud Allah. Hati yang menarik, Nyawa yang ditarik, Rahasia tempat menarik. Cahaya Cermin itu adalah tempat Manusia. Cahaya Intan itu adalah tempatnya Muhammad. Cahaya Jamrud itu adalah tempatnya Allah swt. Maka dimasukkanlah diri-Nya didalam Cahaya Cermin, kemudian berpindah ke Cahaya Intan, kemudian ke Cahaya Jamrud didalam Nur Ilahi bersama Muhamad. Demikianlah cara pengembalian serta pengekalan para Aulia Allah. Ketahuilah bahwa Dzat Allah itu batin pada Nyawa Muhammad, sehingga tidak ada pemisahan antara Hati Nurani Nyawa kita dengan Nyawa Nabi kita serta Dzatnya Allah, artinya tubuh itu dapat bergerak, berkehendak, kuasa, hanya karena perintah dari Nyawa kita. Sedangkan Nyawa dibawah perintah Nur Muhammad, sehingga ia dapat bergerak, kuasa dan mengetahui. Adapun Nyawa Muhammad, nyata pada Dzatnya Allah, menurut dalil yang mengatakan Artinya Seandainya bukan karena engkau Muhammad, Aku tidak menjadikan segala sesuatu, Arti Haqiqatnya âTidak berpisah Nur dengan yang punya Nurâ. Mengenal Allah, Dzat, Sifat, Asma, Afâal, Diri, Tubuh, Hati, Nyawa, Rahasia, itulah bernama âInsanâ atau âTuhanâ. Yang memerintah Tubuh kita, Afâal Perbuatan pada Allah. Yang memerintah Hati kita, Nama pada Allah. Yang memerintah Nyawa kita, Sifat pada Allah. Yang memerintah Rahasia kita, Dzat pada Allah. Sabda Nabi Muhammad SAW Artinya pengenal pada diri ada empat Tubuh, Hati, Nyawa, dan Rahasia. Artinya Beginilah pengenal pada diri tubuh kita serta Tuhan. Artinya Ketahuilah Kekuasaan Tuhan dan Kehendaknya dalam segala sesuatu tiada yang mencampurinya. Artinya Semua kata-kata dan kalimat itu adalah kata-kata dan kalimat Tuhan. Artinya Pengenalan dengan meng-Esakan men-Tauhidkan Allah. Artinya Tidak sempurna Islam seseorang, kecuali mengenal Iman, Yang dikatakan orang beriman ialah, orang yang âMengenal Dirinya, Mengenal Tuhannya. Artinya Hati orang beriman, Rumah Allah. NAFAS Adapun bilangan keluar masuknya nafas dalam sehari-semalam sesuai dengan bilangan huruf Al-Qurâan = tiga juta lima ribu tiga ratus empat puluh lima. SYAHADAT Adapun Syahadat itu, âHidupnyaâ Allah yang dijadikan Tubuh pada kita. Isyaratkan bahwa Tubuh kita tidak bercerai dengan Hidupnya Allah swt. SATINJA Adapun Satinja itu, Cahaya Allah yang menjadi kesucian pada hati kita, menjadi rumah-Nya orang muâmin. Isyaratkan bahwa kesucian kita tidak berpisah dengan Nur Allah swt. Jadi Hati kita tidak terpisah dengan Halusnya Allah swt. JUNNUP' Adapun Junnup itu, Halusnya Allah yang dijadkan Rasa Niâmat pada diri kita. Di isyaratkan, tidak berpisah niâmat kita dengan Halusnya Allah swt. PERSETUBUHAN Sebelum melaksanakan malam pertama bagi pengantin baru juga bagi pengantin lama kalau belum pernah melaksanakannya, hendaknya melakukan terlebih dahulu âNikah Batinâ. Seorang suami jangan hanya mengawini isterinya hanya tubuh kasarnya saja, tapi yang harus dikawininya ada 6 enam macam, yaitu 1 Tubuh 2 Hati 3 Nyawa 4 Rahasia 5 Tubuh Halusnya 6 Maunya Seorang suami harus meminta halalnya dari isterinya keenam macam itu, Kalau tidak tahu silahkan tanyakan kepada yang tahu. Dimisalkan makanan yang telah dihidangkan Maka sebelum dimakan diucapkanlah dzikirnya Tubuh, Hati, Nyawa, Rahasia. Pada suapan pertama dikatakan A, Tidak disentuh lidah. Inilah suara mula jadi. Pada suapan kedua dikatakan I, U, jangan disentuh lidah, Inilah JUNNUP, Selamat dunia dan akhirat. Jika sudah berulang-ulang kali suapannya, dikatakanlah A, sebab itulah yang tidak disentuh tulisan, jangan dilupakan sampai selesai, Beginilah cara Ali dengan Fatimah. Dalam buku Yoga dan sex, dalam waktu sekejap mata, sepasang suami isteri yang mencapai klimax dari hubungan sexnya, akan lebih dekat dengan Allah swt, Justru itu jangan kerja seperti alu, tidak ada hasil, Jadi kalau kerja pasti ada hasilnya Apakah Manusia berilmu?? Manusia berpangkat?? Manusia berharta??, dsb. Mudah-mudahan mengerti maksudanya. Nabi Khaidir Bagaimana yang dikatakan âAwal Permulaan? Nabi Muhammad saw Barang siapa yang mengetahui tentang awal permulaan ini, maka Allah Swt, mengampuni segala dosa-dosanya serta kedua orang tuanya, begitu pula segenap sanak keluarganya dan familinya, jauh maupun dekat, diampunkan segala dosa-dosanya dunia dan akhirat. Sewaktu kita masih berada di dalam pengetahuan Allah Swt., kemudia pindah kepada kenabian alam nubuah dan juga kita masih pada Angin, Air, dan Tanah. Nabi Khaidir Siapa nama kita pada awal permulaan? Nabi Muhammad saw Adapun mula-mula nama kita pada Allah Taâala bagi laki-laki bernama ALIâ bagi perempuan bernama âFATIMAHâ. Sewaktu kita tinggal pada Darah 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan, 4 bulan, 5 bulan, 6 bulan, 7 bulan di dalam rahim ibu lengkaplah Tubuh, maka dibacakan âAl-Hamduâ, 8 bulan di dalam rahim ibu dibacakanlah âQul Huwallaahu Ahadâ, 9 bulan di dalam rahim ibu maka Tuhan berkata "Bersiap-siaplah untuk keluar ke dunia, disambut dengan malaikat dan rezeki yang murah, banyak, atau sedikit, demikian pula umurmu panjang atau pendekâ. Berkata syahadat pada Tuhan Saya takut yaa Tuhan. Kenapa engkau takut sedang Aku yang menyuruhmu? Saya takut sebab saya belum tahu siapa namamu yaa Tuhan. Tuhan berkata Alif namaku. Syahadat berkata kalau begitu sama dengan kita. Tuhan berkata Siapa namamu? Syahadat berkata Alif juga namaku. Kalau begitu sama namamu dengan nama-Ku, Ketahuilah Aku, agar engkau Ku ketahui juga. Kenalilah Aku, agar engkau Ku kenal pula. Dengan cara bagaimana aku mengetahui yaa Tuhan? Tuhan menjawab âYaitu dengan baris diatas A, itulah sebabnya tangis pertama bayi lahir kedunia, Bila ada orang yang bertanya kepadamu, bagaimana pengetahuanmu pada Allah Taâala sehingga engkau dinamakan orang yang bermaârifat. Katakanlah kepadanya âsaya mengetahui dengan pengenalannya sendiri, tempat saya melihat dan mengetahui, artinya dengan pengetahuannya saya mengetahui, dengan pengenalannya saya mengenalnyaâ Ketahuilah olehmu tentang âRahasia Matiâ sebelum mati, Barang siapa yang telah mengetahui hal tersebut, berarti itulah orang yang telah mempersiapkan dirinya bagi Tuhannya, dan Tuhanpun tersedia baginya, Yang dimaksudkan ialah Mandikan dirimu, bukan dengan air. Bungkus dirimu, bukan dengan kain kafan. Solati dirimu sebelum matimu. Kuburkan dirimu, bukan dengan tanah. Karena sesungguhnya Tuhan telah berkata bahwa bagi hamba-Ku yang demikian itu, itulah yang tidak bercerai dengan Aku, dan lepas dari segala tuntutan dunia dan akhirat. Itulah hamba yang beriman sungguh-sungguh dan berserah diri sepenuhnya kepada Allah Taâala semata. Adapun kematian itu ada 4 empat tingkat yakni 1 Kematian Syariat Yaitu mengucapkan dzikir Laa ilaaha Illallah pada akhir kematiannya. 2 Kematian Thariqat Yaitu mengucapkan dzikir Allah, Allah pada akhir kematiannya. 3 Kematian Haqiqat Yaitu yang mengucapkan dzikir Huwa, Huwa pada akhir kematiannya. 4 Kematian Maârifat Yaitu mengucapkan dzikir Ah, Ah, pada akhir kematiannya. Tanda-tanda Kematian Syariat Yakni Hancur tubuhnya dalam kubur. Tanda-tanda Kematian Thariqat Yakni tubuhnya tidak rusak dan kering. Tanda-tanda Kematian Haqiqat Yakni Tubuhnya utuh dan rambutnya serta kukunya bertambah panjang, wajahnya bercahaya-cahaya. Tanda-tanda Kematian Maârifat Yakni tubuhnya lenyap dalam kubur, diambil oleh Malaikat, dibawa ke Tanah Suci menjadi âWali Allahâ. Yang dikatakan âsudah membungkus diri sebelum mati ialah Lenyapkan Tubuhmu kedalam hatimu. Sudah memandikan diri sendiri bukan dengan air ialah Lenyapkan dirimu dilaut adanya Allah. Sudah mensolati diri sendiri, ialah Rahasiamu lenyap pada Nur Muhammad, Nur Muhammad lenyap pada Nur Allah. Tetapkan hatimu dalam keyakinan bahwa Tuhan itu Esa adanya. Bila sudah ada nur yang tiada seumpamanya, sedang masih ada perasaan sakit dirasakan, itu belum yang sebenarnya. Jangan di ikuti. Bila sudah merasakan ketenangan dan kenikmatan semata dan seluruh perasaan telah sujud, berarti yakinilah bahwa Tuhanmu telah ada, apakah ada Nur atau tiada, berangkatelah. Insya Allah anda telah selamat. Adapun hikmah yang dikehendaki dalam Shalat Subuh itu, yakni mensucikan seseorang daripada kelupaan dan kelalaiannya, sehingga menetapkan hadapannya semata-mata kepada Allah Taâala yang tiada seumpamanya sesuatu, Itulah sebabnya maka tidak ada shalat sunnah sesudah Shalat Subuh. Adapun yang dikehendaki dalam Shalat Dhuhur itu, yaitu sucikan pandanganmu melihat ke-Esaan serta kesempurnaan Allah Taâala sampai memasuki waktu Ashar. Adapun yang dikehendaki dalam Shalat Ashar, yakni sucikan dirimu serta himpunkan penglihatan sempurnamu menghadap pada Himpunan Allah Tauhid Yang Maha Esa. Itulah sebabnya tidak ada shalat sunnah dibelakang shalat ashar. Adapun yang dikehendaki dalam Shalat Maghrib, yakni sucikan pendengaranmu, penglihatanmu, serta kata-katamu. Adapun yang dikehendaki dalam Shalat Isyaâ, yakni sucikan kegelapanmu menuju yang terang, artinya hilangkan keakuanmu, serahkan dirimu kepada yang punya diri pencipta. Jelasnya hanya Allah swt yang berkuasa, berkehendak, yang hidup seterusnya, tiada yang lain. Adapun yang dikehendaki dalam Shalat Witir, yakni menetapkan ingatan lahir dan batin, tertuju kepada Allah semata-mata, demi untuk dan karena Allah semata Bagi orang yang telah memiliki keyakinan yang putus adanya maka tiada lagi hal yang tersembunyi baginya, bahkan Tuhannya itulah yang paling nyata dalam segala hal. Baginya tiada perbedan diwaktu hidup didunia dan diakhirat. Mereka telah yakin bahwa hidupnya itu tidak akan mengalami kematian, sekalipun kelak akan berpisah dengan tubuhnya. Dalam arti men-Tuhankan Allah swt. itu adalah menyadari seluruh jiwanya bahwa segala bentuk serta penghayatan dirinya, pada Tuhannyalah ia mengharapkan. Sebab segala yang ada adalah hak dan milik Tuhan, bahkan dirinya sendiri telah bukan lagi miliknya. Mereka telah menyadari bahwa ke-aku-annya selama ini adalah âpalsuâ belaka. Adapun yang bernama itu, laksana gelombang dengan air lautan. Bila gelombang itu telah tiada sirna, maka yang ada hanya lautan itu sendiri. Jelaslah dalam hal ini bahwa gelombang itu adalah merupakan sifat dari lautan. Laksana bayang-bayang dengan yang punya bayang-bayang. Dengan demikian tiadalah bedanya jika kita menyadari hal ini bahwa yang bathil itu, bathil sejak dahulu, sekarang maupun akan datang. Sebaliknya bahwa âHaqâ itu awal tak berpermulaan akhir tak berkesudahan, tiada ia dicakup oleh ruang dan waktu, nyata ia dibalik segala yang dinyatakan. Siapakah dia? Dia itulah yang sebenar-benarnya hakikat diri kita yang tak dapat diragu-ragukan lagi, Bahwa Dzat itulah yang bersifat, artinya bahwa hidup kita ini adalah kenyataan sifatnya, dan yang bersifat itulah yang menghidupi segala sesuatu. Jadi yang menjadi Hidup Nyawa Muhammad dinamai âTitikâ, artinya Rahasia. Sedangkan yang dinamai âRahasiaâ adalah Nur Zat. Yang menjadi sifat itu adalah yang dinamai âNURâ, artinya Nur yang tidak berubah-ubah hidup yang tidak berubah. Adapun Jiwanya Nyawa adam, adalah Alif, artinya Himpunan, maka Nyawa namanya. Jadi Nyawa itu ada 2 dua, yaitu 1. Nyawa yang dinamai âTitikâ adalah Nyawanya Muhammad 2. Nyawa yang dinamai âAlifâ adalah Nyawanya Adam. Inilah yang tiga tidak berpisah, Jadi bila hal tersebut telah menyata pada kita, berarti kita telah menyaksikan melihat buktinya, demikian maka selamatelah anda untuk selama-lamanya, kekal abadi dunia akhirat. Inilah dapat dikatakan âkesempurnaan ilmuâ atau kepastian ilmu, Segala yang dijadikan itu adalah bayang-bayang pada Tuhan. Sedang bayang-bayang dengan yang punya bayang-bayang adalah âSatuâ. Gerak bayang-bayang itu adalah geraknya yang punya bayang-bayang, Yakinkan dan jangan ragu-ragu lagi nanti salah. NYAWA menurut Syariat = NYAWA namanya menurut Thariqat = NUR namanya menurut Haqiqat = ZAT ALLAH namanya menurut Maârifat = TIDAK ADA YANG LAIN KECUALI ALLAH. NABI MUHAMMAD SAW DENGAN ANAKNYA FATIMAH Nabi Muhammad saw berkata kepada anaknya âHai Fatimah, apakah engkau masih ingat yang telah saya katakana padamu?â Fatimah menjawab âYa saya ingat semuanyaâ Ingatlah sebuah âkataâ yang tak berpisah dengan Tuhan, yaitu sewaktu Tuhan memesrahi sesuatu, yakinkan dalam hatimu yang bersih. Barang siapa yang menemukan pengenalan yang sesungguhnya didalam kehendak Tuhannya, itulah orang yang memakai Penglihatan Tuhannya ia melihat, Pendengaran Tuhannya ia mendengar, dengan kata Tuhannya ia berkata, dan katakanlah nama itu tidak berpisah dengan yang punya nama. Janganlah merasa ragu dalam hatimu, itulah sebabnya sehingga ada yang dikatakan âKepastian Ilmuâ atau Ilmil Yakin, Haqqul Yakin. Yakinkan dalam hatimu, tidak berpisah dengan Tuhanmu serta Rasulnya. Sebab haqiqat NYAWA yang suci itulah yang dinamakan âMuhammadâ artinya orang yang dicinta. Artinya Insan itu Rahasia-Ku, dan Aku Rahasianya. Kuatkan Tauhidmu pada Allah swt. Adapun pengertian sebenarnya kalimah Laa Ilaaha Illallah yaitu âTIADA ASALKU YANG SELAIN DARI ALLAH TAâALAâ Nabi Muhammad saw berseru kepada seluruh umatnya âKetahuilah dirimu didalam dirimuâ Yakni ada 4 empat Rahasia, Nyawa, Hati, Tubuh. 1 Rahasia itu Nur Zatullah 2 Nyawa itu Nur Sifatullah 3 Hati itu Nur Asmaullah 4 Tubuh itu Nur Afâalullah. Dari ke 4 empat tersebut diatas, 3 tiga yang dapat melihat pada Allah, Allah itulah yang menjadikan semesta alam beserta isinya dan berubah-ubah, Tuhan juga yang meliputi, menembus, memesrahi beserta isinya. As-Syeikh Lukmanul Hakim bertanya kepada anaknya âApa sebabnya Al-Fatihah dibaca dalam shalatâ? Indrajaya menjawab âbahwa shalat lima waktu berasal dari surah Al-Fatihah, pada awalnya, yaitu Al-Hamdu terdiri dari lima huruf yaitu Alif, Lam, Ha, Mim, Dal. Allah swt menjadikan waktu yang lima itu sebagai berikut 1 Waktu Dhuhur dijadikan dari huruf Alif-nya Al-Hamdu 2 Waktu Ashar dijadikan dari huruf Lam-nya Al-Hamdu 3 Waktu Maghrib dijadikan dari huruf Ha-nya Al-Hamdu 4 Waktu Isyaâ dijadikan dari huruf Mim-nya Al-Hamdu 5 Waktu Subuh dijadikan dari huruf Dal-nya Al-Hamdu.
kitab diri yang tersembunyi